Jumat, 08 Agustus 2014
Namamu tertulis di Sidratul Muntaha
Sidrat al-Muntahā berasal dari kata sidrah dan muntaha. Sidrah adalah pohon Bidara, sedangkan muntaha berarti tempat berkesudahan. Dengan demikian secara bahasa Sidratul Muntaha berarti pohon Bidara tempat berkesudahan. Disebut demikian karena tempat ini tidak bisa dilewati lebih jauh lagi oleh manusia dan merupakan tempat diputuskannya segala urusan yang naik dari dunia di bawahnya maupun segala perkara yang turun dari atasnya.
Sidratul Muntaha digambarkan sebagai Pohon Bidara yang sangat besar, tumbuh mulai Langit Keenam hingga Langit Ketujuh. Dedaunannya sebesar telinga gajah dan buah-buahannya seperti bejana batu. Menurut Kitab As-Suluk, Sidrat al-Muntahā adalah sebuah pohon yang terdapat di bawah 'Arsy, pohon tersebut memiliki daun yang sama banyaknya dengan sejumlah makhluk ciptaan Allah.
Di dalam suatu riwayat di ceritakan : "Allah SWT telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yg mana daunnya itu sama banyaknya dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya hanya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan.
Dan jatuhlah daun itu kepada Izrail, maka tahulah Izrail bahwa ia telah diperintahkan untuk mencabut nyawa orang yg tertulis pada daun tersebut. Setelah itu mereka menyebut orang yang sdh tertulis pada daun tersebut sebagai mayat di langit, padahal ia masih hidup di dunia untuk jangka waktu 40 hari, dan diterangkan pula, bahwa akan jatuh dua titisan dari bawah Arsy pada daun yang mana nama orang itu disebut sebagai mayat, satu titisan berupa warna hijau dan satu lagi berupa warna putih.
Dikatakan kalau titisan yang berwarna hijau jatuh pada nama yang dituliskan pada daun itu,maka alamatnya celakalah dia dan kalau titisan putih jatuh pada daun orang yang nama ditulis pada daun itu, maka pertanda, berbahagialah orang itu.
Untuk mengetahui tempat mati, maka Allah menjadikan malaikat Arham. Apabila Allah mencipta sesuatu kelahiran, Dia perintahkan malaikat Arham tersebut masuk ke dalam sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati, lalu keluarlah seorang hamba itu menuju ke mana saja di pelosok bumi ini. Kemudian pada saat kematian tiba, iapun akan kembali pada tempat pengembalian dari pada debu di mana di situlah ia akan menemui ajalnya."
Sebagaima firman Allah subhanallahu wa ta'ala :
Allah subhanallah berfirman : "Katakanlah, sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu, akan keluar juga ke tempat mereka terbunuh...” (Ali Imran : 154)

Minggu, 20 Juli 2014
Siapakah ISIS itu?
Islamic State Iraq and Syam (ISIS) adalah negara (khalifah) baru yang terbentuk akibat perang Suriah -meskipun belum dapat pengakuan dari negara lain-. Khalifah baru untuk umat Muslim sedunia yang diproklamirkan ISIS adalah Abu Bakar al-Baghdadi. Awalnya ISIS disinyalir sebagai bentuk kebangkitan umat muslim, namun seiring keberjalanan waktu kedok mereka mulai terbuka perlahan-lahan. Keberadaan ISIS ternyata sudah diprediksi oleh Rasulullah sebelumnya.
Ali bin Abi Thalib murid setia Rasulullah saw, yang mana tentangnya Rasul saw telah sabdakan bahwa : "Ana Madinatul ilmi wa 'Aliyyun Babuha (Aku Kota ilmu dan Ali adalah Pintunya).
1.400 tahun yang silam, Ali telah mengingatkan akan datangnya Gerombolan Bengis ISIS, Al Nusro, dll yang akan mengibarkan Panji-Panji Hitam yang Menyerupai Panji-Panji Hitam al-Mahdi.
Ucapan beliau terekam dalam literatur Hadits Ahlus Sunnah wal Jama'ah, yakni dalam kitab Kanzul Ummal yang dihimpun oleh Ulama Besar Ahlus Sunnah yang bernama Al Muttaqi Al Hindi pada riwayat nomer 31.530, Ali berkata :
"Jika kalian melihat bendera-bendera Hitam, tetaplah kalian ditempat kalian berada, jangan beranjak dan jangan menggerakkan tangan dan kaki kalian (artinya tetap tenang, jangan menyambut seruan mereka, jangan larut dalam euforia mendukung pasukan itu), kemudian akan muncul kaum lemah (lemah akal sehat dan imannya), tiada yang peduli pada mereka, hati mereka seperti besi (hati keras membatu jauh dari cahaya Hidayah), mereka akan mengaku sebagai Ashabul Daulah (pemilik Negara,saat ini ISIS telah mengumumkan berdirinya Daulah Islam di Iraq dan Syam), mereka tidak pernah menepati janji,mereka berdakwah pada Al Haq (kebenaran) tapi mereka bukan Ahlul Haq (pemegang kebenaran), NAMANYA DARI SEBUAH JULUKAN, MARGANYA DARI NAMA DAERAH, rambut mereka tak pernah dicukur,panjang seperti rambut perempuan,jangan bertindak apapun sampai nanti terjadi perselisihan diantara mereka sendiri, kemudian Allah mendatangkan kebenaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya."
Namanya adalah julukan = Nama yang diawali dengan kata "ABU"
Marganya dari nama daerah = Al-Baghdadi merujuk kepada ibu kota Iraq saat ini yakni Baghdad.
Abu Bakar Al-Baghdadi : pemimpin ISIS yang telah mengumumkan dirinya sebagai Khalifah / Amirul Mu'miniin.
Jumat, 15 Februari 2013
Gaya Bercinta Tentukan Jenis Kelamin Anak
Penulis: Arie Yulianto, dr.
Kamis, 14 Februari 2013
Pacaran?
Jadi, kapan seseorang sudah siap untuk memulai hubungan pacaran? Yuk, pertama kita lihat dari arti pacaran dahulu!
APAKAH PACARAN ITU?
Menurut tayangan media massa, pacaran seringkali diartikan sebagai teman khusus, atau hubungan yang sengat dekat dengan antara laki-laki dan perempuan yang saling tertarik, sehingga membuat mereka selalu melakukan segala sesuatu bersama-sama. Ada juga anggapan bahwa pacaran hanya dianggap sebagai suatu kegiatan untuk sekedar bersenang-senang. Benarkah demikian? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan pacaran?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga, yang dikenal dengan pernikahan. Yang disebut pacar adalah teman lawan jenis yang mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih.
Konsep dari pacaran di berbagai tempat berbeda. Ide yang paling umum adalah dua orang mencoba suatu hubungan dan menjajaki apakah mereka cocok untuk pergi keluar bersama di depan publik sebagai pasangan. Masa pacaran dapat dilihat sebagai pendahulu untuk pertunangan atau pernikahan.
TUJUAN DARI BERPACARAN
Jika hendak memulai sesuatu, tentunya pertama dilihat dari tujuannya. Apa tujuan dari berpacaran itu? Pacaran sebenarnya adalah suatu tahap dalam kehidupan seseorang dimana kedua orang yang sudah siap, baik dari segi biologis, psikologis, maupun sisi sosial-budaya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pernikahan. Tujuan utama dari pacaran adalah untuk menjajaki adanya kemungkinan untuk melanjutkan ke hubungan pernikahan.
Selain itu, ada beberapa tujuan lain, yakni :
- Untuk bertumbuh secara sosial, emosional dan rohani
- Untuk belajar bagaimana berkomunikasi
- Untuk memenuhi kebutuhan mencintai dan dicintai
KESIAPAN UNTUK PACARAN, DITINJAU DARI BERBAGAI SISI
Biarpun arti dari pacaran adalah suatu tahap sebelum pernikahan, realitas berbicara lain. Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kata siap untuk pacaran telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan. Jadi, kapan seseorang dikatakan siap untuk pacaran? Mari kita lihat dari berbagai sisi.
Sisi Biologis
Dilihat dari tujuan berpacaran yakni untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, berarti seseorang dikatakan siap untuk berpacaran jika keduanya menjadi sebagai pria dan wanita dewasa. Seseorang dapat dikatakan sebagai pria atau wanita dewasa secara fisik merupakan suatu proses, yang diawali ketika seseorang memasuki masa pubertas. Pada masa tersebut, mulai timbul rasa tertarik dengan lawan jenis karena hormon-hormon seksual, seperti testosterone, androgen, estrogen dan progesterone mulai aktif bekerja. Akibatnya, mulai terjadi perkembangan seksual sekunder.
Pada pria, perkembangan seks sekunder ditandai dengan timbulnya kumis, suara menjadi lebih berat, timbul jakun, otot-ototnya yang lebih kekar, dan dimulainya produksi sperma yang dikeluarkan secara sehat melalui mimpi basah. Pada wanita, perkembangan tersebut ditandai dengan panggul dan payudara yang membesar, suara yang lembut, dan timbulnya menstruasi.
Walaupun perkembangan tersebut mulai terjadi pada usia 12-14 tahun (pada wanita) dan 13-15 tahun (pada pria), kondisi perkembangan seksual sekunder ini akan sempurna saat wanita berusia 16-17 tahun dan pria berusia 18-20 tahun.
Sisi Psikologis
Dari sisi psikologis , ada beberapa teori yang berkaitan dengan tumbuh kembang individu, termasuk kesiapannya untuk memulai hubungan pacaran.
Dilihat dari Teori Perkembangan Fisik, saat tepat adalah pada periode dewasa awal (early adulthood). Periode ini berkisar pada usia 18-40 tahun, dan tampak individu telah belajar dengan sungguh-sungguh untuk masa depannya; mulai memilih pasangan hidup dan pengaruh teman sebaya telah berkurang serta cita-cita menjadi lebih realistis.
Menurut Teori Perkembangan Seksual dari Freud, seseorang siap untuk memasuki tahap pacaran jika perkembangan seksualnya telah sempurna. Proses perkembangan seksual terjadi pada fase genital, yang terdiri dari fase pubertas (11-13 tahun), fase adolescence (14-18 tahun), dan fase dewasa (18 tahun ke atas). Pada fase pubertas dan adolescence, seseorang sudah mampu melakukan heterosexual relationship, walaupun secara sosial masih belum mampu.
Menurut Teori Perkembangan Psikososial oleh Erickson, seseorang siap untuk memasuki tahap pacaran ketika sudah masuk ke fase Young Adulthood atau fase perkembangan dewasa (18-40 tahun). Fase ini merupakan fundamental dari masa dewasa. Pada fase ini polaritas seksual harus mantap, dan individu dituntut harus mampu untuk mengadakan hubungan seks dengan sesama orang dewasa yang berlainan seks. Individu pun harus mampu membagi kasih dan perhatian terhadap orang lain.
Pada fase ini, individu memasuki dunia dewasa dan diberi kebebasan sebagai orang dewasa, namun mempunyai kewajiban dan tanggung jawab atas segala perbuatannya. Adapun tugas perkembangan yang harus diemban adalah melaksanakan rencana hidup, memilih pasangan (jodoh), dan memilih suatu pekerjaan untuk kehidupannya. Pada fase ini, seorang individu harus lebih serius dalam kehidupan di masyarakat dan bertanggung jawab penuh.
Freud menungukapkan pernyataan : “Lieben and Arbaiten†(Lieben = intimacy, sexual partner mutuality; Arbaiten = tugas yang spesifik, harus menjurus ke arah karier) pada fase ini. Lieben und Arbaiten mengandung arti bahwa orang dewasa yang siap membentuk hubungan intim dengan orang lain (menjadi partner).
Sisi Sosial dan Budaya
Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat dipengaruhi oleh tradisi individu-individu dalam masyarakat yang terlibat. Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh agama dan kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Bahkan ada beberapa budaya dan lingkungan yang tidak mengenal kata pacaran, tetapi langsung pada pertunangan, bahkan langsung pernikahan tanpa melalui tahap pacaran dan pertunangan.
Jadi, Kapan Aku Siap untuk Pacaran?
Seseorang harus mempersiapkan dirinya dengan baik sebelum memulai hubungan pacaran. Berbagai konsekuensi dalam berpacaran haruslah sudah dipertimbangkan terlebih dahulu. Jika hendak memulai hubungan pacaran, haruslah dipertimbangkan :
Apakah sudah siap untuk berkomitmen?
Jika pacaran hanya atas dasar perasaan/romantisme, lebih baik dijajaki lebih dahulu melalui hubungan persahabatan. Perasaan merupakan sesuatu yang tidak stabil. Ada saatnya kita membenci orang yang kita cintai, dan pada akhirnya berakibat pada sakit hati, rasa rendah diri, dan hanya menyakiti diri sendiri maupun orang lain.
Jika pacaran dilakukan untuk menambah koleksi, lebih baik dipikirkan ulang. Kebanggaan diri karena pernah berpacaran ataupun pernah memiliki pacar banyak hanyalah kebanggaan semu. Justru orang lain akan menganggap orang yang memiliki banyak pacar adalah orang yang murahan. Kadang pada saat seseorang mempertimbangkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, orang tua pasangan atau bahkan pasangan sendiri mungkin akan berpikir ulang karena melihat sejarah seseorang sebagai playboy atau playgirl.
Apakah sudah siap untuk berpikir ke arah pernikahan?
Salah satu saat untuk memulai hubungan pacaran adalah ketika sudah siap untuk menikah. Tujuan utama pacaran memang untuk menjajaki kemungkinan akan hubungan yang lebih lanjut sampai pernikahan. Jika memang belum siap, lebih baik dimulai dari hubungan persahabatan tanpa perlu menginjak ke hubungan yang lebih jauh. Perasaan gengsi terhadap teman-teman yang sudah berpacaran sehingga ikut berlomba-lomba mencari pacar hanya akan merugikan diri sendiri.
Apakah sudah mengenal sifat-sifatnya melalui persahabatan, dan siap untuk menerima orang tersebut apa adanya?
Tanpa disadari persiapan yang mantap, pacaran hanya menjadi ajang coba-coba. Hal ini sangat berbahaya karena pacaran akan kehilangan makna dan bisa terjerumus kedalam hal-hal yang tidak diinginkan atau dibayangkan pada awalnya.
Ditinjau dari sisi biologis dan psikologis, seseorang dikatakan sudah siap untuk berpacaran saat sudah menginjak usia dewasa, dimana usia 18 dianggap sebagai usia yang menandai masa kedewasaan. Namun, usia tidak menjadi satu-satunya patokan. Seseorang dapat menjadi bertambah tua tanpa bertumbuh dewasa. Karena itu, karakter, kepribadian, interaksi sosial, dan perkembangan individu masing-masing yang paling menentukan kapan seseorang siap untuk pacaran.
DAMPAK KETIKA TIDAK SIAP PACARAN…
Bagaimana jika seseorang yang belum siap memulai hubungan pacaran? Dampaknya akan berpengaruh pada kondisi fisik maupun mental. Seseorang yang tidak siap dalam kehidupan berpacaran dapat mengalami :
- Depresi tingkat ringan sampai berat, bahkan sampai mencoba bunuh diri jika mengalami keadaan yang disebut sebagai putus hubungan. Hal tersebut dapat terjadi karena seseorang menggantungkan hidupnya pada pacarnya, sehingga identitas dirinya berdasarkan pacar yang dimilikinya.
- Menganggu kegiatan sehari-hari dan masa depan karena masih mudah terpengaruh oleh pacar ataupun tidak bisa menjaga perasaan sehingga menimbulkan emotional dependency. Jika pacar sedikit saja tidak menepati waktu atau tidak memberi kabar , perasaan takut dan cemas mulai membayangi sehingga menganggu kegiatan sehari-hari.
- Bisa menjurus ke arah yang tidak diinginkan, yakni penganiayaan sampai pada hubungan seksual bebas. Dalam hal ini, biasanya pihak perempuan yang paling dirugikan, walaupun tidak menutup kemungkinan pihak laki-laki menjadi korban juga.
Sumber :
- Kamus Besar Bahasia Indonesia, Edisi Ketiga, 2002:807
- Dharmady, Agus Sp. KJ. Siklus Kehidupan dan Perkembangan Individu. 2003. Edisi Pertama. Jakarta : Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa dan Perilaku Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
- Joshua Harris. Boy Meets Girls. 2000. Multnomah Books, division of Random House, Inc. Colorado USA
Cindy Lestari, dr.
Dokter Klinik Kirana Karadenan, Bogor (Senin, Selasa, Jumat), Dokter Klinik Kirana2 Karadenan Bogor (Sabtu)
Biokimia "Jatuh Cinta"
Lalu, pertanyaan-pertanyaan mulai muncul. Apakah ada penjelasan rasional dari cinta? Mengapa seseorang bisa jatuh cinta? Biokimia mencoba menjawab sebagian dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Secara biokimia, rasa cinta berhubungan dengan suatu hormon yaitu norephinephrin. Norephinefrin merupakan salah satu senyawa turunan feniletilamin. Norephinefrin dihasilkan oleh medula adrenal, yaitu merupakan perpanjangan dari sistem saraf parasimpatik yang terdapat di otak. Norephinefrin dibentuk melalui tiga tahap dari prekursornya berupa asam amino tirosin. Tahap pertama yaitu hidroksilasi tirosin membentuk dopa. Tahap kedua yaitu dekarboksilasi dopa membentuk dopamin. Tahap ketiga yaitu hidroksilasi rantai samping dopamin menghasilkan norephinefrin.
Norepinefrin bekerja dengan cara terikat pada reseptor yang terdapat pada permukaan sel-sel hati. Pengikatan antara norepinefrin dan reseptor tersebut memicu terbentuk cAMP sebagai second messenger di dalam sel. Banyak hal yang dipengaruhi oleh cAMP tersebut. Salah satu diantaranya adalah memicu terjadinya reaksi kaskade yang pada akhirnya mengaktifkan protein kinase A (PKA). Protein kinase A tersebut akan secara langsung ataupun tidak akan memfosforilasi berbagai protein salah satunya ezim glikogen fosforilase. Enzim ini menyebabkan glikogen terfosforilasi dan aktif untuk dihidrolisis menghasilkan glukosa-1-fosfat. Glukosa-1-fosfat dapat diubah oleh sel-sel lain melalui glikolisis untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Mungkin hal ini lah yang menyebabkan orang-orang yang jatuh cinta memiliki energi yang lebih banyak dibandingkan orang yang tidak jatuh cinta.
Norepinefrin dan hormon turunannya seperti epinefrin juga diketahui dapat memicu kontraksi jaringan otot, baik itu otot rangka, atau otot jantung melalui mekanisme serupa. Hal ini mungkin sedikit menjelaskan mengapa pada beberapa orang yang jatuh cinta tiba-tiba jantungnya berdetak kencang, dan lidahnya menjadi kelu saat berbicara.
Dalam beberapa penelitian lebih lanjut, pemberian norepinefrin pada beberapa penderita depresi dalam dosis tertentu dapat menyebabkan 60% penderita dapat terlepas dari depresi. Penderita juga mengalami perbaikan dalam hal energi, konsentrasi dan mood. Orang yang jatuh cinta secara alami akan meningkatkan produksi norepinefrin di dalam tubuh. Norepinefrin ini akan dapat bertindak sebagai neurotransmitter yang memberikan efek serupa dengan narkotika. Norepinefrin menyampaikan pesan bahagia di otak. Hal ini menyebabkan terbentuknya senyum di wajah orang-orang yang sedang jatuh cinta.
Apakah teman2 juga seperti itu saat jatuh cinta??kalo iyaa,,berarti normal.. kalo enggak????
Penulis:
Pramudita Putri Kusuma
Mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas MIPA UNS 2011
Cinta Abadi
Mereka menemukan aktivitas pada otak yang sama di regio yang diasosiasikan sebagai pemicu motivasi dan ‘keinginan’ pada pasangan-pasangan tersebut.
Tim peneliti menggunakan functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) untuk meneliti otak dari 10 wanita dan 7 pria yang dilaporkan bahwa mereka masih sangat jatuh cinta dengan pasangannya setelah 21 tahun menikah.
Menurut Arthur Aron, tim peneliti menemukan kesamaan yang sangat jelas antara pasangan yang sudah lama menikah dengan pasangan yang baru saja jatuh cinta. Mereka menyatakan hal tersebut berdasarkan bagian otak yang memicu penghargaan dan motivasi, yang merupakan bagian dari area otak yang kaya dopamin.
Pada penelitian baru-baru ini, telah dibuktikan bahwa area otak yang kaya dopamin tersebut menunjukkan aktivitas yang lebih besar jika seseorang dihadapkan akan foto dari pasangannya dibandingkan dengan foto dari sahabat dekat atau foto orang lain.
Sumber : Medindia
Penulis:
Cindy Lestari, dr.
Dokter Klinik Kirana Karadenan, Bogor (Senin, Selasa, Jumat), Dokter Klinik Kirana2 Karadenan Bogor (Sabtu)
Mengapa ada cinta?
Feromon yang berasal dari bahasa yunani pherein (membawa) dan hormone (mengeluarkan) adalah substansi biologi yang dikeluarkan oleh setiap individual yang menghasilkan perubahan perilaku seksual dan sosial dari individu lain yang sejenis. Pada manusia, feromon berupa bau yang ditangkap oleh jacobson organ (Vomeronasal Organ/VNO) yang terletak di bagian keras dari septum nasal (batang hidung) untuk kemudian dihantar ke otak dan menimbulkan reaksi pada individu yang menerima. Feromon tidak hanya tercium oleh lawan jenis saja, tetapi juga dapat tercium antara jenis kelamin yang sama.
Bagaimana hormon ini terbentuk ?
Feromon dihasilkan terutama oleh kelenjar apokrin (salah satu jenis kelenjar keringat) dan kelenjar lainnya. Feromon terbentuk dari interaksi antara flora yang tinggal di area kelenjar tersebut dan substansi feromon sehingga terbentuk bau yang khas untuk tiap individual. Kelenjar apokrin ini terdapat di area ketiak, kelamin, mulut, kaki dan seluruh kulit.
Apakah sama dengan bau badan ?
Tidak, feromon tidak sama dengan bau badan. Feromon adalah substansi tak berbau yang merupakan bau alami dari seseorang. Sedangkan bau badan timbul karena produksi keringat yang berlebihan yang kemudian diubah oleh bakteri menjadi berbau tidak nyaman.
Bagaimana feromon memberikan efek ?
Setelah ditangkap oleh VNO, feromon akan merangsang pengeluaran neurotransmitter ke aksis hypothalamus-pituary-gonadal di otak yang kemudian akan merangsang pengeluaran GnRH (gonadal releasing hormone). Pada wanita, GnRH akan merangsang pengeluaran FSH (Folicle Stimulating Hormone) dan LH (Luetinizing Hormone) yang nantinya akan merangsang pematangan telur dan ovulasi. Sedangkan pada pria, FSH dan LH akan merangsang spermatogenesis (pembentukan sperma).
Untuk jangka pendek, feromon menimbulkan pelepasan neurotransmitter yang akan menimbulkan ketertarikan terhadap lawan jenis.
Lalu apa efeknya pada kita ?
Feromon dapat merangsang ovulasi pada wanita yang menciumnya sehingga akan memancing siklus haid yang sama,jadi kalau ada mitos yang menyatakan bila tinggal bersama maka akan haid berbarengan ada benarnya juga bukan ?
Feromon wanita semakin maksimal pada saat ovulasi, sehingga kalau ada mitos yang bilang wanita lebih seksi dan “mengundang” saat sedang subur, mungkin ini biang keladinya. Selain itu, saat ovulasi membuat wanita lebih sensitif terhadap feromon pria, sehingga wanita lebih “jinak” pada pria.
Feromon wanita akan membantu para pria melakukan penilaian terhadap wajah atau foto atau suara wanita yang didengarnya, sehingga pria akan merasa terpanggil untuk mengejar atau malah hanya pasif tanpa respon. Sedangkan feromon pria akan membuat wanita merasa lebih seksi dan menarik serta bergairah atau sebaliknya, tidak timbul hasrat apapun. Jadi kalau ada sebutan cinta pada pandangan pertama atau malah benci sejak pertama kali bertemu, mungkin ini penyebabnya. Kesimpulannya, feromon dapat berupa “feromon positif” yang menarik perhatian lawan jenis atau malah “feromon negatif” yang menjauhkan lawan jenis.
Bagaimana bila memakai pewangi ?
Feromon terdiri dari berbagai macam jenis dan efek. Pada prinsipnya, pewangi (perfume) menggunakan bahan dasar yang memberikan efek yang sama dengan substansi feromon, jadi bila pewangi yang dipakai selaras dengan “feromon positif” pada anda, maka itu akan membantu anda dalam menarik perhatian lawan jenis atau komunikasi dengan lawan jenis. Sedangkan bila tidak, maka efek yang timbul malah sebaliknya. Jadi berhati-hatilah bila hendak memakai atau memberi pewangi sebagai hadiah, bila salah, bisa-bisa anda akan tidak disukai tanpa alasan.
Hingga saat ini keberadaan feromon pada manusia masih menjadi perdebatan dan terus dilakukan penelitian. Tetapi yang perlu diingat bahwa feromon bukanlah satu-satunya alasan adanya ketertarikan antar jenis. Sikap, pembawaan dan penampilan andalah yang akan membantu anda menarik perhatiannya. Selamat mencoba
Sumber :
James V. Kohl, Michaela Atzmueller, Bernhard Fink2 & Karl Grammer. 2001. Human Pheromones: Integrating Neuroendocrinology and Ethology. Available at http://www.nel.edu/22_5/NEL220501R01_Review.htm
Ditulis oleh:
Hygiena Kumala Suci, dr.
Dokter Umum di RSUD Landak, Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat
Minggu, 13 Januari 2013
Mengapa cincin dipakai di jari manis?
Mengapa cincin dipakai di jari manis? Pertanyaan sepele tapi cukup menimbulkan penasaran. Bahkan ada beberapa orang yang mengkaitkannya dengan mitos atau cerita-cerita tertentu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Salah satunya seperti ini (saya repost dari sebuah tulisan:
Mengapa Cincin Pernikahan Berada Di Jari Manis ?
Ini bukan mitos tapi keajaiban, coba ikuti langkah-langkah berikut :
1. Gabungkan ke dua telapak tangan kita, kemudian jari tengah ditekuk ke dalam.
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3. Permainan dimulai.
5 pasang jari tetapi akan ada hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan.
...
4. Cobalah membuka IBU JARI kita.
Ibu jari mewakili ORANG TUA.
Ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati.
Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
5. Tutup kembali ibu jari kita.
Kemudian buka jari TELUNJUK kita.
Jari telunjuk mewakili KAKAK & ADIK.
Mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
6. Sekarang tutup kembali jari telunjuk kita.
Lalu buka jari KELINGKING.
Jari kelingking ini mewakili ANAK aNAK.
Cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita.
7. Selanjutnya, tutup jari kelingking kita.
Dan cobalah buka JARI MANIS kita, tempat dimana kita menaruh cincin pernikahan kita.
Pasti kita akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka
Mengapa ?
Karena jari manis mewakili SUAMI ISTRI.
Selama hidup, kita dan pasangan kita akan melekat satu sama lain.
hahahaha..
Kata siapa ibu jari mewakili orang tua, telunjuk mewakili saudara, dan jari kelingking mewakili anak-anak? Kalo begitu ceritanya harusnya hubungan paling kuat adalah pada orang tua dong, kan darah dan daging kita berasal dari mereka. Dasarnya apa menganalogikan seperti itu? Sebuah pernyataan yang menyesatkan. Memang tidak negatif dan memberi nasehat positif agar selalu menghargai pasangan, tapi caranya jangan dengan pembodohan.
Lalu mengapa jari kelingking tidak bisa dibuka?
Dalam sistem anatomi muskuloskeletal manusia, setiap otot yang ada ditubuh itu persarafi oleh serabut saraf. Itulah mengapa otot bisa digerakkan, apabila saraf ini lumpuh maka otot akan atrofi dan mengecil (contohnya pada kasus polio). Pada daerah lengan bawah (regio antebrachii) terdapat 2 saraf utama yang mempersarafi sampai ke regio manus (telapak tangan dan jari jemari). Saraf tersebut adalah n radialis yang berjalan disepanjang os radius dan n. Ulnaris yang berjalan di sepanjang os ulnae. N. radialis mempersarafi jari kelingking dan setengah jari manis, sementara n. ulnaris mempersarafi ibu jari, jari telunjuk, jari tengah dan setengah jari manis. Jadi disini jari manis dipersarafi oleh 2 nervi sementara jari-jari yang lain hanya dipersarafi 1 nervus saja.
Lalu hungungannya apa dengan tidak bisa ditegakkan?
Yang mengatur otot untuk berkontraksi adalah saraf. Apabila kita ingin menggerakkan anggota tubuh kita maka otak akan mengirimkan sinyal listrik pada saraf dan saraf yang akan menggerakkan otot tersebut. Misalnya kita mencoba menegakkan ibu jari, maka kita memerintahkan n. ulnaris untuk menegakkan, sebagai saraf tunggal n. ulnaris langsung mengizinkan jari tersebut untuk tegak. begitupun dengan jari lain, apabila kita menyuruh tegak maka akan langsung berdiri tegak karena saraf yang menginervasinya hanya satu. Lain halnya dengan jari manis, ketika kita menyuruh jari manis untuk tegak otomatis kita memerintah kedua nervus untuk melakukannya, padahal nervi radialis sendiri harus mempertahankan kelingking untuk melipat dan nervi ulnaris mempertahankan jari tengah, telunjuk dan ibu jari untuk melipat. Otomatis kekuatan si saraf untuk menegakkan jari manis tidak cukup kuat melawan tahanan dari dari kelingking dan jari tengah.
Bingung ya? -____-
Mari kita analogikan seperti ini: 5 buah balok kayu diikat pada satu tiang. Balok A, B, C, diikat dengan karet warna merah, Balok E diikat karet warna biru, dan Balok D diikat dengan karet merah dan biru. Otomatis Balok A, B, C, E mudah ditarik karena hanya diikat pakai satu karet, sementara balok D lebih susah ditarik karena diikat dengan 2 karet.
Udah jelas kan sekarang kenapa jari manis sulit ditegakkan apabila jari lain dilipat? Jangan lagi termakan artikel non-ilmiah yang menyesatkan dengan mitos-mitosnya.
Jadi tidak ada hubungan antara cincin di jari manis dengan kesetiaan. Pemakaian cincin dianjurkan di jari manis berdasar hadits diatas, tapi saya rasa memakai cincin di jari manapun tidak masalah asal tujuannya tidak untuk sombong dengan memakai banyak cincin.
semoga bermanfaat ^^










