Alhamdulillahirrobbil'alamin.........
Sebelum menulis menulis post ini, izinkan aku terlebih dahulu memanjatkan puji syukur sebanyak-banyaknya kehadirat Allah SWT, karena atas kuasa-Nya lah aku dapat menyelesaikan pendidikan S1 ku dengan baik.
Sebelumnya, aku sempat pesimis dapat menyelesaikan studiku lebih cepat dan dapat mengikuti wisuda gelombang pertama yang akan dilangsungkan bulan maret 2015 besok, karena mengingat skripsiku sampai H-7 penutupan pendaftaran wisuda bahkan belum selesai dan belum mengikuti sidang. Yah, tapi rupanya tangan-tangan Allah bekerja sangat lincah sehingga menghasilkan skenario yang indah hingga hanya dalam waktu 7 hari saja aku bisa menyelesaikan segala prosesnya hingga bisa mendaftar wisuda gelombang pertama. Alhamdulillah....
Hari jumat kemarin, pukul 11.15, aku baru menyelesaikan sidang skripku, alhamdulillah tanpa revisi yang berarti sehingga aku bisa langsung meminta ttd pengesahan. Kalau dipikir sangat mustahil aku bisa lulus tanpa revisi dengan nilai sempurna mengingat jatuh bangunnya perjuanganku selama penelitan, kesalahan-kesalahanku sebelum sidang sampai harus revisi berkali-kali, dan persiapanku yang bisa dibilang seadanya sampai aku sangat takut menghadapi sidang mengingat persiapanku yang sangat kurang. Namun, ternyata Allah membantuku dengan caranya yang indah, aku tak menghadapi kesulitan apapun selama sidang berlangsung, semuanya lancar, bahkan aku memperoleh pujian karena dataku luar biasa, sampai pembimbing meminta dataku untuk beliau olah lagi sebagai bahan desertasinya. Bahkan beliau ingin mengikutsertakanku dalam publikasi internasionalnya. Alhamdulillah....
Hari sabtu aku menyelesaikan jurnal publikasiku serta merapikan kembali naskah skripsiku untuk kemudian aku masukkan ke percetakan hardcover, hari ini adalah ujian pertamaku, ternyata listrik di percetakan mati seharian sehingga hardcoverku belum bisa dikerjakan, ya sudah aku berdoa saja pada Allah semoga dilancarkan. Hari Minggu, aku menerima email balasan dari editor jurnalku untuk revisi jurnal, dan hari ini pula aku mengambil hardcover skripsiku di percetakan.
Hari Senin, pukul 8 pagi, aku sudah meletakkan hardcover di meja pimpinan tim skripsi untuk minta ttd pengesahan. Namun hari ini ternyata pimpinan skripsi tidak hadir sehingga hardoverku belum ditandatangani. Hari ini pula aku membantu sahabatku yang sedang melaksanakan ujian, mulai dari memesan makanan, mempersiapkan multimedia, sampai mempersiapkan berkas-berkasnya. Aku harus pontang-panting hari ini karena temenku itu bisa dibilang orangnya nyantai sehingga banyak sekali persiapan yang tercecer. Ini adalah ujian keduaku. Ditengah capek-capeknya aku bantuin temanku itu, tiba-tiba editor mengirim pesan supaya aku kerumahnya untuk mengedit naskah publikasiku lagi, sekaligus minta ttd. Rumahnya di Klaten, 2 jam perjalanan dari rumahku. Maka sore itu pun aku meluncur ke rumahnya memperjuangkan studiku, alhamdulillah lancar.
Hari Selasa, setelah jurnalku ditandatangani editor, hari ini aku bermaksud meminta ttd pimpinan redaksi jurnal, namun ternyata hari ini bukanlah hari keberuntunganku. Pimpinan redaksi tidak hadir ditempat sehingga lebar pengesahan harus ditinggal. Pimpinan redaksi juga tidak hadir lagi hari ini, sehingga hardcoverku belum ditandatangani juga, padahal deadline tinggal 3 hari lagi. Ini adalah ujian ketigaku.
Hari Rabu, hari ini adalah harapanku karena jika hari ini hardcoverku tidak di ttd aku mustahil bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya. Doa terus mengalir dari bibirku, aku tetap khusnudzon pada Allah dan yakin hari ini semuanya akan kelar. Aku menunggu sampai siang namun belum ada kejelasan apakah pimpinan skripsi akan datang, jadi aku memutuskan utnuk menemui pimpinan redaksi jurnal dulu. Setibanya di RSDM, ternyata pimredku masih mengikuti seminar, jadi aku harus menunggu beliau selesai, saat itu masuklah pesan temanku yang mengabarkan bahwa pimpinan skripsi sudah datang dan hardcoverku sudah di ttd. Antara bersyukur dan bingung, siapa yang akan mengambil hardcoverku. Alhamdulillah saat itu ada seorang teman yang menawakan bantuan mengambilkan hardoverku untuk dimintakan ttd kaprodi. Dan alhamdulillah lagi saat itu kaprodi hadir jadi pengesahanku hari itu juga bisa lengkap dan bisa langsung didistribusi. Hari itu adalah hari keberuntunganku. Sekembalinya dari RSDM dengan membawa pengesahan jurnal, aku langsung menuju ke bagian IT fakultas untuk memproses jurnalku. Setelah itu aku segera membuat CD dan menjilid naskah publikasi beserta bukti-bukti untuk kemudian didistribusi. Dan hari itu aku berhasil menyelesaikan 6 dari 8 bagian distribusi. Alhamdulillah.
Hari Kamis, H-1 penutupan pendaftaran wisuda, aku berharap hari ini transkrip nilai skripsiku sudah jadi dan bisa diambil, karena hari ini aku bisa menyelesaikan distribusiku. tapi ternyata transkripku belum dibikin... satu lagi ujian untukku. Aku berjuang agar transkrip nilaiku segera diterbitkan, dan alhamdulillah berhasil, tinggal minta ttd pimpinan skripsi, tapi ternyata pimpinan skripsi hari ini tidak hadir karena marah besar. Beliau marah karena ada mahasiswa yang ngeburu-buru beliau, memaksa beliau mengeluarkan transkrip nilai padahal syaratnya belum lengkap. Karena kemarahan itulah justru pimpinan skripsi menolak menandatangangani semua surat yang ada di mejanya. Ini adalah ujian terberatku.. Padahal tinggal H-1, dan kuota tinggal 52 orang dari 1500 kursi yang disediakan. Seolah-olah aku putus harapan hari ini, bahkan sempat terpikir olehku untuk nikah saja, tapi alhamdulillah teman-temanku menguatkanku sehingga aku bisa tetap berkhusnudzon pada Allah dan terus berdoa...
Jumat, hari terakhir, aku sungguh berharap hari ini adalah hari Jumat berkah. Pagi-pagi aku sudah bersiap untuk berangkat, ini hari terakhir, pikirku, hari terakhir harus maksimal, tidak ada yang boleh disesali, berhasil tidak berhasil, perjuangan hari ini adalah saksi kesungguhanku dalam berikhtiar. Pukul 7.30 aku sudah standby di depan kantor skripsi, padahal bukanya masih pukul 8. Aku menunggu hingga pukul 9 pimpinan skripsi datang dan menandatangani transkrip nilaiku. Setelah itu aku mengurus administrasi lain di KBK, kemudian ke pendidikan, ke KBK lagi, ke kaprodi, lalu ke perpus pusat, lalu balik ke kaprodi lagi. Aku semangat sekali hari itu. Walaupun ada salah satu nilaiku yang belum keluar di KHS karena system error, dan petugas bilang saat itu web universitas sedang down sehingga tidak bisa memproses dataku untuk diperbaiki, namun aku tidak patah semangat sambil terus berdoa supaya web universitas dapat berjalan lagi, alhamdulillah doaku terkabul dan dataku bisa diproses. Pukul 11.30 aku iseng membuka web wisuda, ternyata kuota yang tersedia tinggal beberapa belas orang saja. Aku panik, padahal administrasiku belum selesai, lalu aku nekat pergi ke bank untuk membayar wisuda. Aku hanya tidak bisa diam menunggu sambil pasrah menerima keadaan saat masih ada kesempatan. Hanya itu yang ada di pikiranku. Pukul 12.00 aku selesai membayar wisuda, langsung online mengisi database wisuda, saat itu salah seorang temanku memberitahukan kuota hanya tersisa 3 orang. Setelah aku input data, aku reload ternyata namaku berhasil masuk portal wisuda, dan ternyata aku adalah pendaftar terakhir, pendaftar ke 1500. Alhamdulillah....... antara nangis dan tertawa, antara haru, kaget, sedih, seneng, bingung, semua perasaan campur aduk jadi satu. Sampai aku nge-lag beberapa saat. Aku masih ragu, apakah aku benar-benar bisa mendaftar atau tidak, padahal aku belum menyelesaikan administrasi, SKL ku belum ditandatangani pembantu dekan 1, aku juga belum melengkapi berkas ke kantor pendidikan pusat. Lalu aku pun menanyakan kejelasannya pada bagian-bagian tersebut. Dan alhamdulillah ternyata aku tetap diizinkan ikut wisuda karena sebenarnya administrasiku sudah selesai, hanya karena belum di ttd saja aku belum bisa mengambil, itu bukan kesalahanku, dan aku masih diizinkan verifikasi dan melengkapi administrasi hari senin besok. Alhamdulillah.....
Sekali lagi, ini adalah hal yang mustahil terjadi bila tanpa campur tangan Allah.... Hanya dalam waktu 7 hari saja, sejak ujian sidang skripsi sampai daftar wisuda, mengingat teman-temanku ada yang sampai memakan waktu lebih dari 1 bulan. Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam...
Sabtu, 07 Februari 2015
Keajaiban semester tua

Scriptsweet~ (3)
Bismillahirrohmanirrohim...
Proposal pernikahan pertamaku
Dia adalah pria kesebelas yang berniat memintaku untuk menjadi istrinya, beberapa hari lalu. Hmm.... kesebelas? Yaa.... lamaran datang padaku pertama kali saat usiaku 18 tahun, waktu itu aku masih kekanak-kanakan jadi sama sekali belum memikirkan pernikahan, jadi setiap pemuda yang datang bermaksud meminangku langsung kutolak mentah-mentah. Namun karena sekarang usiaku sudah menginjak 21 tahun, sudah seharusnya aku mampu bersikap sedikit dewasa dan belajar sedikit menghargai itikad baik pemuda-pemuda itu dengan mulai membuka pintu. Nah pada akhirnya, ada satu lagi ajakan ta'aruf datang, kali ini tidak langsung kutolak seperti yang lalu-lalu, namun kumunta dahulu proposal pernikahannya untuk mengetahui bagaimana dirinya.
Kuterimalah proposal pernikahan pertamaku, datang dari seorang ikhwan kakak tingkatku yang sungguh tidak kuketahui sama sekali sebelumnya. Sebelum kubaca proposalnya, aku sudah berkhusnudzon padanya dengan tetap sholat istikharoh memohon petunjuk Allah SWT, namun setelah beberapa kali ternyata aku tetap tidak diberikan kemantapan hati, Akhirnya, aku baca proposalnya untuk mengetahui kenapa aku tidak diberikan kemantapan. Ternyata benar, dia tidak seperti harapanku.
Proposalnya sangat sederhana, mungkin bisa dibilang sangat kurang, hanya 6 lembar saja untuk standar proposal pernikahan yang biasanya lebih dari 10 lembar. Isinya hanya poin-poin, tanpa narasi, tanpa esensi, bahkan aku tidak mendapatkan gambaran utuh tentang dirinya. Sepertinya dia tidak serius ketika membuat proposal itu, padahal proposal pernikahan itu begitu penting bagi calon untuk saling mengenal. Jika dia memang serius menikah, seharusnya dia juga serius membuat proposal nikah.
Selain itu, poin yang disampaikan pada proposalnya hanyalah kelemahan dia saja, di mataku, sedikitpun aku tidak melihat suatu kelebihan dirinya yang bisa membuatku kagum. Dia memang menuliskan beberapa sifatnya yang menonjol, tapi bagiku, "itu bukan gue banget". Pemikirannya terlalu muluk, bagiku tidak realistis, mungkin memang tidak salah memiliki mimpi yang tinggi, tapi mungkin karena tidak ada deskripsi langkah apa yang sudah dia capai untuk meraih mimpi tersebut, itu merupakan hal yang mustahil. Selain itu dia juga suka merenung, aku benci perenung, cukuplah mengambil hikmah tanpa perlu merengungi terlalu lama, karena yang kita perlu adalah aksi nyata. Dia juga mengatakan dirinya keras kepala, kurang disiplin, berantakan, tidak mudah bergaul, dan apatis. Oh man......... dengan sifatnya yang seperti itu pantas tidak dia memiliki mimpi yang terlalu muluk?? Dia bukan lagi pemimpi, tapi pengkhayal.
Di poin selanjutnya, tanpa mengulas dirinya lebih lengkap, dia langsung menulis kriteria pendamping hidup yang dia inginkan. Dan kriterianya itu SEMPURNA. Wanita shalehah tanpa cela, taqwa, dan berakhlak mulia, cantik, bisa mengurus rumah dengan baik, mau memiliki banyak anak, qana'ah, mau hidup susah karena disitu dikatakan penghasilannya tidak menentu, tidak memiliki riwayat penyakit keluarga, sabar, pandai bermasyarakat, dll. Padahal di proposalnya, sama sekali tidak dijelaskan apa saja kelebihannya, bagaimana akhlaknya, apa saja pencapaiannya, bagaimana perilakunya terhadap keluargan dan teman-temannya, dan foto yang disertakan disitu juga sama sekali tidak menarik. Dan akhirnya dia menjadi salah satu deretan panjang pemuda yang tertolak. Wkwkwkwk....
Inilah bro..... setidaknya, kali ini aku belajar bagaimana membuat proposal pernikahan yang baik dan mampu membuat calon tertarik pada diri kita, bukan malah illfeel.
Selasa, 27 Januari 2015
Scriptsweet~ (2)
Di posting tentang skripsi yang kedua ini, saya tidak ingin membahas tips dan trik cepet selesai skripsi lagi, tapi saya ingin membahas bagaimana agar jujur dalam skripsi.
Sudah bukan menjadi fenomena yang dianggap tabu ketika mahasiswa melakukan kecurangan-kecurangan selama kuliah, mulai dari mencontek, titip absen, memalsukan ttd dosen, sampai skripsi pun masih kental dengan kecurangan-kecurangan. Bukan hanya memalsukan data, memalsukan ttd pembimbing/penguji bahkan memalsukan proses skripsi menjadi suatu yang lazim terjadi.
Miris memang, merujuk pada "idealisme mahasiswa", salah satu elemen masyarakat yang sangat kental dengan semangat gelora jiwa mudanya, serta intelektualitasnya yang bisa dibilang lebih tinggi dari strata masyarakat lain, namun fenomena kotor ini justru membaur dalam kesehariannya.
Beberapa contoh yang aku temui sendiri di lapangan:
1. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari sampel penelitiannya, pada akhirnya data sampel dipalsukan
2. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari jurnal referensi penelitian, pada akhirnya blog dan referensi populer pun dipakai
3. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari ttd pembimbing/penguji/validator/editor jurnal, pada akhirnya ttd dipalsukan
4. Ada mahasiswa yang belum lengkap mengajukan syarat-syarat ujian skripsi, tapi sudah minta lembar penilaian dengan menipu bagian administrasinya
5. Ada mahasiswa yang tidak ujian tapi mengisi sendiri nilainya di lembar penilaian kemudian dikumpulkan
6. dan lain lain
Hmm........ mas bro dan mbak sist para civitas akademika cendekiawan muda indonesia, pantas nggak sih perbuatan-perbuatan kotor itu dilakukan? Katakanlah memang hal itu tidak merugikan orang lain, tapi bro, yang namanya curang itu ya tidak halal. Sekecil apapun tetap diperhitungkan bro...
Skripsi adalah salah satu pintu gerbang menuju sarjana, dengan lulusnya skripsi otomatis gelar sarjana sudah anda peroleh. Kalau cara untuk memperoleh gelar saja tidak halal, padahal gelar itu akan kamu pakai untuk melamar pekerjaan, dan dari pekerjaan itu kamu mendapatkan uang untuk menghidupi keluargamu, kamu mau uang hasi jerih payahmu menjadi tidak halal???
Baiklah mas bro dan mbak sist, kalau sudah terlanjur yasudah, monggo sama-sama bertaubat, mohon ampun sama Allah SWT, yang penting sudah tau madharatnya dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau belum terlanjur monggo dijaga langkahnya supaya tidak terperosok dalam kecurangan. Caranya ya dengan tidak menjadi deadliner, karena biasanya akal licik muncul dalam keadaan sudah terdesak.
Soal Tes Masuk Kuliah Kedokteran
Melihat arus blog ini, kok banyak ya mencari lewat keyword "soal tes masuk kuliah kedokteran"? Berarti fenomena masyarakat ini masih linier, kedokteran masih dijadikan peringkat pertama idola siswa-siswi SMA yang ingin melanjutkan kuliah. Yup! Untunglah pilihan kalian tidak salah.... :)
Memang hanya orang-orang terpilih saja yang terpanggil hatinya untuk menjadi dokter. Eaaakkk.... :p
Ditengah isu-isu belakangan ini yang banyak menyudutkan profesi dokter, ternyata masih banyak saja yang ingin menjadi dokter. Mungkin beberapa termotivasi karena ingin memperbaiki sistem kesehatan yang bobrok ini kali ya, dan mungkin sebagian lagi ingin memperbaiki kinerja dokter yang katanya sangat tidak profesional itu.
Oke, kembali ke fokus permasalahan, soal tes masuk kedokteran.
Wahai adik-adikku, tidak ada soal khusus yang dipersiapkan untuk calon dokter. Soalnya sama saja dengan jurusan lain, lha wong ujiannya juga sama. Sekarang mau kuliah jurusan apapun pintu masuknya cuma satu adik-adik, yaitu SBMPTN, dan kawan-kawannya. Jadi kalau kalian ingin masuk kedokteran, belajar yang rajin ya, supaya kalian bisa mengerjakan soal-soal itu.
Baca juga:
1. Tips dan trik lolos ujian masuk kedokteran
2. Biaya kuliah kedokteran dari waktu ke waktu
3. Cerita kehidupan mahasiswa kedokteran
Jodoh online
http://setipe.com/register/?refcode=mOQIS7
Kamis, 22 Januari 2015
Blok Elektif Gizi Klinik
Kucing :3
Setiap kali aku pulang ke rumah, kalian langsung lari-lari menghampiri, mengeong manja, minta dibelai, sepertinya kalian begitu tahu penat dan lelahku hari ini sehingga kalian ingin sekali menghapusnya.
Setiap aku belajar, atau ngerjain tugas, atau revisi, kalian selalu menemani. Tidur melingkar-lingkar disekitarku, kadang untel-untelan minta dipangku semua. Tak beranjak sedikitpun, walau katakanlah aku ngerjainnya dari pagi sampe pagi lagi.
Kalian selalu mengikutiku kemana-mana. Ke warung, ke masjid, ke rumah simbah, dll. Kalian selalu mengekor sampe aku terkenal sekampung. Hehehe.. walaupun aku naik sepeda sekalipun, kalian tetap setia lari-lari dibelakang.
Kamu :)
adalah orang yang bisa menahan amarahnya. Tiap berbicara denganmu aku belajar menahan amarahku.
Walaupun kita bisa membuka aib seseorang, atau membalas menghinanya karena dia terlebih dahulu menghina kita, tapi kalau kita menahannya dan memaafkannya, maka Allah akan menutup aib kita dan tidak akan menghinakan kita di hari peradilan nanti.
Kita boleh boleh saya ngeyel atau kritis tapi sebatas untuk mengetahui kebenaran, bukan untuk menolak kebenaran.
Kadang sombong, riya’, ujub, begitu lekat dalam perbuatan dan perkataan sehari-hari. Bahkan sampai tak disadari. Tapi itu tanpa sengaja melukai orang-orang disekitar kita.
Selasa, 13 Januari 2015
IMPLEMENTASI IDEALISME DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Selasa, 16 Desember 2014
Teruntuk cowok-cowok cakep
Selasa, 02 Desember 2014
Scriptsweet~
Hello niestarry lovers, udah lama nungguin postingku yah?? hahaha... maap banget nih lama nggak blogging karena sibuk scriptsweet alias skripsian. wkwkwk... :p
Nah, mumpung lagi skripsian, kali ini aku akan berbagi sedikit cerita tentang skripsi di fakultas kedokteranku tercintah ini.. :)
Skripsi, merupakan tugas besar sebagai syarat bagi setiap mahasiswa S1 yang pengen wisuda. Disini skripsi bobotnya 5 SKS. Lumayan gede lah... tapi nggak usah khawatir, skripsi nggak sebegitu nyeremin kok..
Sebelum mulai skripsian, kita dibekali dengan kuliah metodologi penelitian di semester 5. Setelah itu semester 6 diadakan ujian metodologi penelitian, ujian ini bobotnya 2 SKS. Jika lulus (minimal nilai B) kalian boleh cari-cari judul skripsi. Nah, untuk penentuan judul skripsi dan konsultasi, akan dibagi validator yang akan mengampu kalian. Satu validator untuk 7 - 8 mahasiswa. Setelah kalian konsultasikan judul kalian ke validator dan judul kalian divalidasi, kalian akan direkomendasikan ke bagian yang sesuai dengan judul kalian. Disini, kepala bagian akan menunjuk salah satu dosen di bagian tersebut untuk menjadi pembimbing utama kalian. Setelah dosen pembimbing utama ditentukan, kalian tinggal mencari dosen pembimbing pendamping, penguji utama dan penguji pendamping. Setelah itu kalian bisa langsung mulai berkonsultasi tentang proposal penelitian dengan pembimbing kalian.
Konsultasi pembimbing, minimal 4 kali untuk masing-masing pembimbing. Setelah 4 kali konsultasi, kalian baru bisa menyerahkan proposal penelitian ke bagian skripsi untuk disetujui melaksanakan ujian proposal.
Pada waktu ujian proposal, yang perlu kalian persiapkan adalah proposal penelitan kalian yang telah ditandatangani oleh keepat pembimbing-penguji dan telah divalidasi oleh validator, slide presentasi, LCD proyektor, leptop dan snack.. :)
Setelah ujian proposal, jika direvisi, maka kalian harus menyelesaikan revisi tersebut dan menyerahkan hasil revisian ke bagian skripsi, kemudian kalian boleh meminta dibuatkan surat ijin penelitian. Oh iya, jika penelitian kalian melibatkan manusia, maka kalian juga harus membuat ethical clearance. Setelah surat ijin penelitian dan ethical clearance kalian fix, kalian boleh melakukan penelitian. Sekali lagi, jika subyek penelitian kalian adalah manusia, kalian juga harus membuat informed consent.
Karena belibetnya proses pre-penelitian ini, saya sarankan untuk tidak menunda-nunda waktu skripsi. Karena kita nggak pernah tahu apakah administrasinya akan mulus atau sama belibetnya, apakah dosen pembimbing mudah ditemui untuk konsultasi, apakah proposal kita langsung layak uji atau harus melalui serangkaian proses revisi, dan apakah penguji kita mudah dimintai jadwal ujian dan tidak bentrok antara satu dosen dengan dosen lainnya.
Fiuh...
Akhirnya, sekian dulu tulisan tentang skripsi saya, karena saat ini saya juga masih dalam tahap penelitian.. hehehe... ternyata penelitian juga lama dan belibet..
insyaallah lain waktu akan saya sambung lagi ceritanya jika saya sudah selesai skripsian. :)
Selasa, 21 Oktober 2014
Ini hijrahku, Insyaallah....
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai anak Adam! Seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa hampir sepenuh isi bumi lalu kamu menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku pun akan mendatangimu dengan ampunan sebesar itu pula” (HR. Tirmidzi dan beliau nilai derajatnya hasan)
Alhamdulillah..
Kubuka tulisan ini dengan menuliskan dua hadits tersebut, hadits yang begitu dalam maknanya untukku. Hadits yang menampar sekaligus memelukku dalam satu waktu.Tak bisa kupungkiri bahwa aku adalah seorang ababil. Yah katanya sih semua orang harus melewati fase ababil dulu untuk menjadi dewasa. Tapi masa ababilku tuh bener-bener menyebalkan. Membuat hari-hariku nggak tenang, nggak bahagia.
Selalu ingin didengarkan tapi nggak mau mendengarkan,
Selalu ingin dimengerti dan dipahami tapi nggak mau mengerti dan memahami,
Suka mengkritik tapi nggak pernah mau menerima kritik,
Suka ngomong seenaknya, nggak peduli situasi dan kondisi perasaan orang yang mendengarkan.
Suka meledak saat itu juga kalo ada sesuatu yang nggak aku suka, ke siapapun, bahkan ke dosen sekalipun.
Astaghfirullahaladzim......
Tapi semua orang pasti memiliki titik terendah dan terburuk dalam hidupnya. Dan di titik itu adalah titik kritis dimana seseorang bisa stagnan dan terus terpuruk dalam keburukannya atau menjadi titik tolak yang bisa membangkitkannya. Alhamdulillah saat di titik kritis itu Allah memberiku petunjuk, bahwa semua yang kulakukan itu salah dan bisa menjadi bumerang di masa depan, untuk itu aku harus berubah, berhijrah..

Setelah niatku bulat, pada awalnya aku memasang target yang mungkin menurut kalian mudah tapi sangat sulit bagiku: "Menjaga lisan". Untuk merealisasikannya aku sebisa mungkin menjauhi sosmed, terutama twitter, pokoknya sebisa mungkin aku nggak ngetweet terutama kalo suasana hati lagi nggak karuan. Perlu dua bulan lebih bagiku untuk bisa mengontrol lisanku. Dan satu bulan pertama tentulah terseok-seok dan sering keceplosan kata-kata ngasal. Dan tentunya setiap keceplosan ada rasa nyesel, nyeseeelll banget kenapa tadi mesti ngomong kayak gitu.
Target keduaku adalan "Menahan Emosi". Kalo orang biasanya meledak-ledak, rasanya gateeelll banget kalo melihat sesuatu yang nggak enak tapi harus diem aja. Tapi emang harus gitu kan. At least menahan sampe emosinya turun baru boleh ngebenerin yang nggak bener itu.Untuk ini aku belajar cuek dan bilang "Yaudah sih, biarin dulu aja.." Ternyata itu efektif. Ternyata sikap cuek itu membantu. Mungkin dulu aku terlalu peka jadi dikit-dikit nggak kepeneran. hehehe..
Dan yang paling penting dalam proses transisi kehidupanku ini adalah teman-temanku yang super sekali. Ucapan terimkasihku kuberikan sebesar-besarnya pada:
1. Teman-teman KKN Vokasi Ngunut, yang udah sabar banget menghadapi tingkahku dan banyak memberi pelajaran hidup. Aris, Alan, Mono, Nur, Tita, Tina, Nurul, dan terutama Amalia Nadifta Ulfa.
2. Teman-teman tutorial A2, yang selama 1,5 tahun membersamai. Kalo dulu aku banyak konflik, tapi karena kesabaran dan pengertian kalian sekarang aku bisa belajar sesuatu. Arga, Tian, Chendy, Itqan, Fikri, Egthe, Sasa, dan terutama Mbak Ais yang pengertian banget dan Fitri Febrianti Ramadhan, yang bener-bener banyak memberiku pengajaran.
3. Teman-temanku partner of crime, yang nyebelin, sekaligus ngangenin, lemot nggak mudhengan tapi sekaligus paling pengertian, yang selalu sederhana dalam pemikirannya yang luar biasa. Dewi Nur Khotimah dan Siti Nur Hidayah.
4. Yang terakhir, yang paling spesial, untuk sahabatku, musuhku, emak dan adikku, Fitria Dewi Larassuci. Entah kenapa lo dihadirkan dalam hari-hari gw. Entah kenapa lo sabar banget dan mau aja ngikutin gw kemana-mana. Entak kenapa mau ikutan kesesatan dan kegokilan gw, sampe keliatan kalo lo sebenenernya lebih gokil dari gw. Akhwat macam apa kau itu... ahahahaha... tapi terimakasih udah mau menemani disaat-saat kritis gw, membantu gw bangkit dari kegelapan *halah opo ki*, ngajakin kajian, ikut lomba2, seminar2, pokoknya kembali ke jalan yang lurus dan membantu menemukan passion gw. Orang yang bisa mengapresiasi gw, walaupun caranya nggak banget, wkwkwk.. Gw yakin dengan sepenuh jiwa raga gw, lo bakal jadi orang besar, at least jadi istrinya orang besar.. ahahaha.. dan gw gak rela ada cowok yang deketin lo kalo dia itu nggak hebat luar biasa sampe bikin gw takjub kaya kekaguman gw ke lo.. *haduh, jadi besar kepala nih kayaknya*
5. Untuk teman-temanku yang lain, orang-orang yang singgah dan pergi dalam hidupku, yang nggak bisa kusebutkan satu per satu. Karena aku yakin setiap yang singgah pada hidup kita itu pasti memberikan pelajaran.
Dan Alhamdulillah sejak proses transisi kehidupanku berlangung aku merasa hidupku tenang, damai, nggak punya musuh, bahagia, berat badan bisa naik, IPK naik, skripsi lancar, temen-temenku nambah, dll. Alhamdulillah banget.. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya.. :)
Sekian dulu tulisanku, semoga aku bisa istiqomah menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin...
Manusia pemakan segala
Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga buka blog setelah sebulan lebih nggak nulis. Kangen juga ternyata. Hehehe... Dalam tulisan kali ini aku ma cerita tentang masa kecilku. Tsaahh....
Dari kecil aku dikenal sebagai anak yang aktif, ceriwis, mau tauu aja urusan orang, sampe gede pun bandelnya masih kelihatan. Hehehe.. tapi untungnya itu berdampak positif buat perkembanganku.
Kemarin sore, aku ngobrol-ngobrol sama tetangga samping rumah (Bu Wiji) sama anaknya yang seumuran denganku dan mau nikah, namanya Nur. Kita ngobrol kesana kemari sampe nostalgia saat kita berdua masih kecil. Hmm... jadi Bu Wiji menceritakan waktu kecil aku suka banget main sama Nur, terutama menumbuk daun Lawsonia inermis L. atau yang biasa dikenal sebagai daun pacar kuku. Hehehe... Beliau kagum kok aku sabar banget pake daun itu sampe kukuku merahnya tahan lama. Terus beliau menceritakan kekonyolan-kekonyolanku yang jarang dilakukan anak seumuranku.
1. Makan sabun
Beliau heran waktu kecil aku suka makan sabun, shampoo, pasta gigi, dll. Hahaha.... Aku jelasin ke beliau kalo aku itu emang orangnya kepo, sama apapun bawaannya pengen tau. Kalo sabun, shampoo, pasta gigi, gitu kan aromanya enak tuh, buah-buahan, yaudah aku penasaran sama rasanya, siapa tau rasa buah juga... eh ternyata rasanya aneh, asem, sepet, pait gimanaa gitu.. sungguh tidak sesuai dengan aromanya.. huh! Kecuali kalo pasta gigi anak-anak, itu rasanya tidak terlalu menipu..
2. Suka ngemut uang logam
Ahahahaha.. kalo ini mungkin nggak cuma aku yang melakukan, anak-anak lain pasti juga pada suka. Uang logam tuh rasanya enak tau, apalagi koin Rp 100 yang gede ada gambar gunungannya itu.. seger banget deh kalo diemut. wkwkwkwk....
3. Minum minyak kayu putih, dan minyak-minyakan lain
Waktu itu aku dibilangin temenku kalo masuk angin minum aja minyak kayu putih, ntar sembuh, katanya rasanya juga seger. Yaudah aku minum aja.. ternyata rasanya hueekk... paiiitt.... nggak sembuh lagi.. -.-
Tapi ternyata it nggak bikin kapok. Beberapa tahun kemudian aku suka coba-coba berbagai macam minyak, mulai dari minyak goreng, minyak kelapa, dll. Aku udah tau semua rasanya.. Hehe..
Tapi yang paling parah itu waktu aku nyobain Safe Care, kan baunya enak tuh, kayak jeruk, aku minum aja, eh ternyata rasanya paaaiiiittt, puedeeess, sampe nangis sendiri, hidung langsung meler semua, sampe kuping-kuping terasa panas.. Kapok deh saya.. hahahaha...
Tapi ngapapa.. keingintahuan itu kan memang harus dipupuk, jadi terbiasa berpikir kritis, dan punya banyak pengalaman.. hahaha... walaupun beberapa ya pengalaman pahit.. Yang penting jatuh, bangkit dan melompatlah lebih tinggi!
Minggu, 14 September 2014
Forget your boyfriend and make your self amazing!
Semakin kesini, semakin membuatku bersyukur pernah membuat keputusan itu. Semenjak aku memilih untuk tidak pacaran, satu per satu hal yang membahagiakan datang. Mungkin karena aku lebih bebas menjadi diriku sendiri, tak khawatir diatur-atur oleh pacar atau perkewuh kalau jadi lebih hebat darinya. Hehehe....
Memang benar apa katanya: "Lebih baik sendiri daripada menghamba pada orang yang tidak menghormati kepribadian kita"
Jumat, 05 September 2014
Kado ultahku
Alhamdulillah.. hari ini Allah masih memberikanku kesempatan untuk membuka mata di tahun ke 21 kehidupanku. Ultah kali ini berbeda, ultah kali ini istimewa. Ada yang membuat sedih, marah, tapi banyak yang membuat bahagia.
Ada sesuatu yang berbeda di ulang tahun kali ini, jika di tahun-tahun sebelumnya aku amat senang mendapatkan hadiah darinya, kali ini aku menolak hadiah pemberiannya. Kali ini aku merasa benar-benar terhina saat dia memesankan hadian ulang tahun untukku, walaupun itu adalah J'Co, donat kesukaanku. Aku nggak ngerti apa modusnya memberikanku hadiah itu, intinya aku merasa terhina. Selama pacaran dia belum pernah sekalipun membelikanku donat itu, tapi kenapa setelah dia memiliki orang lain malah membelikanku? Apakah pacarnya tau? Jika tau mana mungkin pacarnya mengizinkan? Jika tidak tau, aku tak ingin menyakitinya, aku tak ingin menjadi orang ketiga, aku tak ingin mendapatkan perhatian darinya dibelakang pacarnya. Aku bukan cewek murahan. Aku bukan perempuan yang akan luluh hatinya dengan hadiah-hadiah, pujian, atau rayuan.
Di hari ini pula, ayah ibuku mengucapkan selamat di hari yang tepat, tidak mundur satu-dua hari seperti biasanya, mereka juga mendoakanku. Mereka ada waktu untukku, mereka menyempatkan menghabiskan hari bersamaku, tak seperti tahun-tahun yang lalu yang mereka lupa saking sibuknya.
Hari ini, aku sadar semua temen-temanku mencintaiku. Mereka mengikutiku kemana-mana, ngurusin skripsi, facial, jajan pempek, makan sushi, dan semua hal yang ingin aku lakukan, mereka mau menemani. Mereka membuat hari ini spesial.
Dan hari ini, banyak sahabat yang menasehatiku, memotivasi dan mendoakanku untuk menjadi lebih dewasa, untuk menjadi lebih baik, dan untuk menjadi muslimah secara kaffah.
Mungkin hari ini adalah ultah terindah dalam hidupku.
Sabtu, 30 Agustus 2014
Trip to Telaga Sarangan
Kemarin, aku, Fitria dan adiknya, Saskia, main bareng ke Sarangan. Ini pertama kalinya buat mereka. Kebetulan si Saskia keterima di UNDIP dan mumpung masih liburan mereka main-main lah ke Solo, nah karena mereka turis from Bogor, yasudah aku temenin mereka jalan-jalan ke sekitar Solo. Dan Saranganlah tujuan kami saat itu.
Sarangan adalah sebuah telaga alami yang terletak di lereng Gunung Lawu, tepatnya di kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Menurut legenda, sarangan terbentuk akibat perbuatan dari sepasang suami istri yaitu Nyi Pasir dan Ki Pasir yang marah lantaran dirinya berubah menjadi naga. Mereka berdua marah dan menantang dewata dengan menggempur gunung hingga membentuk cekungan besar yang akhirnya terisi air hujan.
Telaga Sarangan sangat indah, dan hawa sejuk pegunungan menambah nikmatnya jalan-jalan hari itu. Suhu disana pukul 14.00 siang saat itu adalah 18 derajat celcius. Kebayang kan gimana dinginnya.. hehehe...
Selanjutnya, kami berbelanja merchandise yang cantik-cantik dan murah-murah disana. Contohnya topi rajut yang aku beli ini harganya hanya Rp. 10.000,00, dan sweater rajut yang dipakai Saskia itu harganya cuma Rp. 35.000,00. Murah kan?




































