Karena kekayaan sesungguhnya adalah ilmu, maka abadikanlah ilmumu dengan menuliskannya -niestarry-
RSS

Rabu, 06 Agustus 2014

Perjuangan nggak sebercanda itu


Dikalangan anak muda gaul, kece, atau ababil, pacaran mungkin menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan. Kalo nggak punya pacar harga dirinya bisa turun, dianggap nggak laku, dibully sama temen, kesepian, dan semacamnya. Kalo punya pacar cantik/ganteng bisa buat pamer ke temen-temennya, apalagi kalo kaya, wuiihhh.... bangga... tapi kalo jelek, ya gapapa lah.. yang penting punya pacar. Ya nggak? hehehe... :p

Tapi berhubung mereka masih ababil, belum bisa berkomitmen, pacarannya ya tarik ulur. Kalo digombalin happy, kalo ada masalah kecil langsung berantem, dikit-dikit ngambek, dikit-dikit ngancem. Katanya sih cinta, tapi gampang banget nyakitin pasangannya, gampang banget nyuruh-nyuruh, minta ini itu.. Oh come on guys.... -_-

Kalo yang ada di gambar di atas, itu salah satu contoh yang aku yakin seriiiing banget terjadi di kalangan remaja ababil. Termasuk gue sendiri. Hahaha.... :p  *tapi itu kan dulu*

Banyak banget dikalangan mereka kalo lagi berantem, sama-sama keras kepala dan egois, dan dengan mudahnya bilang "yaudah, jangan nyariin aku lagi", "jangan tungguin aku lagi", "jangan hubungin aku lagi", dst. Lupa apa janjinya di awal jadian bakal cinta sampe mati, akan terus membahagiakanmu hingga nafas terakhirku, kalopun kamu nikah lagi aku bakal tetep sendiri tungguin kamu balik sama aku, dll.. hueekksss....

Dan jika setelah terlontar kata-kata itu, putus kan berarti, lalu si doi buru-buru cari pacar lagi, dan dalam hatinya bilang "sukurin, gue cari pacar lagi, salah sendiri napa dulu sakitin gue, nggak perjuangin gue, yaudah gue cari pacar lagi, buat tunjukin ke dia kalo gue udah move on, gue nggak butuh dia, bla bla bla". Is it right? :v

The story is soooooo mainstream guys.. wkwkwk...

Duhai adik-adikku sayang, jangan pacaran kalo cuma karena gengsi, jangan pernah pacaran jika kamu tak yakin kamu bisa terus membahagiakannya, jangan pernah pacaran kalau nantinya kamu hanya akan meninggalkannya.

Kalau kamu perempuan, jadikanlah dirimu perempuan berharga, perempuan mahal, yang tak bisa dibeli hanya dengan janji-janji palsu. Jangan serahkan harga dirimu secara cuma-cuma kepada laki-laki pengecut. Yang hanya akan merayumu, bersenang-senang denganmu, lalu menyakitimu dan meninggalkanmu. Dirimu terlalu berharga untuk dijadikan piaraan dan barang pameran. 

Jika kamu laki-laki, jadikanlah dirimu laki-laki berharga, laki-laki mahal, yang tak akan berlutut pada perempuan murahan. Kamu bisa dapetin yang sejuta kali lebih baik dari perempuan incaranmu itu saat ini, jika kamu bisa meningkatkan kualitas dirimu. Karena laki-laki tidak dinikahi hanya karena ketampanannya, melainkan lebih karena kualitas dirinya. 

Gue pernah dapet teks kayak gini..
Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata: "Jika seorang wanita menangis karena disakiti oleh pria, maka setiap langkah pria tersebut dikutuk oleh para malaikat".
Lo mau dikutuk oleh malaikat? Malaikat itu makhluk yang paling suci loh.. yang doanya pasti didengarkan Allah..

Kalo gue sih pengennya dapet suami laki-laki tangguh.. maka dari itu gue harus jadi perempuan tangguh dulu. Gue pernah dapet quote kayak gini:
Kalau kamu menginginkan suami secerdas Habibie, maka kamu harus sepintar Ainun.
Kalau kamu menginginkan suami sekuat Ali, maka kamu harus setegar Fatimah


Dan menurut gue cinta sejati itu kayak gini:
"Kunikahimu tidak untuk kusakiti, tapi pahala syahid diberi syafaat untuk 70 keluarganya, dan ku ingin engkau mendampingiku di surga.."
So sweet... :')


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar