Karena kekayaan sesungguhnya adalah ilmu, maka abadikanlah ilmumu dengan menuliskannya -niestarry-
RSS
Tampilkan postingan dengan label tips and trick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips and trick. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Memperbaiki Jodoh


Menganalisa tulisan sebelumnya tentang jodoh dan takdir, maka dapat diketahui bahwa jodoh adalah ketetapan Allah SWT yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz jauh sebelum dunia seisinya ini tercipta. (Tulisan tentang jodoh adalah ketetapan dapat dibaca disini). Nah, namun karena apapun yang tertulis di Lauhul Mahfudz termasuk takdir mu'allaq (takdir tergantung) maka jodoh masih bisa diusahakan. (Tulisan tentang macam-macam takdir dapat dibaca disini).

Allah SWT berfirman dalam Q.S. An Nuur ayat 26:
ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ
Artinya: Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).

Mengkaji ayat tersebut, telah jelas tertulis bahwa jodoh itu menyesuaikan, jodoh adalah cerminan dari diri kita. Bila kita baik, maka jodoh kita akan baik juga. Namun bagaimana dengan takdir???

Misalnya Allah SWT memang telah menjodohkan fulan dengan fulanah sejak di Lauhul mahfudz, namun ternyata fulanah adalah perempuan yang shalihah sedangkan fulan adalah laki-laki berandal, mungkinkah mereka berjodoh? Bagaimana dengan janji Allah SWT yang tertulis dalam kitabnya???

Bingung yah?

Tau tidak, jodoh itu memiliki feromon yang mirip, bersifat seperti magnet yang akan selalu tarik-menarik.  Jika kasusnya seperti fulan dan fulanah, tergantung siapa yang kuat menarik. Jodohnya tetep fulan dengan fulanah namun salah satu dari mereka akan menyesuaikan dengan pasangannya. Jika iman fulanah kurang kuat dan terlanjur cinta sama si fulan ya si fulanah akan jadi ikutan jelek, mengikuti jejak si fulan. Tapi jika si fulanah tetep istiqomah, maka si fulan bakal tertarik juga... nggak ada sebab musabab tiba-tiba cahaya hidayah mampu menggerakkan hati fulan untuk menjadi lebih baik, Allah lah yang akan memantaskannya, jadi si fulan lah yang akan menyesuaikan fulanah, menjadi pasangan yang sama-sama baik.

Nah, jadi siapapun jodoh kita, kalau bisa kita harus tetep jadi orang baik. Jangan sampai justru kira yang tertarik ke arah yang nggak baik. Kita harus tetap mengikatkan kualitas kualitas diri kita, dan kualitan iman kita. Insyaallah jodoh kita nanti juga akan menyesuaikan kita. Maka dari itu yuk perbaiki jodoh kita.. :)

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selasa, 27 Januari 2015

Scriptsweet~ (2)

Di posting tentang skripsi yang kedua ini, saya tidak ingin membahas tips dan trik cepet selesai skripsi lagi, tapi saya ingin membahas bagaimana agar jujur dalam skripsi.

Sudah bukan menjadi fenomena yang dianggap tabu ketika mahasiswa melakukan kecurangan-kecurangan selama kuliah, mulai dari mencontek, titip absen, memalsukan ttd dosen, sampai skripsi pun masih kental dengan kecurangan-kecurangan. Bukan hanya memalsukan data, memalsukan ttd pembimbing/penguji bahkan memalsukan proses skripsi menjadi suatu yang lazim terjadi.

Miris memang, merujuk pada "idealisme mahasiswa", salah satu elemen masyarakat yang sangat kental dengan semangat gelora jiwa mudanya, serta intelektualitasnya yang bisa dibilang lebih tinggi dari strata masyarakat lain, namun fenomena kotor ini justru membaur dalam kesehariannya.

Beberapa contoh yang aku temui sendiri di lapangan:
1. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari sampel penelitiannya, pada akhirnya data sampel dipalsukan
2. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari jurnal referensi penelitian, pada akhirnya blog dan referensi populer pun dipakai
3. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari ttd pembimbing/penguji/validator/editor jurnal, pada akhirnya ttd dipalsukan
4. Ada mahasiswa yang belum lengkap mengajukan syarat-syarat ujian skripsi, tapi sudah minta lembar penilaian dengan menipu bagian administrasinya
5. Ada mahasiswa yang tidak ujian tapi mengisi sendiri nilainya di lembar penilaian kemudian dikumpulkan
6. dan lain lain

Hmm........ mas bro dan mbak sist para civitas akademika cendekiawan muda indonesia, pantas nggak sih perbuatan-perbuatan kotor itu dilakukan? Katakanlah memang hal itu tidak merugikan orang lain, tapi bro, yang namanya curang itu ya tidak halal. Sekecil apapun tetap diperhitungkan bro...

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ 
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS Az Zalzalah : 8)

Skripsi adalah salah satu pintu gerbang menuju sarjana, dengan lulusnya skripsi otomatis gelar sarjana sudah anda peroleh. Kalau cara untuk memperoleh gelar saja tidak halal, padahal gelar itu akan kamu pakai untuk melamar pekerjaan, dan dari pekerjaan itu kamu mendapatkan uang untuk menghidupi keluargamu, kamu mau uang hasi jerih payahmu menjadi tidak halal???

Baiklah mas bro dan mbak sist, kalau sudah terlanjur yasudah, monggo sama-sama bertaubat, mohon ampun sama Allah SWT, yang penting sudah tau madharatnya dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau belum terlanjur monggo dijaga langkahnya supaya tidak terperosok dalam kecurangan. Caranya ya dengan tidak menjadi deadliner, karena biasanya akal licik muncul dalam keadaan sudah terdesak.


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Soal Tes Masuk Kuliah Kedokteran


Melihat arus blog ini, kok banyak ya mencari lewat keyword "soal tes masuk kuliah kedokteran"? Berarti fenomena masyarakat ini masih linier, kedokteran masih dijadikan peringkat pertama idola siswa-siswi SMA yang ingin melanjutkan kuliah. Yup! Untunglah pilihan kalian tidak salah.... :)

Memang hanya orang-orang terpilih saja yang terpanggil hatinya untuk menjadi dokter. Eaaakkk.... :p
Ditengah isu-isu belakangan ini yang banyak menyudutkan profesi dokter, ternyata masih banyak saja yang ingin menjadi dokter. Mungkin beberapa termotivasi karena ingin memperbaiki sistem kesehatan yang bobrok ini kali ya, dan mungkin sebagian lagi ingin memperbaiki kinerja dokter yang katanya sangat tidak profesional itu.

Oke, kembali ke fokus permasalahan, soal tes masuk kedokteran.
Wahai adik-adikku, tidak ada soal khusus yang dipersiapkan untuk calon dokter. Soalnya sama saja dengan jurusan lain, lha wong ujiannya juga sama.  Sekarang mau kuliah jurusan apapun pintu masuknya cuma satu adik-adik, yaitu SBMPTN, dan kawan-kawannya. Jadi kalau kalian ingin masuk kedokteran, belajar yang rajin ya, supaya kalian bisa mengerjakan soal-soal itu.

Baca juga:
1. Tips dan trik lolos ujian masuk kedokteran
2. Biaya kuliah kedokteran dari waktu ke waktu
3. Cerita kehidupan mahasiswa kedokteran

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamis, 22 Januari 2015

Blok Elektif Gizi Klinik


Assalamu'alaikum wr. wb.

Di post kali ini insyaallah aku akan membahas tentang blok elektif di program studi pendidikan dokter fakultas kedokteran uns. Kenapa perlu dibahas? karena ini salah satu blok yang unik.. hehehe... jika blok lain kalian menggunakan sistem paket alias ya udah, mau nggak mau ya itu blok yang harus kalian ambil, berbeda dengan blok elektif ini, kalian bisa memilih blok mana yang ingin kalian ambil. Pilihannya adalah blok kedokteran olahraga, blok kedokteran kerja, blok biomedik dan blok gizi klinik. Nah disini saya khususkan untuk membahas blik gizi klinik.

Blok gizi klinik adalah blok paling spesial di bandingkan blok blok lain. Kenapa? Karena blok ini susah na'udzubillah......... tugasnya buanyaaakkk.... kuliahnya horor..... pokoknya kalo kamu belum kelar skripsi jangan coba-coba ambil blok ini, nggak ada waktu senggang sama sekali, kuliah tiap hari dari pagi sampe sore, dan dirumah pun kamu harus ngerjain tugas yang bejibun, laporan-laporan, bikin logbook, dll. Bakal nggak sempet kamu nyentuk skripsi sedetikpun.

Blok ini juga spesial karena satu-satunya blok yang ada pretest sama posttest nya. Blok yang lain mah nyantai... udah gitu pretest sama posttestnya soalnya susaahhh..... kudu belajar giat pokoknya, kudu rajin baca jurnal, kudu hafal textbook dan kudu jago ngitung.

Oh iya, tadi aku nyinggung logbook ya? Apa sih logbook? Itu loh semacam buku rencana kerja yang harus dibuat sebelum kita mulai praktikum. Bedanya dengan BRK, kalau BRK kan udah ada materinya dan kita tinggal nyontek tuh, kalo logbook materinya absurd, nyari sendiri... mumet nggak sih.. dan kalo salah nanti disuruh revisi, ngeri ndes... belum lagi laporan, buanyak banget dan kudu rapi dan lengkap. Lengkap itu maksudnya bener-bener dijabarkan detail. Walaupun misalnya semua bab sudah kamu tulis, tapi misalnya penjelanmu dirasa kurang gamblang (kurang banyak halamannya) nanti disuruh revisi. Padahal kalo revisi ya paling sama aja sih isinya, cuma dibulet-buletin kalimatnya biar keliatan banyak gitu.

Nerakanya lagi, blok  ini selain susah, kuliahnya horor dan banyak tugasnya, nilainya juga pelit. Hiks..... T.T
Kita tuh udah berusaha belajar lembur-lembur, ngerjain tugas mati-matian, revisi buanyak segala macem, ngerjain susah ya perasaan udah bisa 80% lah minimal, tapi tetep aja nilainya dapet B. hiks...hiks...hiks.... T.T

Mendingan kalian ambil blok kedokteran olahraga aja, asik, main-main doang kerjaannya. Kuliahnya juga seminggu cuma sekali. Terus kalo bisa menangin tantangan dari dosennya ntar dapet hadiah... kayak temenku tuh ada yang dapet jaket segala macem.

Lebih mending lagi kedokteran kerja. Kuliah cuma 3 kali.. nggak pake ujian lagi... huahahaha... itu pas banget buat mahasiswa semester akhir yang sedang fokus ingin menyelesaikan skripsi.

Tapi kalau kalian emang super rajin dan pembelajar sejati, boleh kok ambil gizi klinik. Soalnya ilmunya bermanfaat banget dan aplikabel banget buat kita sebagai dokter umum nantinya.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sabtu, 19 Juli 2014

Tips dan Trik lolos ujian tulis masuk kedokteran

Bulan Juli, euforia kelulusan siswa-siswi SMA mulai mereda, dan berganti menjadi kecemasan menghadapi ujian yang lebih berat, ya, pengumuman kelulusan ujian masuk perguruan tinggi. Tanggal 16 Juli kemarin adalah hari yang mendebarkan bagi sebagian besar tamatan SMA karena pada hari tersebut diumumkan apakah mereka berhasil diterima di perguruan tinggi favorit mereka ataukah harus berjuang kembali. Ada sebagian siswa yang gembira karena berhasil diterima di pilihan pertama mereka, ada yang cukup bersyukur diterima di pilihan kedua dan selanjutnya, serta ada pula yang harus tetap berjuang karena belum diterima.

Nah, di post kali ini saya bermaksud membagi tips dan trik agar lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru berdasarkan pengalaman pribadi dan nasihat dari senior maupun guru-guru saya.

Pertama, kenali potensi dan passionmu.
Setiap orang itu cerdas. Hanya saja letak kecerdasan setiap orang berbeda-beda. Temukan passion-mu dan  gali bakatmu. Tidak perlu takut untuk keluar dari zona nyaman dan anti-mainstream, tidak perlu gengsi pada teman-teman yang mengambil jurusan mainstream, pastikan bahwa jurusan yang akan kamu pilih nanti sesuai dengan minat dan bakatmu. Karena sesungguhnya yang menentukan kesuksesan seseorang adalah dirinya sendiri, jika seseorang merasa nyaman maka tentu hasil yang dicapai akan lebih baik dibandingkan mereka yang berada dalam tekanan dan kejenuhan. Jangan sampai mengambil jurusan kedokteran hanya karena gengsi atau permintaan orang tua, karena sekali masuk kedalam dunia medis, kamu tidak akan pernah bisa keluar.


Kedua, buat target.
Setelah mengetahui passion dan bakatmu, tulislah jurusan yang sesuai dengan passion-mu itu di tempat yang mudah kamu lihat. Jurusan itu adalah target utamamu. Setelah itu gali informasi sebanyak-banyaknya mengenai jurusan tersebut, termasuk passing grade-nya. Buat sebuah flow chart, yang isinya langkah-langkah yang bisa kamu ambil untuk mencapai target itu. Kalau perlu, buatlah timeline kapan kamu harus menyelesaikan langkah-langkah itu, ini adalah target kecilmu.


Ketiga, kenali kelemahanmu.
Dalam seleksi masuk perguruan tinggi, diuji kemampuan dasar, kemampuan IPA dan Tes Potensi Akademik (TPA). Untuk tes potensi akademik, faktor terbesar yang menentukan kelulusan adalah kecerdasan siswa sendiri. Meski begitu, pembiasaan mengerjakan latihan soal TPA dapat meningkatkan 5 -7 % skor TPA-nya. Skor tes TPA ini sangat penting karena memiliki porsi 60% dari nilai akhir, sementara kemampuan dasar dan IPA hanya menentukan 40%. Apabila skor TPA lebih dari 80%, maka siswa tersebut kemungkinan besar diterima di fakultas kedokteran universitas ternama. Apabila skornya 70-80% maka siswa tersebut boleh optimis namun tetap harus mempertimbangkan pilihan kedua. Dan apabila skornya kurang dari 70 disarankan menurunkan target dengan memilih jurusan lain yang lebih tendah passing gradenya atau memilih tetap di sekolah kedokteran namun di universitas yang berada di level lebih rendah.Untuk tes kemampuan dasar, setidaknya kamu berhasil menguasai 60%. Untuk kemampuan ipa, karena masing-masing terdiri dari 15 soal, kamu harus menempatkan prioritas di keilmuan mana kamu merasa lebih baik. Kamu tidak harus menguasai semuanya, karena nilai akhir adalah nilai akumulasi persentil dari masing-masing bidang ilmu.Gambarannya seperti ini:
1. Bahasa Indonesia. Karena pelajaran ini gampang-gampang susah, rata-rata siswa berhasil menjawab 8 soal.
2. Bahasa Inggris. Pelajaran ini dianggap sulit oleh sebagian besar siswa, mereka biasanya hanya mampu menjawab benar 7 soal.
3. Matematika dasar. Pelajaran ini juga dianggap sulit oleh sebagian besar siswa, dan seperti bahasa inggris, rata-rata peserta ujian hanya mampu menjawab benar 7 soal.
4. Matematika IPA dan Fisika. Kedua mata ujian ini dianggap momok oleh sebagian besar siswa. Mereka seringkali merasa kesulitan dan hanya mampu menjawab benar 6 soal saja.
5. Kimia dan biologi. Sebaliknya, kedua mata ujian ini justru dianggap mudah oleh sebagian besar siswa, mereka minimal bisa menjawab benar 10 soal.
Jika kamu memiliki passion di salah satu mata ujian diatas, kamu bisa belajar lebih untuk memaksimalkan skor, jika tidak passion, kamu hanya perlu menjawab benar sebanyak soal rata-rata yang bisa dikerjakan saja, sisanya dikosongkan, namun tidak boleh ada satu pun yang salah. Apabila ragu-ragu dan takut salah, kamu karus mampu menjawab lebih banyak. Intinya, kamu harus mampu melampaui target minimal yaitu rata-rata siswa biasa walaupun hanya sedikit.

Contoh:
Kamu mahasiswa biasa, nilai pelajaran dasar standar, tidak suka matematika, fisika, maupun kimia, tapi kamu unggul di biologi, maka minimal kamu harus menjawab benar 8 soal bahasa indonesia, 7 bahasa inggris, 7 matematika dasar, 6 matematika, 6 fisika, 10 kimia, dan minimal 11 biologi.


Terakhir, selalu berdoa, berbakti pada orang tua, perbanyak sedekah dan hindari maksiat.
Karena usaha manusia sekeras apapun hanya bisa mencapai 80% keberhasilan, sedangkan 20% sisanya adalah karena faktor X. Faktor X tersebut adalah kekuasaan Allah. Mungkin 20% terlihat kecil, tapi tanpanya tidak akan pernah mencapai 100%. Untuk mendapatkan faktor X ini caranya bisa bermacam-macam, tapi yang paling utama adalah dari orang tua. Karena ridho Allah itu berasal dari ridho orang tua, dan murka Allah berasal dari murka orang tua.


Semoga sedikit tips dan trik ini membantu adik-adik semua dalam mewujudkan cita-cita. :)

Baca juga:
1. Biaya kuliah kedokteran dari waktu ke waktu
2. Cerita kehidupan mahasiswa kedokteran

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selasa, 17 Juni 2014

OSCE TEKNIK INJEKSI - salah teknik, nyawa taruhannya

Hmm.... sebelum menulis tulisan ini, saya perkenalkan dulu apa itu OSCE dan apa itu injeksi... 


Mungkin beberapa teman kita belum tahu apa itu OSCE. OSCE adalah singkatan dari Objective Structured Clinical Examination. Yaitu suatu sistem ujian modern yang diterapkan oleh pendidikan kesehatan untuk menguji keterampilah klinis para calon dokter, perawat, bidan, dan paramedis lain. Ujian itu meliputi keterampilan berkomunikasi (anamnesis), pemeriksaan fisik, dan prosedur medis lain. Dalam ujian OSCE setiap mahasiswa berhadapan satu lawan satu dengan penguji dalam sebuah ruangan (station), disana mahasiswa dihadapkan dengan sebuah skenario medis untuk diselesaikan.

Ilustrasi OSCE

Sementara injeksi adalah prosedur memasukkan cairan terapi melalui kulit dengan menggunakan spuit injeksi dan syringe, atau bahasa awamnya adalah suntik.. hehehe.... Nah, dalam teknik injeksi, dikenal 4 macam cara melakukan injeksi yaitu injeksi intradermal/intrakutan (IC), subkutan (SC), intramuskuler (IM), dan intravena (IV).
Ilustrasi spuit + syringe

Injeksi IC dilakukan dengan menyuntukkan obat dalam lapisan kulit. Teknik ini digunakan untuk pemberian vaksin BCG dan tes alergi. Injeksi SC dilakukan dengan menyuntikkan obat dalam lapisan lemak dibawah kulit, obat yang disuntukkan antara lain hormon insulin, adrenalin, dan anestesi lokal. Injeksi IM adalah menyuntikkan obat dalam otot. Obat yang disuntikkan misalnya vitamin, vaksin DPT - Hepatitis B, antibiotik, antipiretik dan hormon kelamin. Sementara injeksi IV adalah menyuntikkan obat kedalam pembuluh darah vena, obat yang dimasukkan misalnya macam-macam antibiotika,diuretik, antihistamin, antiemetik, kemoterapi, darah dan produk darah.
Macam-macam teknik injeksi


Nah, karena temen-temen udah tahu arti osce dan injeksi, sekarang aku mulai ceritanya nih. Kenapa aku pengen ceritain osce teknik injeksi? Karena stase ini berkesan banget. Kenapa berkesan? Karena dalam stase ini sekelompokku kena remed semua. Hehehe..... Kok bisa??? Jadi gini....

Beberapa hari lalu, Pendidikan dokter FK UNS angkatan 2011 melaksanakan OSCE, salah satunya stase teknik injeksi. Kelompok kami kebetulan mendapat jatah hari terakhir shift pertama. Skenario yang tertempel di depan station kurang lebih seperti ini "Anda seorang koas yang sedang jaga di IGD, dokter memerintahkan anda untuk melakukan injeksi antibiotik amoxicillin pada pasien. Apakah yang anda lakukan sebelum melakukan injeksi amoxicillin?". Sontak saja di pikiran kami waktu itu adalah melakukan injeksi antibiotik amoxicillin, dan yang terpikir oleh kami adalah melakukan teknik injeksi IM atau IV, dan kami bersepakat intuk melakukan teknik injeksi IM. 

Didalam stase, aku melakukan prosedur melakukan teknik injeksi dengan baik dan lengkap sesuai checklist. Mulai dari anamnesis, persiapan obat dan peralatan injeksi, teknik aseptik, dan prosedur injeksi sendiri. Aku yakin sudah melakukan dengan sempurna. Namun ternyata setelah pengumuman, nilaiku hanya 50, paling tinggi sekelompok. Kok bisa? Berarti separuh tindakanku itu salah.

Awalnya nggak terima, tapi seorang temanku menjelaskan kalo kita sekelompok salah mencerna skenario. Di skenario ditanyakan "Apakah yang anda lakukan sebelum injeksi amoxicillin?" seharusnya kami melakukan skin test terlebih dahulu untuk mengevaluasi apakah pasien alergi terhadap antibiotik tersebut atau tidak. Jadi seharusnya kami melakukan teknik injeksi IC.

Kesalahan sepele, tapi ternyata fatal.
Sungguh itu merupakan suatu pelajaran yang sangat berarti buat kami untuk lebih teliti membaca soal, lebih memahami skenario sebelum melakukan tindakan, dan yang paling penting untuk masa depan kami jika sudah jadi dokter nanti, agar tidak sembarangan memberikan suntikan. Membuat kami semakin ingat untuk lebih berhati-hati. Karena jika ternyata pasien kami alergi dengan obat yang kami suntikkan, bisa terjadi syok anafilaktik yang dapat menyebabkan kematian dalam beberapa menit saja. Masyaallah.......

Lebih baik ditegur sekarang untuk mengulang belajar lagi daripada membahayakan nyawa pasien kami kelak... :)

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Senin, 22 Juli 2013

Tips jadi asisten anatomi

Sejenak agak geli ketika ada adik tingkat bertanya gimana sih caranya jadi asisten anatomi? Antara bangga dan bingung mau jawab apa, takut konyol dan mengecewakan jawabannya atau justru malah membuat harapan mereka pupus. :p

Aku sebenarnya bukan mahasiswa yang super pinter, yah walaupun IQ-ku diatas 130 lah *oposih* , dan aku gak suka menampilkan diri untuk terlihat pintar. Aku jarang menjawab pertanyaan kecuali bila memang benar-benar ditanya atau dimintai pendapat. Jadi banyak yang gak percaya ketika aku diterima sebagai asisten anatomi. Yah.... kadang disepelekan itu manis.. :p 

Sejujurnya tidak ada tips khusus untuk menjadi asisten anatomi. Mungkin agak berbeda dengan asisten lab lain, tapi di lab ini insyaallah pemilihan asistennya bener-bener murni pilihan dosen. Jadi keinget dulu pas daftar asisten di lab lain, sebenernya udah pede banget itu, nilai bagus, CV penuh, tapi gagal pas tahap 1 (seleksi berkas), padahal aku lihat salah satu yang keterima IPK-nya gak lebih tinggi dari aku, jadi aku agak "curiga" dengan metode "seleksi berkas" yang dipakai. Mungkin itu pikiranku saja sih, mungkin seleksi berkas gak semata-mata dilihat dari IPK, tapi faktanya, asisten yang diterima itu sedikit mengecewakan. Karena ada yang hampir di semua lab (bahkan labnya sendiri) kena inhal, dan menurut beberapa orang juga gak pinter, dan menurut rumor yang beredar juga bahwa asisten yang diterima di lab itu adalah mereka yang dekat dengan asisten senior. Yah.... itu sudah rahasia umum dan berlaku hampir di semua lab sih..... Tapi gapapa, mungkin memang jalannya harus seperti itu, seandainya dulu aku keterima ya mungkin aku nggak berada disini. :)

Duh.. OOT nih.. kembali ke tips jadi asisten anatomi... hehehe...

Tips pertama: DAPATKAN FEEL-NYA
Syarat pertama dan paling utama untuk mau mendaftar jadi asisten anatomi adalah CINTA ANATOMI. Walaupun berkali-kali dikecewakan sama anatomi, di-PHP-in, dibikin patah hati, jagan pernah menyerah untuk mencintainya. Aku lho, seumur-umur pretes anatomi lulus baru sekali, inhaaaaaallll semua, tapi itu bukan masalah buat aku, tetep balajar dan abis itu malah makin ngerti. Dan hasilnya pas responsi yaaa.... hmmm... gak pernah nilaiku dibawah 80, dan pernah juga dapet nilai tertinggi seangkatan.. eeaaa..... *songong banget dah..* Soalnya kita udah punya feel, semakin ditinggi tantangannya kita akan lebih bersemangat untuk berjuang menaklukkannya. Tapi jika kamu gak cinta sama anatomi, jangan sekali-kali mendaftarkan diri jadi asisten, karena itu justru akan memberatkan kamu sendiri. Anatomi butuh banyak pengorbanan.

Tips kedua: YAKIN
Setelah kamu punya rasa cinta yang mendalam terhadap anatomi, dan kamu merasa dirimu sanggup menerima konsekuensi menjadi asisten anatomi, sekarang yang dibutuhkan adalah keyakinan. Yakin bahwa kamu mampu dan pantas untuk diterima. Walaupun orang bilang apa tentang kamu, jangan dengarkan. Walaupun gak ada yang dukung kamu, selama kamu punya tekad, tetep harus daftar jadi asisten. Kesempatan cuma sekali, kalo emang udah ditakdirkan kamu akan masuk jadi asisten, kenapa harus takut dengan gunjingan orang sekitar? Toh bukan mereka yang menentukan.. Buat kejutan terhadap mereka yang memandang sinis dan buktikan bahwa kamu tidak boleh dipandang sebelah mata. Jangan pernah minder sekalipun sanginganmu mahasiswa jenius tingkat dewa, Tuhan tidak pernah salah memilih wakilnya, bisa jadi kamulah yang nanti akan terpilih. Setidaknya jangan sia-siakan kesempatan, ambil dan manfaatkan sebaik-baiknya.

Tips ketiga: MAU BELAJAR
Seperti yang aku bilang di atas, bahwa aku bukan orang yang super pinter dan malah biasa saja dimata temen-temen, tapi aku punya kemauan untuk belajar dan lebih banyak mendalami ilmu terutama anatomi. Kegagalan bukan alasan untuk berhenti belajar karena justru itulah pemantik agar belajar lebih banyak lagi. Apalagi sebagai asisten nanti kamu harus mengajarkan ilmunya pada adik-adik, maka sebelumnya kamu harus mau belajar sungguh-sungguh dan harus benar-benar memahami apa yang akan kalian sampaikan nanti.

Mungkin itu aja tipsnya. Selebihnya sama seperti kalau mau mendaftar lab lain, kalau bisa IPK bagus, CV penuh prestasi membanggakan, banyak karya tulis yang pernah dibuat, dan berkomitmen. Sukses ya buat adik-adik yang berminat mengikuti jejakku di anatomi. ^^

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minggu, 07 Juli 2013

Marhaban yaa Ramadhan 1434 H

Alhamdulillah kita dipertemukan lagi dengan bulan suci penuh rahmad dan ampunan tahun ini. Semoga kita bisa memanfaatkan kesempatan istimewa nan langka ini dengan amalan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

Berdasarkan hisab hakiki yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah ijtima' jelang Ramadhan 1434 H terjadi pada hari Senin Pon, 8 Juli 2013 pukul 14:15:55 WIB. Tinggi bulan saat terbenam matahari di Yogyakarta : +0o 44' 59" (hilal sudah wujud). Pada saat matahari terbenam 8 Juli 2013 M di sebagian wilayah barat Indonesia hilal sudah wujud dan sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud, garis batas wujudul hilal melewati wilayah Indonesia dan membagi wilayah Indonesia menjadi dua bagian. Keputusan 1 Ramadhan jatuh pada hari Selasa Wage, 9 Juli 2013 M. Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No 04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1434H dapat didownload disini.

Jadwal Imsyakiyah Ramadhan 1434 H (33 Propinsi) dapat didownload disini.

Dan tuntunan ibadah Bulan Ramadhan dapat didownload disini.

Semoga bermanfaat. ^^


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sabtu, 08 Juni 2013

OSMARU FK kaya apa sih?

Tahun ajaran baru sebentar lagi dimulai. Seperti biasa adik - adik yang baru lulus SMA pasti galau mau masuk perguruan tinggi mana. Yang udah keterima di perguruan tinggi juga galau nanti gimana orientasi mahasiswa barunya. Ya kan??

Orientasi Mahasiswa Baru (OSMARU), namanya juga orientasi, kegiatan ini bertujuan sebegai "pemanasan" sebelum anak - anak jebolan SMA menjalini hari - harinya sebagai mahasiswa sesungguhnya. Kegiatannya masing-masing program studi pasti berbeda, tiap tahun juga pasti berbeda. Tapi intinya kegiatan tersebut berisi pengenalan kampus, kegiatan mahasiswa, pengenalan tugas, dll.

Dibawah ini ada video orientasi mahasiswa baru tahun 2012 di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. Video tersebut memberikan gambaran secara garis besar apa saja yang dikerjakan mahasiswa selama osmaru. mulai dari hari pertama saat apel bersama seluruh mahasiswa baru semua fakultas di lingkup Universitas Sebelas Maret sampai hari terakhir dilaksanakannya osmaru.

Apel besar dilaksanakan di halaman rektorat UNS, sebelumnya mahasiswa datang dulu di FK untuk diberi pengarahan dan nanti akan berangkat bersama-sama seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran dari 5 Prodi. Setelah apel selesai mahasiswa diberi pengarahan dari pihak fakultas di dalam gedung rektorat. Selanjutnya baru OSMARU Prodi dimulai, pembukaan dilakukan di gedung 8 lantai yang belum jadi, rencananya gedung ini akan selesai pembangunannya tahun 2014 nanti. Nah setelah osmaru prodi dibuka, maka resmilah perpeloncoan dimulai dan segala peraturan ala osmaru diterapkan. :)

Hari kedua osmaru adalah hari terberat bagi maru. Selain karena mereka sudah harus datang pagi - pagi, juga tugas yang diberikan cukup banyak. Dan kalau terlambat, salah mengerjakan tugas, melanggar peraturan, dll, ada tugas tambahan dan pastinya dapen "jeglog" dari panitia. Tapi tenang aja, disini tidak ada hukuman fisik kok. :)

Hari ketiga osmaru adalah hari yang paling menyenangkan. Disini ada Tour d'lab, yaitu berkeliling lab - lab yang ada di FK, dan yang paling berkesan pastinya adalah lab anatomi karena disini ada bermacam-macam jenis cadaver. Hehehe... Dihari ketiga juga diberikan simulasi bencana dan game - game seru.. :)

Demikian gamabaran osmaru di FK UNS. Semoga bermanfaat. :)




Baca juga:
Osmaru FK UNS 2014

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minggu, 14 April 2013

Semester 4 FK UNS

Memasuki semester 3, yang konon katanya adalah semester paling hectic selama belajar di FK, awalnya adalah menggebu-gebu dengan semangat membara *halah*. Apalagi blok pertama adalah reproduksi, dimana blok ini adalah blok yang spesial untuk wanita, jelas aku semangat banget buat jalaninnya. Di blok ini yang paling "sesuatu" adalah praktikum anatominya, pasti yang cowok2 pada semangat banget. Seperti biasa tiap pretes anatomi aku belum pernah lulus, pasti inhal, udah langganan, padahal juga udah belajar keras semaleman, yaa mungkin gara2 belajarnya "cuma semaleman" itu kali yaa.. tapi kegagalan di pretes anatomi terbayar lunas dengan hasil responsiku yang sangat memuaskan, 86, paling tinggi seangkatan.. *yeay* :D

Walaupun di blok ini udah sangat sibuk, tapi masih bisa bernafas lah buat aku yang termasuk mahasiswa "santai". Aku masih bisa ikut kuliah full (yah, walaupun obsgyn 2 aku bolos gara2 jadwal pindah dan aku ketiduran dirumah), tapi aku masih lumayan bisa sempet pijit (walaupun berangkatnya subuh) dan nyuci baju sendiri dirumah (walaupun malem dan seminggu sekali).

Bagi sebagian besar mahasiswa yang sudah merasa "keberatan" dengan blok reproduksi, mereka akan lebih "tergampar" lagi ketika memasuki blok kedua yaitu urologi. Ada seorang temen yang bilang: "blok repro yang praktikum 5 lab aja udah bolos separo kuliah, gimana blok uro yang praktikumnya ada 6 lab???". Di blok ini memang kalian akan menemukan hari dimana kemarin sore asistensi, sekarang praktikum, besok ngumpulin laporan dan lusa responsi. Tiap hari kalian berangkat dari rumah subuh dan itu juga pake kebut-kebutan dijalan (rumahku jauh mamen) karena masuk antara jam 5.15-6 pagi. Tiap hari!! Telat refrat!!!

Gak ada waktu buat tidur kecuali weekend, soalnya tiap hari pretes/responsi, kalian harus milih antara belajar atau tidur, kalo belajar kalian gak tidur, kalo tidur yaa gak belajar, kalo gak belajar ya inhal, ngerjain tugas, ending-endingnya juga gak jadi tidur. Masih mending kalo inhal pretes, kalo responsi?? lebih gawat lagi, bisa-bisa remed dan mengancam kelulusan blok. Belum lagi BRK praktikum, skills lab, fieldlab, laporan, tutorial, dll, apalagi kalo kalian aktivis yang dikejar proposal/LPJ/proker, terus PKM, semua menghantui. Mampus beneran kalian kalo gak siap fisik mental!

Bener-bener gak ada waktu buat tidur, rebahin badan sejenak aja gak tenang, apalagi sakit, jelas di semester ini apapun yang terjadi gak boleh sakit, gak ada waktu buat sakit, kalo sampe sakit hancur semuanya!

Kalian bener-bener ngerasa gimana sakitnya saat ada temen fakultas sebelah dengan entengnya bilang: "Makul ini doang, dapet A lah ya.." disini, boro-boro berharap dapet A, kita bisa lulus aja udah perjuangan banget. Ada juga yang bilang "sama nis, tugasku juga banyak, udah langganan malah". enak banget ngomongnya, mo tukeran tugas? Situ dengan mudahnya dapet nilai A, dengan mudahnya dapet IP tiga koma,  dengan mudahnya berkeluh kesah dengan laporan yang cuma 4 kali seminggu, dengan entengnya mengumpat-umpat dosen karena masuk jam 7. Pliss, kita disini jauh lebih berat. Kita masuk tiap hari antara jam 5.15 - 6.00 pagi, kita dikejar deadline laporan/BRK tiap hari, kita ada pretes-responsi tiap hari. Dan kita bukan mahasiswa abal-abal, yang masuk FK karena keberuntungan, kita dulu disaring, di angkatanku SNMPTN paling rendah yang diterima nilainya 92, gak main-main. Kita dulu saat bangku sekolah bukan siswa rata-rata, walaupun kita saat itu masih belajar santai, kita bisa bilang semua pelajaran itu mudah dan dapet nilai bagus saat yang lain merasa kesulitan dan gak bisa mengerjakan. Tapi sekarang, saat kami bilang susah, saat kami merasa berat, apa yang bisa kalian katakan? "sama, gua juga" pantes ngomong gitu?? gak malu????

ini ada satu screenshoot jadwalku selama 2 minggu terakhir:

Lihat dan cermati, itu hanya jadwal kuliah "mikir" yang tertulis, terlepas dari segala kuliah teori, kegiatan organisasi, UKM, PKM, baksos, dan kegiatan rumah (aku anak rumah, jadi ada pertemuan karang taruna, nyinom, kerja bakti, dll). Sampe-sampe bapakku aja gak tega lihat anaknya berangkat sendiri dan mau nganterin subuh-subuh, padahal bapakku biasanya paling ogah nganterin aku soalnya beliau sendiri juga sibuk sekarang, nganterin adik juga berangkat pagi...... beliau takut aku kenapa-kenapa dijalan kan diburu waktu, jalanan masih gelap, kalo bensin habis/ban bocor belum ada bengkel yang buka, kondisi fisik sempoyongan karena kurang tidur dan kecapean, ngeri deh pokoknya!

Ujian blok itu bobotnya 4 sks. dan nilai C adalah "tidak kompeten" alias "ngulang". Padahal kapan waktu kita buat belajar ujian blok???? Bahkan sebelum UB kita responsi, tentu prioritas belajar kita terbagi, dan sebelum-sebelumnya sama sekali gak ada waktu luang.

Jadi bagi anda yang bukan mahasiswa FK, jangan sekali-kali mencela, menghujat atau meremehkan mahasiswa FK! Apalagi mencela, menghujat, atau meremehkan dokter, karena mereka jauuuuhhh lebih sibuk daripada mahasiswa FK, melihat perjuangan mereka selama menjadi mahasiswa, koass, internship dan pengabdian mereka sebagai dokter. Dimana kompetensi mereka sangat dituntut namun tidak dihargai. Jangan samakan profesi dokter dengan profesi lain!!! Pressure mereka lebih tinggi. Resiko jauh lebih besar. Tuntutan sangat berat. Namun penghargaan sangat minimal.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jumat, 15 Februari 2013

Gaya Bercinta Tentukan Jenis Kelamin Anak

     Banyak mitos tentang hubungan intim dan kehamilan yang berkembang di masyarakat dan bahkan seringkali dianggap sebagai kebenaran. Karena dianggap benar maka perilaku masyarakat juga dipengaruhi dan mengikuti informasi yang salah sesuai dengan mitos itu. Salah satu mitos yang sering beredar adalah yang mengaitkan posisi bercinta dengan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan. Konon kalau posisi lelaki ketika melakukan hubungan intim dimulai dari kiri dan diakhiri di sebelah kanan, maka bayi laki-laki yang akan dilahirkan. Sebaliknya, bila hubungan intim dimulai dari sisi kanan dan diakhiri di sisi kiri, maka bayi perempuan yang akan dilahirkan.
Tentu saja informasi ini salah dan tidak benar. Masih banyak mitos lainnya, misalnya jenis kelamin anak pertama tergantung pada siapa yang jatuh cinta lebih dulu. Bila si ayah yang duluan jatuh cinta pada ibu maka pasangan tersebut akan dikaruniai anak laki-laki. Mitos tersebut terdengar lucu, tapi itulah mitos-mitos yang berkembang tentang cara mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang kita inginkan. Sebenarnya yang paling menentukan dalam penentuan jenis kelamin anak adalah sperma dari pria.
     Sperma pria mengandung kromosom X dan kromosom Y, sedangkan sel telur wanita hanya mengandung kromosom X. Jadi untuk mendapatkan anak laki-laki, diperlukan pasangan kromosom X dan Y, sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan dibutuhkan kromosom X dan X.
Sperma X berukuran lebih besar dan mempunyai daya hidup yang lebih lama (5-6 hari), namun bergerak lebih lambat. Sedangkan sperma Y berukuran lebih kecil, lebih cepat mati, namun bergerak lebih cepat. Jadi pada dasarnya, untuk mendapatkan anak perempuan lakukan posisi bercinta yang dapat memperlambat sperma masuk ke rahim dan saluran telur sedangkan untuk mendapatkan anak laki-laki, saat bercinta diarahkan agar penis mencapai vagina secara penuh dimana posisi tersebut dapat mempercepat masuknya sperma ke dalam vagina, rahim, dan saluran telur sehingga sperma Y akan melewati lingkungan asam di vagina dan dapat secara cepat mencapai sel telur. Perlu diketahui, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelahiran anak dengan jenis kelamin laki-laki memiliki kemungkinan yang lebih tinggi, yaitu mencapai 51%.
     Ada beberapa metode ilmiah yang bisa kita terapkan untuk mendapatkan jenis kelamin anak sesuai dengan yang kita inginkan.
Teori Akihito
     Teori ini menegaskan pada kapan waktu bercinta. Hasil penelitian menunjukkan masing-masing kromosom memiliki karakter sendiri-sendiri. Sperma Y berbentuk bundar, ukurannya lebih kecil atau sekitar sepertiga kromosom X, bersinar terang, jalannya lebih cepat, dan usianya lebih pendek serta kurang tahan dalam suasana asam. Sedangkan sperma X ukurannya lebih besar, berjalan lamban, bentuknya lebih panjang, dan dapat bertahan hidup lebih lama serta lebih tahan suasana asam. Dari data itu bisa disimpulkan jika ingin memperoleh anak laki-laki maka hubungan intim harus dilakukan bertepatan atau segera setelah terjadi ovulasi (saat keluarnya sel telur dari indung telur atau masa subur). Dengan begitu, sperma Y yang masuk ke dalam rahim dapat langsung membuahi sel telur. Sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan, hubungan intim sebaiknya dilakukan sebelum ovulasi terjadi. Misalnya, ovulasi diperkirakan terjadi pada tanggal 10. Oleh karena itu, hubungan intim sebaiknya dilakukan 3 hari sebelumnya, sehingga pada saat ovulasi terjadi tinggal sperma X yang masih hidup dan membuahi sel telur. Metode ini memang tidak praktis karena pasangan harus tahu saat tepat berlangsungnya ovulasi. Padahal untuk mengetahui hal itu seorang wanita harus mengukur suhu tubuhnya selama 3 bulan berturut-turut. Proses pengukurannya pun tidak boleh salah, yakni dengan meletakkan termometer khusus di mulut setiap pagi sebelum turun dari tempat tidur. Hasil pengukuran itu dicatat dalam sebuah tabel. Bila suatu hari, suhu tubuh menunjukkan peningkatan, berarti saat itulah ovulasi sedang terjadi.
     Sayangnya, bagi wanita yang siklus haidnya tidak teratur, hal ini tentu sulit dilakukan. Keakuratan metode ini juga rendah karena biar bagaimana pun kita tidak tahu apakah sperma X atau Y yang berhasil membuahi sel telur. Selain cara medis diatas, ada beberapa cara praktis yang diyakini dapat membuat pasangan memperoleh anak dengan jenis kelamin yang diidam-idamkan.
MENDAPATKAN ANAK LAKI-LAKI
* Membilas Vagina dengan Air dan Soda
Larutan untuk membilas dibuat dari campuran 1 gelas air + 2 sendok makan garam soda (natrium bikarbonat soda). Mengapa harus dibilas seperti itu? Seperti sudah disebutkan, kromosom X bersifat lebih tahan asam sedangan kromosom Y bersifat kurang tahan asam serta jalannya lebih cepat. Nah, pembilasan vagina dengan larutan garam soda (bersifat basa) bertujuan menurunkan kadar keasaman vagina, sehingga sperma Y lebih terjamin hidupnya dan bisa melewati liang vagina menuju rahim untuk membuahi sel telur.
* Istri Orgasme Lebih Dulu
Biarkan istri mencapai orgasme lebih dahulu baru disusul suami. Cairan yang dihasilkan saat wanita mengalami orgasme akan lebih mendukung pergerakan sperma Y untuk lebih cepat sampai ke sel telur. Semakin cepat sampai akan semakin baik, karena usia sperma Y lebih pendek.
* Posisi Knee-Chest
Ada posisi yang diduga bisa membuat sperma Y meluncur cepat melalui liang vagina, rahim, dan sampai ke sel telur, yaitu posisi knee-chest. Posisi dimana suami bersetubuh dengan istri dari belakang ini disebut juga doggie style.
* Penetrasi Dalam
Semakin dalam penetrasi, maka semakin dekat jarak yang ditempuh sperma menuju sel telur. Bila suami bisa menekan sedalam-dalamnya saat ejakulasi berlangsung, hal ini bisa meningkatkan kemungkinan mendapat anak laki-laki.
* “Puasa” Sementara
Untuk meningkatkan kuantitas volume spermanya, suami dianjurkan menabung spermanya atau tidak melakukan ejakulasi sekitar 7-8 hari. Dengan jumlah sperma yang lebih banyak per mililiternya, kemungkinan mendapatkan anak laki-laki juga meningkat.
Puasa bercinta juga bertujuan menghindari kemungkinan tertinggalnya sperma X dari hubungan intim yang dilakukan beberapa hari sebelum masa ovulasi. Bila ada sperma X tertinggal dalam organ reproduksi wanita, begitu tiba masa ovulasi, ia dapat langsung membuahi sel telur. Berarti anak perempuanlah yang akan didapat. Sedangkan jika dalam seminggu sebelumnya puasa bercinta dijalankan, maka sperma Y memiliki kesempatan yang besar untuk membuahi sel telur.
MEMPEROLEH ANAK PEREMPUAN
* Membasuh Vagina dengan Air dan Cuka
Untuk meningkatkan kadar keasaman vagina, basuhlah daerah itu dengan 1 gelas air yang sudah dicampur 2 sendok makan asam cuka. Lingkungan vagina bersuasana asam diharapkan dapat mematikan sperma Y sehingga sperma X selamat sampai tujuan. Volume sperma X yang banyak dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak perempuan.
* Hindari Orgasme
Saat melakukan hubungan intim, usahakan agar ejakulasi terjadi sebelum istri mencapai orgasme. Tanpa orgasme, sekresi alkalis (pengeluaran substansi yang membuat daerah vagina bersifat basa) tidak terjadi dan ini akan membuat sperma Y mati sehingga menguntungkan sperma X yang punya daya tahan lebih baik.
* Posisi Muka Bertemu Muka
Hubungan intim dengan posisi saling berhadapan, istri di bawah dan suami di atas sebetulnya membuat sperma tidak bisa langsung menerobos ke mulut serviks (leher rahim). Dengan begitu waktu yang dibutuhkan sperma pun akan lebih lama dan hal ini lebih menguntungkan sperma X.
* Penetrasi Pendek
Penetrasi pendek dilakukan dengan cara mengangkat penis hingga ke ujung vagina saat suami mengalami ejakulasi. Tindakan ini berarti memperpanjang jarak sperma ke sel telur yang diduga akan menambah persentase kesempatan sperma X mengingat daya tahannya yang lebih kuat dari sperma Y.
* Jadwal Bercinta yang Teratur
Dengan bercinta teratur, volume sperma yang keluar otomatis lebih sedikit karena tidak ada sperma yang ditabung. Hal ini diyakini akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak perempuan. Kenapa? Sebelum mencapai sel telur, sperma harus melalui perjalanan berat. Sebagian sel sperma akan mati di perjalanan, terutama sperma Y yang berumur pendek. Akhirnya semakin lama jumlahnya akan semakin sedikit. Nah, untuk mendapatkan volume sperma yang sedikit, hubungan intim sebaiknya dilakukan setelah haid, setiap 2 hari sekali hingga 2-3 hari menjelang ovulasi. Dengan begitu, sperma X yang tahan lebih lama mungkin saja banyak yang masih tertinggal dan akan membuahi sel telur begitu ovulasi terjadi.
Hal yang perlu diketahui adalah semua metode hanya dapat meningkatkan persentase keberhasilan. Tidak ada yang bisa menjamin 100 % bahwa nanti yang keluar pasti bayi laki-laki atau bayi perempuan. Selamat mencoba!

Penulis: Arie Yulianto, dr.  

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamis, 14 Februari 2013

Pacaran?

Kata pacaran sudah menjadi hal yang umum pada masyarakat. Tradisi pacaran yang terjadi sekarang ini banyak dipengaruhi oleh media massa yang menyebarkan adegan mesra ataupun lirik lagu romantisme yang mendominasi media elektronik seperti televisi, radio, dan internet. Akibatnya, kegiatan berpacaran yang telah nyata melanggar norma hukum, norma agama, maupun norma sosial di Indonesia masih terjadi dan dilakukan oleh orang-orang yang sebenarnya belum siap untuk memulai hubungan pacaran.

Jadi, kapan seseorang sudah siap untuk memulai hubungan pacaran? Yuk, pertama kita lihat dari arti pacaran dahulu!

APAKAH PACARAN ITU?
Menurut tayangan media massa, pacaran seringkali diartikan sebagai teman khusus, atau hubungan yang sengat dekat dengan antara laki-laki dan perempuan yang saling tertarik, sehingga membuat mereka selalu melakukan segala sesuatu bersama-sama. Ada juga anggapan bahwa pacaran hanya dianggap sebagai suatu kegiatan untuk sekedar bersenang-senang. Benarkah demikian? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan pacaran?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga, yang dikenal dengan pernikahan.  Yang disebut pacar adalah teman lawan jenis yang mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih.
Konsep dari pacaran di berbagai tempat berbeda. Ide yang paling umum adalah dua orang mencoba suatu hubungan dan menjajaki apakah mereka cocok untuk pergi keluar bersama di depan publik sebagai pasangan. Masa pacaran dapat dilihat sebagai pendahulu untuk pertunangan atau pernikahan.

TUJUAN DARI BERPACARAN
Jika hendak memulai sesuatu, tentunya pertama dilihat dari tujuannya. Apa tujuan dari berpacaran itu? Pacaran sebenarnya adalah suatu tahap dalam kehidupan seseorang dimana kedua orang yang sudah siap, baik dari segi biologis, psikologis, maupun sisi sosial-budaya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pernikahan. Tujuan utama dari pacaran adalah untuk menjajaki adanya kemungkinan untuk melanjutkan ke hubungan pernikahan.
Selain itu, ada beberapa tujuan lain, yakni :
  • Untuk bertumbuh secara sosial, emosional dan rohani
  • Untuk belajar bagaimana berkomunikasi
  • Untuk memenuhi kebutuhan mencintai dan dicintai
Dengan menyadari adanya tujuan dalam pacaran, remaja maupun dewasa dapat lebih mempersiapkan dirinya sebelum memasuki hubungan pacaran. Dalam memilih pacar, tentunya sudah ada sedikit standar (kriteria) tersendiri yang sesuai dengan kepribadian dan keinginan.

KESIAPAN UNTUK PACARAN, DITINJAU DARI BERBAGAI SISI
Biarpun arti dari pacaran adalah suatu tahap sebelum pernikahan, realitas berbicara lain. Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kata siap untuk pacaran telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan. Jadi, kapan seseorang dikatakan siap untuk pacaran? Mari kita lihat dari berbagai sisi.

Sisi Biologis
Dilihat dari tujuan berpacaran yakni untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, berarti seseorang dikatakan siap untuk berpacaran jika keduanya menjadi sebagai pria dan wanita dewasa.  Seseorang dapat dikatakan sebagai pria atau wanita dewasa secara fisik merupakan suatu proses, yang diawali ketika seseorang memasuki masa pubertas. Pada masa tersebut, mulai timbul rasa tertarik dengan lawan jenis karena hormon-hormon seksual, seperti testosterone, androgen, estrogen dan progesterone mulai aktif bekerja. Akibatnya, mulai terjadi perkembangan seksual sekunder.
Pada pria, perkembangan seks sekunder ditandai dengan timbulnya kumis, suara menjadi lebih berat, timbul jakun, otot-ototnya yang lebih kekar, dan dimulainya produksi sperma yang dikeluarkan secara sehat melalui mimpi basah. Pada wanita, perkembangan tersebut ditandai dengan panggul dan payudara yang membesar, suara yang lembut,  dan timbulnya menstruasi.
Walaupun perkembangan tersebut mulai terjadi pada usia 12-14 tahun (pada wanita) dan 13-15 tahun (pada pria), kondisi perkembangan seksual sekunder ini akan sempurna saat wanita berusia 16-17 tahun dan pria berusia 18-20 tahun.

Sisi Psikologis
Dari sisi psikologis , ada beberapa teori yang berkaitan dengan tumbuh kembang individu, termasuk kesiapannya untuk memulai hubungan pacaran.
Dilihat dari Teori Perkembangan Fisik, saat tepat adalah pada periode dewasa awal (early adulthood). Periode ini berkisar pada usia 18-40 tahun, dan tampak individu telah belajar dengan sungguh-sungguh untuk masa depannya; mulai memilih pasangan hidup dan pengaruh teman sebaya telah berkurang serta cita-cita menjadi lebih realistis.
Menurut Teori Perkembangan Seksual dari Freud,  seseorang siap untuk memasuki tahap pacaran jika perkembangan seksualnya telah sempurna. Proses perkembangan seksual terjadi pada fase genital, yang terdiri dari fase pubertas (11-13 tahun), fase adolescence (14-18 tahun), dan fase dewasa (18 tahun ke atas). Pada fase pubertas dan adolescence, seseorang sudah mampu melakukan heterosexual relationship, walaupun secara sosial masih belum mampu.
Menurut Teori Perkembangan Psikososial oleh Erickson, seseorang siap untuk memasuki tahap pacaran ketika sudah masuk ke fase Young Adulthood atau fase perkembangan dewasa (18-40 tahun). Fase ini merupakan fundamental dari masa dewasa. Pada fase ini polaritas seksual harus mantap, dan individu dituntut harus mampu untuk mengadakan hubungan seks dengan sesama orang dewasa yang berlainan seks. Individu pun harus mampu membagi kasih dan perhatian terhadap orang lain.
Pada fase ini, individu memasuki dunia dewasa dan diberi kebebasan sebagai orang dewasa, namun mempunyai kewajiban dan tanggung jawab atas segala perbuatannya. Adapun tugas perkembangan yang harus diemban adalah melaksanakan rencana hidup, memilih pasangan (jodoh), dan memilih suatu pekerjaan untuk kehidupannya. Pada fase ini, seorang individu harus lebih serius dalam kehidupan di masyarakat dan bertanggung jawab penuh.
Freud menungukapkan pernyataan : “Lieben and Arbaiten” (Lieben = intimacy, sexual partner mutuality; Arbaiten = tugas yang spesifik, harus menjurus ke arah karier) pada fase ini. Lieben und Arbaiten mengandung arti bahwa orang dewasa yang siap membentuk hubungan intim dengan orang lain (menjadi partner).

Sisi Sosial dan Budaya
Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat dipengaruhi oleh tradisi individu-individu dalam masyarakat yang terlibat. Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh agama dan kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Bahkan ada beberapa budaya dan lingkungan yang tidak mengenal kata pacaran, tetapi langsung pada pertunangan, bahkan langsung pernikahan tanpa melalui tahap pacaran dan pertunangan.

Jadi, Kapan Aku Siap untuk Pacaran?
Seseorang harus mempersiapkan dirinya dengan baik sebelum memulai hubungan pacaran. Berbagai konsekuensi dalam berpacaran haruslah sudah dipertimbangkan terlebih dahulu. Jika hendak memulai hubungan pacaran, haruslah dipertimbangkan :

Apakah sudah siap untuk berkomitmen? 
Jika pacaran hanya atas dasar perasaan/romantisme, lebih baik dijajaki lebih dahulu melalui hubungan persahabatan. Perasaan merupakan sesuatu yang tidak stabil. Ada saatnya kita membenci orang yang kita cintai, dan pada akhirnya berakibat pada sakit hati, rasa rendah diri, dan hanya menyakiti diri sendiri maupun orang lain.
Jika pacaran dilakukan untuk menambah koleksi, lebih baik dipikirkan ulang. Kebanggaan diri karena pernah berpacaran ataupun pernah memiliki pacar banyak hanyalah kebanggaan semu. Justru orang lain akan menganggap orang yang memiliki banyak pacar adalah orang yang murahan. Kadang pada saat seseorang mempertimbangkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, orang tua pasangan atau bahkan pasangan sendiri mungkin akan berpikir ulang karena melihat sejarah seseorang sebagai playboy atau playgirl.

Apakah sudah siap untuk berpikir ke arah pernikahan?
Salah satu saat untuk memulai hubungan pacaran adalah ketika sudah siap untuk menikah. Tujuan utama pacaran memang untuk menjajaki kemungkinan akan hubungan yang lebih lanjut sampai pernikahan. Jika memang belum siap, lebih baik dimulai dari hubungan persahabatan tanpa perlu menginjak ke hubungan yang lebih jauh. Perasaan gengsi terhadap teman-teman yang sudah berpacaran sehingga ikut berlomba-lomba mencari pacar hanya akan merugikan diri sendiri.

Apakah sudah mengenal sifat-sifatnya melalui persahabatan, dan siap untuk menerima orang tersebut apa adanya?
Tanpa disadari persiapan yang mantap, pacaran hanya menjadi ajang coba-coba. Hal ini sangat berbahaya karena pacaran akan kehilangan makna dan bisa terjerumus kedalam hal-hal yang tidak diinginkan atau dibayangkan pada awalnya.
Ditinjau dari sisi biologis dan psikologis, seseorang dikatakan sudah siap untuk berpacaran saat sudah menginjak usia dewasa, dimana usia 18 dianggap sebagai usia yang menandai masa kedewasaan. Namun, usia tidak menjadi satu-satunya patokan. Seseorang dapat menjadi bertambah tua tanpa bertumbuh dewasa. Karena itu,  karakter, kepribadian, interaksi sosial, dan perkembangan individu masing-masing yang paling menentukan kapan seseorang siap untuk pacaran.

DAMPAK KETIKA  TIDAK SIAP PACARAN…
Bagaimana jika seseorang yang belum siap memulai hubungan pacaran? Dampaknya akan berpengaruh pada kondisi  fisik maupun mental. Seseorang yang tidak siap dalam kehidupan berpacaran dapat mengalami :
  • Depresi tingkat ringan sampai berat, bahkan sampai mencoba bunuh diri jika mengalami keadaan yang disebut sebagai putus hubungan. Hal tersebut dapat terjadi karena seseorang menggantungkan hidupnya pada pacarnya, sehingga identitas dirinya berdasarkan pacar yang dimilikinya.
  • Menganggu kegiatan sehari-hari dan masa depan karena masih mudah terpengaruh oleh pacar ataupun tidak bisa menjaga perasaan sehingga menimbulkan emotional dependency. Jika pacar sedikit saja tidak menepati waktu atau tidak memberi kabar , perasaan takut dan cemas mulai membayangi sehingga menganggu kegiatan sehari-hari.
  • Bisa menjurus ke arah yang tidak diinginkan, yakni penganiayaan sampai pada hubungan seksual bebas. Dalam hal ini, biasanya pihak perempuan yang paling dirugikan, walaupun tidak menutup kemungkinan pihak laki-laki menjadi korban juga.
Tidak mau kan seperti buah yang belum matang, tetapi dipaksa matang? Akibatnya tentu tidak sebagus buah yang matang secara alami. Jadi, tidak perlu memaksakan diri untuk pacaran. Akan ada waktunya ketika sudah siap dan kita bisa menikmati setiap prosesnya.
Sumber :
  • Kamus Besar Bahasia Indonesia, Edisi Ketiga, 2002:807
  • Dharmady, Agus Sp. KJ. Siklus Kehidupan dan Perkembangan Individu. 2003. Edisi Pertama. Jakarta : Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa dan Perilaku Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
  • Joshua Harris. Boy Meets Girls. 2000. Multnomah Books, division of Random House, Inc. Colorado USA
Penulis:
Cindy Lestari, dr.     
Dokter Klinik Kirana Karadenan, Bogor (Senin, Selasa, Jumat), Dokter Klinik Kirana2 Karadenan Bogor (Sabtu)

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS