Selasa, 17 Maret 2015
Memperbaiki Jodoh
Menganalisa tulisan sebelumnya tentang jodoh dan takdir, maka dapat diketahui bahwa jodoh adalah ketetapan Allah SWT yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz jauh sebelum dunia seisinya ini tercipta. (Tulisan tentang jodoh adalah ketetapan dapat dibaca disini). Nah, namun karena apapun yang tertulis di Lauhul Mahfudz termasuk takdir mu'allaq (takdir tergantung) maka jodoh masih bisa diusahakan. (Tulisan tentang macam-macam takdir dapat dibaca disini).
Allah SWT berfirman dalam Q.S. An Nuur ayat 26:
ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ
Artinya: Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
Mengkaji ayat tersebut, telah jelas tertulis bahwa jodoh itu menyesuaikan, jodoh adalah cerminan dari diri kita. Bila kita baik, maka jodoh kita akan baik juga. Namun bagaimana dengan takdir???
Misalnya Allah SWT memang telah menjodohkan fulan dengan fulanah sejak di Lauhul mahfudz, namun ternyata fulanah adalah perempuan yang shalihah sedangkan fulan adalah laki-laki berandal, mungkinkah mereka berjodoh? Bagaimana dengan janji Allah SWT yang tertulis dalam kitabnya???
Bingung yah?
Tau tidak, jodoh itu memiliki feromon yang mirip, bersifat seperti magnet yang akan selalu tarik-menarik. Jika kasusnya seperti fulan dan fulanah, tergantung siapa yang kuat menarik. Jodohnya tetep fulan dengan fulanah namun salah satu dari mereka akan menyesuaikan dengan pasangannya. Jika iman fulanah kurang kuat dan terlanjur cinta sama si fulan ya si fulanah akan jadi ikutan jelek, mengikuti jejak si fulan. Tapi jika si fulanah tetep istiqomah, maka si fulan bakal tertarik juga... nggak ada sebab musabab tiba-tiba cahaya hidayah mampu menggerakkan hati fulan untuk menjadi lebih baik, Allah lah yang akan memantaskannya, jadi si fulan lah yang akan menyesuaikan fulanah, menjadi pasangan yang sama-sama baik.
Nah, jadi siapapun jodoh kita, kalau bisa kita harus tetep jadi orang baik. Jangan sampai justru kira yang tertarik ke arah yang nggak baik. Kita harus tetap mengikatkan kualitas kualitas diri kita, dan kualitan iman kita. Insyaallah jodoh kita nanti juga akan menyesuaikan kita. Maka dari itu yuk perbaiki jodoh kita.. :)

Selasa, 27 Januari 2015
Scriptsweet~ (2)
Di posting tentang skripsi yang kedua ini, saya tidak ingin membahas tips dan trik cepet selesai skripsi lagi, tapi saya ingin membahas bagaimana agar jujur dalam skripsi.
Sudah bukan menjadi fenomena yang dianggap tabu ketika mahasiswa melakukan kecurangan-kecurangan selama kuliah, mulai dari mencontek, titip absen, memalsukan ttd dosen, sampai skripsi pun masih kental dengan kecurangan-kecurangan. Bukan hanya memalsukan data, memalsukan ttd pembimbing/penguji bahkan memalsukan proses skripsi menjadi suatu yang lazim terjadi.
Miris memang, merujuk pada "idealisme mahasiswa", salah satu elemen masyarakat yang sangat kental dengan semangat gelora jiwa mudanya, serta intelektualitasnya yang bisa dibilang lebih tinggi dari strata masyarakat lain, namun fenomena kotor ini justru membaur dalam kesehariannya.
Beberapa contoh yang aku temui sendiri di lapangan:
1. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari sampel penelitiannya, pada akhirnya data sampel dipalsukan
2. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari jurnal referensi penelitian, pada akhirnya blog dan referensi populer pun dipakai
3. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari ttd pembimbing/penguji/validator/editor jurnal, pada akhirnya ttd dipalsukan
4. Ada mahasiswa yang belum lengkap mengajukan syarat-syarat ujian skripsi, tapi sudah minta lembar penilaian dengan menipu bagian administrasinya
5. Ada mahasiswa yang tidak ujian tapi mengisi sendiri nilainya di lembar penilaian kemudian dikumpulkan
6. dan lain lain
Hmm........ mas bro dan mbak sist para civitas akademika cendekiawan muda indonesia, pantas nggak sih perbuatan-perbuatan kotor itu dilakukan? Katakanlah memang hal itu tidak merugikan orang lain, tapi bro, yang namanya curang itu ya tidak halal. Sekecil apapun tetap diperhitungkan bro...
Skripsi adalah salah satu pintu gerbang menuju sarjana, dengan lulusnya skripsi otomatis gelar sarjana sudah anda peroleh. Kalau cara untuk memperoleh gelar saja tidak halal, padahal gelar itu akan kamu pakai untuk melamar pekerjaan, dan dari pekerjaan itu kamu mendapatkan uang untuk menghidupi keluargamu, kamu mau uang hasi jerih payahmu menjadi tidak halal???
Baiklah mas bro dan mbak sist, kalau sudah terlanjur yasudah, monggo sama-sama bertaubat, mohon ampun sama Allah SWT, yang penting sudah tau madharatnya dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau belum terlanjur monggo dijaga langkahnya supaya tidak terperosok dalam kecurangan. Caranya ya dengan tidak menjadi deadliner, karena biasanya akal licik muncul dalam keadaan sudah terdesak.
Soal Tes Masuk Kuliah Kedokteran
Melihat arus blog ini, kok banyak ya mencari lewat keyword "soal tes masuk kuliah kedokteran"? Berarti fenomena masyarakat ini masih linier, kedokteran masih dijadikan peringkat pertama idola siswa-siswi SMA yang ingin melanjutkan kuliah. Yup! Untunglah pilihan kalian tidak salah.... :)
Memang hanya orang-orang terpilih saja yang terpanggil hatinya untuk menjadi dokter. Eaaakkk.... :p
Ditengah isu-isu belakangan ini yang banyak menyudutkan profesi dokter, ternyata masih banyak saja yang ingin menjadi dokter. Mungkin beberapa termotivasi karena ingin memperbaiki sistem kesehatan yang bobrok ini kali ya, dan mungkin sebagian lagi ingin memperbaiki kinerja dokter yang katanya sangat tidak profesional itu.
Oke, kembali ke fokus permasalahan, soal tes masuk kedokteran.
Wahai adik-adikku, tidak ada soal khusus yang dipersiapkan untuk calon dokter. Soalnya sama saja dengan jurusan lain, lha wong ujiannya juga sama. Sekarang mau kuliah jurusan apapun pintu masuknya cuma satu adik-adik, yaitu SBMPTN, dan kawan-kawannya. Jadi kalau kalian ingin masuk kedokteran, belajar yang rajin ya, supaya kalian bisa mengerjakan soal-soal itu.
Baca juga:
1. Tips dan trik lolos ujian masuk kedokteran
2. Biaya kuliah kedokteran dari waktu ke waktu
3. Cerita kehidupan mahasiswa kedokteran
Kamis, 22 Januari 2015
Blok Elektif Gizi Klinik
Sabtu, 19 Juli 2014
Tips dan Trik lolos ujian tulis masuk kedokteran
Bulan Juli, euforia kelulusan siswa-siswi SMA mulai mereda, dan berganti menjadi kecemasan menghadapi ujian yang lebih berat, ya, pengumuman kelulusan ujian masuk perguruan tinggi. Tanggal 16 Juli kemarin adalah hari yang mendebarkan bagi sebagian besar tamatan SMA karena pada hari tersebut diumumkan apakah mereka berhasil diterima di perguruan tinggi favorit mereka ataukah harus berjuang kembali. Ada sebagian siswa yang gembira karena berhasil diterima di pilihan pertama mereka, ada yang cukup bersyukur diterima di pilihan kedua dan selanjutnya, serta ada pula yang harus tetap berjuang karena belum diterima.
Nah, di post kali ini saya bermaksud membagi tips dan trik agar lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru berdasarkan pengalaman pribadi dan nasihat dari senior maupun guru-guru saya.
Pertama, kenali potensi dan passionmu.
Setiap orang itu cerdas. Hanya saja letak kecerdasan setiap orang berbeda-beda. Temukan passion-mu dan gali bakatmu. Tidak perlu takut untuk keluar dari zona nyaman dan anti-mainstream, tidak perlu gengsi pada teman-teman yang mengambil jurusan mainstream, pastikan bahwa jurusan yang akan kamu pilih nanti sesuai dengan minat dan bakatmu. Karena sesungguhnya yang menentukan kesuksesan seseorang adalah dirinya sendiri, jika seseorang merasa nyaman maka tentu hasil yang dicapai akan lebih baik dibandingkan mereka yang berada dalam tekanan dan kejenuhan. Jangan sampai mengambil jurusan kedokteran hanya karena gengsi atau permintaan orang tua, karena sekali masuk kedalam dunia medis, kamu tidak akan pernah bisa keluar.
Kedua, buat target.
Setelah mengetahui passion dan bakatmu, tulislah jurusan yang sesuai dengan passion-mu itu di tempat yang mudah kamu lihat. Jurusan itu adalah target utamamu. Setelah itu gali informasi sebanyak-banyaknya mengenai jurusan tersebut, termasuk passing grade-nya. Buat sebuah flow chart, yang isinya langkah-langkah yang bisa kamu ambil untuk mencapai target itu. Kalau perlu, buatlah timeline kapan kamu harus menyelesaikan langkah-langkah itu, ini adalah target kecilmu.
Ketiga, kenali kelemahanmu.
Dalam seleksi masuk perguruan tinggi, diuji kemampuan dasar, kemampuan IPA dan Tes Potensi Akademik (TPA). Untuk tes potensi akademik, faktor terbesar yang menentukan kelulusan adalah kecerdasan siswa sendiri. Meski begitu, pembiasaan mengerjakan latihan soal TPA dapat meningkatkan 5 -7 % skor TPA-nya. Skor tes TPA ini sangat penting karena memiliki porsi 60% dari nilai akhir, sementara kemampuan dasar dan IPA hanya menentukan 40%. Apabila skor TPA lebih dari 80%, maka siswa tersebut kemungkinan besar diterima di fakultas kedokteran universitas ternama. Apabila skornya 70-80% maka siswa tersebut boleh optimis namun tetap harus mempertimbangkan pilihan kedua. Dan apabila skornya kurang dari 70 disarankan menurunkan target dengan memilih jurusan lain yang lebih tendah passing gradenya atau memilih tetap di sekolah kedokteran namun di universitas yang berada di level lebih rendah.Untuk tes kemampuan dasar, setidaknya kamu berhasil menguasai 60%. Untuk kemampuan ipa, karena masing-masing terdiri dari 15 soal, kamu harus menempatkan prioritas di keilmuan mana kamu merasa lebih baik. Kamu tidak harus menguasai semuanya, karena nilai akhir adalah nilai akumulasi persentil dari masing-masing bidang ilmu.Gambarannya seperti ini:
1. Bahasa Indonesia. Karena pelajaran ini gampang-gampang susah, rata-rata siswa berhasil menjawab 8 soal.
2. Bahasa Inggris. Pelajaran ini dianggap sulit oleh sebagian besar siswa, mereka biasanya hanya mampu menjawab benar 7 soal.
3. Matematika dasar. Pelajaran ini juga dianggap sulit oleh sebagian besar siswa, dan seperti bahasa inggris, rata-rata peserta ujian hanya mampu menjawab benar 7 soal.
4. Matematika IPA dan Fisika. Kedua mata ujian ini dianggap momok oleh sebagian besar siswa. Mereka seringkali merasa kesulitan dan hanya mampu menjawab benar 6 soal saja.
5. Kimia dan biologi. Sebaliknya, kedua mata ujian ini justru dianggap mudah oleh sebagian besar siswa, mereka minimal bisa menjawab benar 10 soal.
Jika kamu memiliki passion di salah satu mata ujian diatas, kamu bisa belajar lebih untuk memaksimalkan skor, jika tidak passion, kamu hanya perlu menjawab benar sebanyak soal rata-rata yang bisa dikerjakan saja, sisanya dikosongkan, namun tidak boleh ada satu pun yang salah. Apabila ragu-ragu dan takut salah, kamu karus mampu menjawab lebih banyak. Intinya, kamu harus mampu melampaui target minimal yaitu rata-rata siswa biasa walaupun hanya sedikit.
Contoh:
Kamu mahasiswa biasa, nilai pelajaran dasar standar, tidak suka matematika, fisika, maupun kimia, tapi kamu unggul di biologi, maka minimal kamu harus menjawab benar 8 soal bahasa indonesia, 7 bahasa inggris, 7 matematika dasar, 6 matematika, 6 fisika, 10 kimia, dan minimal 11 biologi.
Terakhir, selalu berdoa, berbakti pada orang tua, perbanyak sedekah dan hindari maksiat.
Karena usaha manusia sekeras apapun hanya bisa mencapai 80% keberhasilan, sedangkan 20% sisanya adalah karena faktor X. Faktor X tersebut adalah kekuasaan Allah. Mungkin 20% terlihat kecil, tapi tanpanya tidak akan pernah mencapai 100%. Untuk mendapatkan faktor X ini caranya bisa bermacam-macam, tapi yang paling utama adalah dari orang tua. Karena ridho Allah itu berasal dari ridho orang tua, dan murka Allah berasal dari murka orang tua.
Semoga sedikit tips dan trik ini membantu adik-adik semua dalam mewujudkan cita-cita. :)
Baca juga:
1. Biaya kuliah kedokteran dari waktu ke waktu
2. Cerita kehidupan mahasiswa kedokteran
Selasa, 17 Juni 2014
OSCE TEKNIK INJEKSI - salah teknik, nyawa taruhannya
Hmm.... sebelum menulis tulisan ini, saya perkenalkan dulu apa itu OSCE dan apa itu injeksi...
Senin, 22 Juli 2013
Tips jadi asisten anatomi
Sejenak agak geli ketika ada adik tingkat bertanya gimana sih caranya jadi asisten anatomi? Antara bangga dan bingung mau jawab apa, takut konyol dan mengecewakan jawabannya atau justru malah membuat harapan mereka pupus. :p
Aku sebenarnya bukan mahasiswa yang super pinter, yah walaupun IQ-ku diatas 130 lah *oposih* , dan aku gak suka menampilkan diri untuk terlihat pintar. Aku jarang menjawab pertanyaan kecuali bila memang benar-benar ditanya atau dimintai pendapat. Jadi banyak yang gak percaya ketika aku diterima sebagai asisten anatomi. Yah.... kadang disepelekan itu manis.. :p
Sejujurnya tidak ada tips khusus untuk menjadi asisten anatomi. Mungkin agak berbeda dengan asisten lab lain, tapi di lab ini insyaallah pemilihan asistennya bener-bener murni pilihan dosen. Jadi keinget dulu pas daftar asisten di lab lain, sebenernya udah pede banget itu, nilai bagus, CV penuh, tapi gagal pas tahap 1 (seleksi berkas), padahal aku lihat salah satu yang keterima IPK-nya gak lebih tinggi dari aku, jadi aku agak "curiga" dengan metode "seleksi berkas" yang dipakai. Mungkin itu pikiranku saja sih, mungkin seleksi berkas gak semata-mata dilihat dari IPK, tapi faktanya, asisten yang diterima itu sedikit mengecewakan. Karena ada yang hampir di semua lab (bahkan labnya sendiri) kena inhal, dan menurut beberapa orang juga gak pinter, dan menurut rumor yang beredar juga bahwa asisten yang diterima di lab itu adalah mereka yang dekat dengan asisten senior. Yah.... itu sudah rahasia umum dan berlaku hampir di semua lab sih..... Tapi gapapa, mungkin memang jalannya harus seperti itu, seandainya dulu aku keterima ya mungkin aku nggak berada disini. :)
Duh.. OOT nih.. kembali ke tips jadi asisten anatomi... hehehe...
Tips pertama: DAPATKAN FEEL-NYA
Syarat pertama dan paling utama untuk mau mendaftar jadi asisten anatomi adalah CINTA ANATOMI. Walaupun berkali-kali dikecewakan sama anatomi, di-PHP-in, dibikin patah hati, jagan pernah menyerah untuk mencintainya. Aku lho, seumur-umur pretes anatomi lulus baru sekali, inhaaaaaallll semua, tapi itu bukan masalah buat aku, tetep balajar dan abis itu malah makin ngerti. Dan hasilnya pas responsi yaaa.... hmmm... gak pernah nilaiku dibawah 80, dan pernah juga dapet nilai tertinggi seangkatan.. eeaaa..... *songong banget dah..* Soalnya kita udah punya feel, semakin ditinggi tantangannya kita akan lebih bersemangat untuk berjuang menaklukkannya. Tapi jika kamu gak cinta sama anatomi, jangan sekali-kali mendaftarkan diri jadi asisten, karena itu justru akan memberatkan kamu sendiri. Anatomi butuh banyak pengorbanan.
Tips kedua: YAKIN
Setelah kamu punya rasa cinta yang mendalam terhadap anatomi, dan kamu merasa dirimu sanggup menerima konsekuensi menjadi asisten anatomi, sekarang yang dibutuhkan adalah keyakinan. Yakin bahwa kamu mampu dan pantas untuk diterima. Walaupun orang bilang apa tentang kamu, jangan dengarkan. Walaupun gak ada yang dukung kamu, selama kamu punya tekad, tetep harus daftar jadi asisten. Kesempatan cuma sekali, kalo emang udah ditakdirkan kamu akan masuk jadi asisten, kenapa harus takut dengan gunjingan orang sekitar? Toh bukan mereka yang menentukan.. Buat kejutan terhadap mereka yang memandang sinis dan buktikan bahwa kamu tidak boleh dipandang sebelah mata. Jangan pernah minder sekalipun sanginganmu mahasiswa jenius tingkat dewa, Tuhan tidak pernah salah memilih wakilnya, bisa jadi kamulah yang nanti akan terpilih. Setidaknya jangan sia-siakan kesempatan, ambil dan manfaatkan sebaik-baiknya.
Tips ketiga: MAU BELAJAR
Seperti yang aku bilang di atas, bahwa aku bukan orang yang super pinter dan malah biasa saja dimata temen-temen, tapi aku punya kemauan untuk belajar dan lebih banyak mendalami ilmu terutama anatomi. Kegagalan bukan alasan untuk berhenti belajar karena justru itulah pemantik agar belajar lebih banyak lagi. Apalagi sebagai asisten nanti kamu harus mengajarkan ilmunya pada adik-adik, maka sebelumnya kamu harus mau belajar sungguh-sungguh dan harus benar-benar memahami apa yang akan kalian sampaikan nanti.
Mungkin itu aja tipsnya. Selebihnya sama seperti kalau mau mendaftar lab lain, kalau bisa IPK bagus, CV penuh prestasi membanggakan, banyak karya tulis yang pernah dibuat, dan berkomitmen. Sukses ya buat adik-adik yang berminat mengikuti jejakku di anatomi. ^^
Minggu, 07 Juli 2013
Marhaban yaa Ramadhan 1434 H
Alhamdulillah kita dipertemukan lagi dengan bulan suci penuh rahmad dan ampunan tahun ini. Semoga kita bisa memanfaatkan kesempatan istimewa nan langka ini dengan amalan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.
Berdasarkan hisab hakiki yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah ijtima' jelang Ramadhan 1434 H terjadi pada hari Senin Pon, 8 Juli 2013 pukul 14:15:55 WIB. Tinggi bulan saat terbenam matahari di Yogyakarta : +0o 44' 59" (hilal sudah wujud). Pada saat matahari terbenam 8 Juli 2013 M di sebagian wilayah barat Indonesia hilal sudah wujud dan sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud, garis batas wujudul hilal melewati wilayah Indonesia dan membagi wilayah Indonesia menjadi dua bagian. Keputusan 1 Ramadhan jatuh pada hari Selasa Wage, 9 Juli 2013 M. Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No 04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1434H dapat didownload disini.
Jadwal Imsyakiyah Ramadhan 1434 H (33 Propinsi) dapat didownload disini.
Dan tuntunan ibadah Bulan Ramadhan dapat didownload disini.
Semoga bermanfaat. ^^
Sabtu, 08 Juni 2013
OSMARU FK kaya apa sih?
Tahun ajaran baru sebentar lagi dimulai. Seperti biasa adik - adik yang baru lulus SMA pasti galau mau masuk perguruan tinggi mana. Yang udah keterima di perguruan tinggi juga galau nanti gimana orientasi mahasiswa barunya. Ya kan??
Orientasi Mahasiswa Baru (OSMARU), namanya juga orientasi, kegiatan ini bertujuan sebegai "pemanasan" sebelum anak - anak jebolan SMA menjalini hari - harinya sebagai mahasiswa sesungguhnya. Kegiatannya masing-masing program studi pasti berbeda, tiap tahun juga pasti berbeda. Tapi intinya kegiatan tersebut berisi pengenalan kampus, kegiatan mahasiswa, pengenalan tugas, dll.
Dibawah ini ada video orientasi mahasiswa baru tahun 2012 di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. Video tersebut memberikan gambaran secara garis besar apa saja yang dikerjakan mahasiswa selama osmaru. mulai dari hari pertama saat apel bersama seluruh mahasiswa baru semua fakultas di lingkup Universitas Sebelas Maret sampai hari terakhir dilaksanakannya osmaru.
Apel besar dilaksanakan di halaman rektorat UNS, sebelumnya mahasiswa datang dulu di FK untuk diberi pengarahan dan nanti akan berangkat bersama-sama seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran dari 5 Prodi. Setelah apel selesai mahasiswa diberi pengarahan dari pihak fakultas di dalam gedung rektorat. Selanjutnya baru OSMARU Prodi dimulai, pembukaan dilakukan di gedung 8 lantai yang belum jadi, rencananya gedung ini akan selesai pembangunannya tahun 2014 nanti. Nah setelah osmaru prodi dibuka, maka resmilah perpeloncoan dimulai dan segala peraturan ala osmaru diterapkan. :)
Hari kedua osmaru adalah hari terberat bagi maru. Selain karena mereka sudah harus datang pagi - pagi, juga tugas yang diberikan cukup banyak. Dan kalau terlambat, salah mengerjakan tugas, melanggar peraturan, dll, ada tugas tambahan dan pastinya dapen "jeglog" dari panitia. Tapi tenang aja, disini tidak ada hukuman fisik kok. :)
Hari ketiga osmaru adalah hari yang paling menyenangkan. Disini ada Tour d'lab, yaitu berkeliling lab - lab yang ada di FK, dan yang paling berkesan pastinya adalah lab anatomi karena disini ada bermacam-macam jenis cadaver. Hehehe... Dihari ketiga juga diberikan simulasi bencana dan game - game seru.. :)
Demikian gamabaran osmaru di FK UNS. Semoga bermanfaat. :)
Baca juga:
Osmaru FK UNS 2014
Minggu, 14 April 2013
Semester 4 FK UNS
Memasuki semester 3, yang konon katanya adalah semester paling hectic selama belajar di FK, awalnya adalah menggebu-gebu dengan semangat membara *halah*. Apalagi blok pertama adalah reproduksi, dimana blok ini adalah blok yang spesial untuk wanita, jelas aku semangat banget buat jalaninnya. Di blok ini yang paling "sesuatu" adalah praktikum anatominya, pasti yang cowok2 pada semangat banget. Seperti biasa tiap pretes anatomi aku belum pernah lulus, pasti inhal, udah langganan, padahal juga udah belajar keras semaleman, yaa mungkin gara2 belajarnya "cuma semaleman" itu kali yaa.. tapi kegagalan di pretes anatomi terbayar lunas dengan hasil responsiku yang sangat memuaskan, 86, paling tinggi seangkatan.. *yeay* :D
Walaupun di blok ini udah sangat sibuk, tapi masih bisa bernafas lah buat aku yang termasuk mahasiswa "santai". Aku masih bisa ikut kuliah full (yah, walaupun obsgyn 2 aku bolos gara2 jadwal pindah dan aku ketiduran dirumah), tapi aku masih lumayan bisa sempet pijit (walaupun berangkatnya subuh) dan nyuci baju sendiri dirumah (walaupun malem dan seminggu sekali).
Bagi sebagian besar mahasiswa yang sudah merasa "keberatan" dengan blok reproduksi, mereka akan lebih "tergampar" lagi ketika memasuki blok kedua yaitu urologi. Ada seorang temen yang bilang: "blok repro yang praktikum 5 lab aja udah bolos separo kuliah, gimana blok uro yang praktikumnya ada 6 lab???". Di blok ini memang kalian akan menemukan hari dimana kemarin sore asistensi, sekarang praktikum, besok ngumpulin laporan dan lusa responsi. Tiap hari kalian berangkat dari rumah subuh dan itu juga pake kebut-kebutan dijalan (rumahku jauh mamen) karena masuk antara jam 5.15-6 pagi. Tiap hari!! Telat refrat!!!
Gak ada waktu buat tidur kecuali weekend, soalnya tiap hari pretes/responsi, kalian harus milih antara belajar atau tidur, kalo belajar kalian gak tidur, kalo tidur yaa gak belajar, kalo gak belajar ya inhal, ngerjain tugas, ending-endingnya juga gak jadi tidur. Masih mending kalo inhal pretes, kalo responsi?? lebih gawat lagi, bisa-bisa remed dan mengancam kelulusan blok. Belum lagi BRK praktikum, skills lab, fieldlab, laporan, tutorial, dll, apalagi kalo kalian aktivis yang dikejar proposal/LPJ/proker, terus PKM, semua menghantui. Mampus beneran kalian kalo gak siap fisik mental!
Bener-bener gak ada waktu buat tidur, rebahin badan sejenak aja gak tenang, apalagi sakit, jelas di semester ini apapun yang terjadi gak boleh sakit, gak ada waktu buat sakit, kalo sampe sakit hancur semuanya!
Kalian bener-bener ngerasa gimana sakitnya saat ada temen fakultas sebelah dengan entengnya bilang: "Makul ini doang, dapet A lah ya.." disini, boro-boro berharap dapet A, kita bisa lulus aja udah perjuangan banget. Ada juga yang bilang "sama nis, tugasku juga banyak, udah langganan malah". enak banget ngomongnya, mo tukeran tugas? Situ dengan mudahnya dapet nilai A, dengan mudahnya dapet IP tiga koma, dengan mudahnya berkeluh kesah dengan laporan yang cuma 4 kali seminggu, dengan entengnya mengumpat-umpat dosen karena masuk jam 7. Pliss, kita disini jauh lebih berat. Kita masuk tiap hari antara jam 5.15 - 6.00 pagi, kita dikejar deadline laporan/BRK tiap hari, kita ada pretes-responsi tiap hari. Dan kita bukan mahasiswa abal-abal, yang masuk FK karena keberuntungan, kita dulu disaring, di angkatanku SNMPTN paling rendah yang diterima nilainya 92, gak main-main. Kita dulu saat bangku sekolah bukan siswa rata-rata, walaupun kita saat itu masih belajar santai, kita bisa bilang semua pelajaran itu mudah dan dapet nilai bagus saat yang lain merasa kesulitan dan gak bisa mengerjakan. Tapi sekarang, saat kami bilang susah, saat kami merasa berat, apa yang bisa kalian katakan? "sama, gua juga" pantes ngomong gitu?? gak malu????
ini ada satu screenshoot jadwalku selama 2 minggu terakhir:
Jumat, 15 Februari 2013
Gaya Bercinta Tentukan Jenis Kelamin Anak
Penulis: Arie Yulianto, dr.
Kamis, 14 Februari 2013
Pacaran?
Jadi, kapan seseorang sudah siap untuk memulai hubungan pacaran? Yuk, pertama kita lihat dari arti pacaran dahulu!
APAKAH PACARAN ITU?
Menurut tayangan media massa, pacaran seringkali diartikan sebagai teman khusus, atau hubungan yang sengat dekat dengan antara laki-laki dan perempuan yang saling tertarik, sehingga membuat mereka selalu melakukan segala sesuatu bersama-sama. Ada juga anggapan bahwa pacaran hanya dianggap sebagai suatu kegiatan untuk sekedar bersenang-senang. Benarkah demikian? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan pacaran?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga, yang dikenal dengan pernikahan. Yang disebut pacar adalah teman lawan jenis yang mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih.
Konsep dari pacaran di berbagai tempat berbeda. Ide yang paling umum adalah dua orang mencoba suatu hubungan dan menjajaki apakah mereka cocok untuk pergi keluar bersama di depan publik sebagai pasangan. Masa pacaran dapat dilihat sebagai pendahulu untuk pertunangan atau pernikahan.
TUJUAN DARI BERPACARAN
Jika hendak memulai sesuatu, tentunya pertama dilihat dari tujuannya. Apa tujuan dari berpacaran itu? Pacaran sebenarnya adalah suatu tahap dalam kehidupan seseorang dimana kedua orang yang sudah siap, baik dari segi biologis, psikologis, maupun sisi sosial-budaya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pernikahan. Tujuan utama dari pacaran adalah untuk menjajaki adanya kemungkinan untuk melanjutkan ke hubungan pernikahan.
Selain itu, ada beberapa tujuan lain, yakni :
- Untuk bertumbuh secara sosial, emosional dan rohani
- Untuk belajar bagaimana berkomunikasi
- Untuk memenuhi kebutuhan mencintai dan dicintai
KESIAPAN UNTUK PACARAN, DITINJAU DARI BERBAGAI SISI
Biarpun arti dari pacaran adalah suatu tahap sebelum pernikahan, realitas berbicara lain. Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kata siap untuk pacaran telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan. Jadi, kapan seseorang dikatakan siap untuk pacaran? Mari kita lihat dari berbagai sisi.
Sisi Biologis
Dilihat dari tujuan berpacaran yakni untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, berarti seseorang dikatakan siap untuk berpacaran jika keduanya menjadi sebagai pria dan wanita dewasa. Seseorang dapat dikatakan sebagai pria atau wanita dewasa secara fisik merupakan suatu proses, yang diawali ketika seseorang memasuki masa pubertas. Pada masa tersebut, mulai timbul rasa tertarik dengan lawan jenis karena hormon-hormon seksual, seperti testosterone, androgen, estrogen dan progesterone mulai aktif bekerja. Akibatnya, mulai terjadi perkembangan seksual sekunder.
Pada pria, perkembangan seks sekunder ditandai dengan timbulnya kumis, suara menjadi lebih berat, timbul jakun, otot-ototnya yang lebih kekar, dan dimulainya produksi sperma yang dikeluarkan secara sehat melalui mimpi basah. Pada wanita, perkembangan tersebut ditandai dengan panggul dan payudara yang membesar, suara yang lembut, dan timbulnya menstruasi.
Walaupun perkembangan tersebut mulai terjadi pada usia 12-14 tahun (pada wanita) dan 13-15 tahun (pada pria), kondisi perkembangan seksual sekunder ini akan sempurna saat wanita berusia 16-17 tahun dan pria berusia 18-20 tahun.
Sisi Psikologis
Dari sisi psikologis , ada beberapa teori yang berkaitan dengan tumbuh kembang individu, termasuk kesiapannya untuk memulai hubungan pacaran.
Dilihat dari Teori Perkembangan Fisik, saat tepat adalah pada periode dewasa awal (early adulthood). Periode ini berkisar pada usia 18-40 tahun, dan tampak individu telah belajar dengan sungguh-sungguh untuk masa depannya; mulai memilih pasangan hidup dan pengaruh teman sebaya telah berkurang serta cita-cita menjadi lebih realistis.
Menurut Teori Perkembangan Seksual dari Freud, seseorang siap untuk memasuki tahap pacaran jika perkembangan seksualnya telah sempurna. Proses perkembangan seksual terjadi pada fase genital, yang terdiri dari fase pubertas (11-13 tahun), fase adolescence (14-18 tahun), dan fase dewasa (18 tahun ke atas). Pada fase pubertas dan adolescence, seseorang sudah mampu melakukan heterosexual relationship, walaupun secara sosial masih belum mampu.
Menurut Teori Perkembangan Psikososial oleh Erickson, seseorang siap untuk memasuki tahap pacaran ketika sudah masuk ke fase Young Adulthood atau fase perkembangan dewasa (18-40 tahun). Fase ini merupakan fundamental dari masa dewasa. Pada fase ini polaritas seksual harus mantap, dan individu dituntut harus mampu untuk mengadakan hubungan seks dengan sesama orang dewasa yang berlainan seks. Individu pun harus mampu membagi kasih dan perhatian terhadap orang lain.
Pada fase ini, individu memasuki dunia dewasa dan diberi kebebasan sebagai orang dewasa, namun mempunyai kewajiban dan tanggung jawab atas segala perbuatannya. Adapun tugas perkembangan yang harus diemban adalah melaksanakan rencana hidup, memilih pasangan (jodoh), dan memilih suatu pekerjaan untuk kehidupannya. Pada fase ini, seorang individu harus lebih serius dalam kehidupan di masyarakat dan bertanggung jawab penuh.
Freud menungukapkan pernyataan : “Lieben and Arbaiten†(Lieben = intimacy, sexual partner mutuality; Arbaiten = tugas yang spesifik, harus menjurus ke arah karier) pada fase ini. Lieben und Arbaiten mengandung arti bahwa orang dewasa yang siap membentuk hubungan intim dengan orang lain (menjadi partner).
Sisi Sosial dan Budaya
Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat dipengaruhi oleh tradisi individu-individu dalam masyarakat yang terlibat. Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh agama dan kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Bahkan ada beberapa budaya dan lingkungan yang tidak mengenal kata pacaran, tetapi langsung pada pertunangan, bahkan langsung pernikahan tanpa melalui tahap pacaran dan pertunangan.
Jadi, Kapan Aku Siap untuk Pacaran?
Seseorang harus mempersiapkan dirinya dengan baik sebelum memulai hubungan pacaran. Berbagai konsekuensi dalam berpacaran haruslah sudah dipertimbangkan terlebih dahulu. Jika hendak memulai hubungan pacaran, haruslah dipertimbangkan :
Apakah sudah siap untuk berkomitmen?
Jika pacaran hanya atas dasar perasaan/romantisme, lebih baik dijajaki lebih dahulu melalui hubungan persahabatan. Perasaan merupakan sesuatu yang tidak stabil. Ada saatnya kita membenci orang yang kita cintai, dan pada akhirnya berakibat pada sakit hati, rasa rendah diri, dan hanya menyakiti diri sendiri maupun orang lain.
Jika pacaran dilakukan untuk menambah koleksi, lebih baik dipikirkan ulang. Kebanggaan diri karena pernah berpacaran ataupun pernah memiliki pacar banyak hanyalah kebanggaan semu. Justru orang lain akan menganggap orang yang memiliki banyak pacar adalah orang yang murahan. Kadang pada saat seseorang mempertimbangkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, orang tua pasangan atau bahkan pasangan sendiri mungkin akan berpikir ulang karena melihat sejarah seseorang sebagai playboy atau playgirl.
Apakah sudah siap untuk berpikir ke arah pernikahan?
Salah satu saat untuk memulai hubungan pacaran adalah ketika sudah siap untuk menikah. Tujuan utama pacaran memang untuk menjajaki kemungkinan akan hubungan yang lebih lanjut sampai pernikahan. Jika memang belum siap, lebih baik dimulai dari hubungan persahabatan tanpa perlu menginjak ke hubungan yang lebih jauh. Perasaan gengsi terhadap teman-teman yang sudah berpacaran sehingga ikut berlomba-lomba mencari pacar hanya akan merugikan diri sendiri.
Apakah sudah mengenal sifat-sifatnya melalui persahabatan, dan siap untuk menerima orang tersebut apa adanya?
Tanpa disadari persiapan yang mantap, pacaran hanya menjadi ajang coba-coba. Hal ini sangat berbahaya karena pacaran akan kehilangan makna dan bisa terjerumus kedalam hal-hal yang tidak diinginkan atau dibayangkan pada awalnya.
Ditinjau dari sisi biologis dan psikologis, seseorang dikatakan sudah siap untuk berpacaran saat sudah menginjak usia dewasa, dimana usia 18 dianggap sebagai usia yang menandai masa kedewasaan. Namun, usia tidak menjadi satu-satunya patokan. Seseorang dapat menjadi bertambah tua tanpa bertumbuh dewasa. Karena itu, karakter, kepribadian, interaksi sosial, dan perkembangan individu masing-masing yang paling menentukan kapan seseorang siap untuk pacaran.
DAMPAK KETIKA TIDAK SIAP PACARAN…
Bagaimana jika seseorang yang belum siap memulai hubungan pacaran? Dampaknya akan berpengaruh pada kondisi fisik maupun mental. Seseorang yang tidak siap dalam kehidupan berpacaran dapat mengalami :
- Depresi tingkat ringan sampai berat, bahkan sampai mencoba bunuh diri jika mengalami keadaan yang disebut sebagai putus hubungan. Hal tersebut dapat terjadi karena seseorang menggantungkan hidupnya pada pacarnya, sehingga identitas dirinya berdasarkan pacar yang dimilikinya.
- Menganggu kegiatan sehari-hari dan masa depan karena masih mudah terpengaruh oleh pacar ataupun tidak bisa menjaga perasaan sehingga menimbulkan emotional dependency. Jika pacar sedikit saja tidak menepati waktu atau tidak memberi kabar , perasaan takut dan cemas mulai membayangi sehingga menganggu kegiatan sehari-hari.
- Bisa menjurus ke arah yang tidak diinginkan, yakni penganiayaan sampai pada hubungan seksual bebas. Dalam hal ini, biasanya pihak perempuan yang paling dirugikan, walaupun tidak menutup kemungkinan pihak laki-laki menjadi korban juga.
Sumber :
- Kamus Besar Bahasia Indonesia, Edisi Ketiga, 2002:807
- Dharmady, Agus Sp. KJ. Siklus Kehidupan dan Perkembangan Individu. 2003. Edisi Pertama. Jakarta : Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa dan Perilaku Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
- Joshua Harris. Boy Meets Girls. 2000. Multnomah Books, division of Random House, Inc. Colorado USA
Cindy Lestari, dr.
Dokter Klinik Kirana Karadenan, Bogor (Senin, Selasa, Jumat), Dokter Klinik Kirana2 Karadenan Bogor (Sabtu)


















