Karena kekayaan sesungguhnya adalah ilmu, maka abadikanlah ilmumu dengan menuliskannya -niestarry-
RSS
Tampilkan postingan dengan label recomended. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label recomended. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Memperbaiki Jodoh


Menganalisa tulisan sebelumnya tentang jodoh dan takdir, maka dapat diketahui bahwa jodoh adalah ketetapan Allah SWT yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz jauh sebelum dunia seisinya ini tercipta. (Tulisan tentang jodoh adalah ketetapan dapat dibaca disini). Nah, namun karena apapun yang tertulis di Lauhul Mahfudz termasuk takdir mu'allaq (takdir tergantung) maka jodoh masih bisa diusahakan. (Tulisan tentang macam-macam takdir dapat dibaca disini).

Allah SWT berfirman dalam Q.S. An Nuur ayat 26:
ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ
Artinya: Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).

Mengkaji ayat tersebut, telah jelas tertulis bahwa jodoh itu menyesuaikan, jodoh adalah cerminan dari diri kita. Bila kita baik, maka jodoh kita akan baik juga. Namun bagaimana dengan takdir???

Misalnya Allah SWT memang telah menjodohkan fulan dengan fulanah sejak di Lauhul mahfudz, namun ternyata fulanah adalah perempuan yang shalihah sedangkan fulan adalah laki-laki berandal, mungkinkah mereka berjodoh? Bagaimana dengan janji Allah SWT yang tertulis dalam kitabnya???

Bingung yah?

Tau tidak, jodoh itu memiliki feromon yang mirip, bersifat seperti magnet yang akan selalu tarik-menarik.  Jika kasusnya seperti fulan dan fulanah, tergantung siapa yang kuat menarik. Jodohnya tetep fulan dengan fulanah namun salah satu dari mereka akan menyesuaikan dengan pasangannya. Jika iman fulanah kurang kuat dan terlanjur cinta sama si fulan ya si fulanah akan jadi ikutan jelek, mengikuti jejak si fulan. Tapi jika si fulanah tetep istiqomah, maka si fulan bakal tertarik juga... nggak ada sebab musabab tiba-tiba cahaya hidayah mampu menggerakkan hati fulan untuk menjadi lebih baik, Allah lah yang akan memantaskannya, jadi si fulan lah yang akan menyesuaikan fulanah, menjadi pasangan yang sama-sama baik.

Nah, jadi siapapun jodoh kita, kalau bisa kita harus tetep jadi orang baik. Jangan sampai justru kira yang tertarik ke arah yang nggak baik. Kita harus tetap mengikatkan kualitas kualitas diri kita, dan kualitan iman kita. Insyaallah jodoh kita nanti juga akan menyesuaikan kita. Maka dari itu yuk perbaiki jodoh kita.. :)

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selasa, 27 Januari 2015

Scriptsweet~ (2)

Di posting tentang skripsi yang kedua ini, saya tidak ingin membahas tips dan trik cepet selesai skripsi lagi, tapi saya ingin membahas bagaimana agar jujur dalam skripsi.

Sudah bukan menjadi fenomena yang dianggap tabu ketika mahasiswa melakukan kecurangan-kecurangan selama kuliah, mulai dari mencontek, titip absen, memalsukan ttd dosen, sampai skripsi pun masih kental dengan kecurangan-kecurangan. Bukan hanya memalsukan data, memalsukan ttd pembimbing/penguji bahkan memalsukan proses skripsi menjadi suatu yang lazim terjadi.

Miris memang, merujuk pada "idealisme mahasiswa", salah satu elemen masyarakat yang sangat kental dengan semangat gelora jiwa mudanya, serta intelektualitasnya yang bisa dibilang lebih tinggi dari strata masyarakat lain, namun fenomena kotor ini justru membaur dalam kesehariannya.

Beberapa contoh yang aku temui sendiri di lapangan:
1. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari sampel penelitiannya, pada akhirnya data sampel dipalsukan
2. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari jurnal referensi penelitian, pada akhirnya blog dan referensi populer pun dipakai
3. Ada mahasiswa yang kesulitan mencari ttd pembimbing/penguji/validator/editor jurnal, pada akhirnya ttd dipalsukan
4. Ada mahasiswa yang belum lengkap mengajukan syarat-syarat ujian skripsi, tapi sudah minta lembar penilaian dengan menipu bagian administrasinya
5. Ada mahasiswa yang tidak ujian tapi mengisi sendiri nilainya di lembar penilaian kemudian dikumpulkan
6. dan lain lain

Hmm........ mas bro dan mbak sist para civitas akademika cendekiawan muda indonesia, pantas nggak sih perbuatan-perbuatan kotor itu dilakukan? Katakanlah memang hal itu tidak merugikan orang lain, tapi bro, yang namanya curang itu ya tidak halal. Sekecil apapun tetap diperhitungkan bro...

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ 
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS Az Zalzalah : 8)

Skripsi adalah salah satu pintu gerbang menuju sarjana, dengan lulusnya skripsi otomatis gelar sarjana sudah anda peroleh. Kalau cara untuk memperoleh gelar saja tidak halal, padahal gelar itu akan kamu pakai untuk melamar pekerjaan, dan dari pekerjaan itu kamu mendapatkan uang untuk menghidupi keluargamu, kamu mau uang hasi jerih payahmu menjadi tidak halal???

Baiklah mas bro dan mbak sist, kalau sudah terlanjur yasudah, monggo sama-sama bertaubat, mohon ampun sama Allah SWT, yang penting sudah tau madharatnya dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau belum terlanjur monggo dijaga langkahnya supaya tidak terperosok dalam kecurangan. Caranya ya dengan tidak menjadi deadliner, karena biasanya akal licik muncul dalam keadaan sudah terdesak.


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selasa, 13 Januari 2015

IMPLEMENTASI IDEALISME DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Teringat percakapan dengan salah satu sahabat yang menjadi pentolan organisasi di kampus tentang implementasi idealisme dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa, ternyata masih sangat jauh dari kata ideal, walaupun mereka-mereka adalah aktivis organisasi, bahkan aktivis dakwah sekalipun..
Idealisme, bagi mahasiswa terutama aktivis organisasi, pasti kata ini sudah tidak asing lagi bagi mereka. Menurut Fichte dalam buku “Kamus Filsafat”, idealisme berarti pandangan yang menyandarkan keunggulan moral untuk sebuah etika manusia yang ideal. Karena kami disini adalah mahasiswa muslim, maka obrolan kami tak jauh dari kehidupan kemahasiswaan muslim sehari-hari. Nah, yang menggelitik pemikiran kami waktu itu adalah budaya menyontek.
Menurut kami, menyontek adalah degradasi yang nyata atas idealisme mahasiswa muslim. Itu merupakan salah satu bentuk kemunafikan besar bagi mereka-mereka yang mengaku memiliki idealisme. Kenapa begitu?
1. Pikirkan dengan nurani anda, pantaskan seseorang yang menyontek disebut sebagai mahasiswa ideal? Tentu tidak kan? Idealnya, mahasiswa yang baik itu tidak menyontek.. ini jawaban sederhana yang anak SD pun pasti begitu jawabannya..
2. Menyontek itu menggambarkan pelakunya tidak memiliki kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Bagaimana dia ingin bisa dipercaya oleh orang lain bila pada dirinya sendiri saja dia tidak percaya? Dia sudah belajar, disitu kemampuannya diuji. Mumpuni apa enggak. Kalo belum mumpuni ya belajar lagi, karena mahasiswa kudu bisa jadi pembelajar sejati. Nggak usah takut salah ketika kesalahan itulah yang akan mendewasakan. eeaaakkk….
3. Senggak-ngertinya seseorang tentang jawaban suatu soal, paling tidak di situ ada pilihan, kan? Tinggal pilih jawaban A, B, C, D, atau E. Gampang kan? Semua orang dihadapkan pada pilihan yang sama bro. Tinggal kamu berani milih apa enggak. Dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya, benar atau salah. Setiap orang harus belajar bertanggung jawab atas pilihannya masing-masing bro.. nggak selamanya kamu bisa menggantungkan orang lain. Ini bentuk simplifikasi dari kehidupan. Gitu aja nggak berani milih, gimana kalo dibenturkan dengan pilihan hidup yang jauh lebih rumit?
4. Orang yang menyontek itu imannya dipertanyakan. Wah ini berat ini kalo nyangkut-nyangkut iman.. Tapi inilah yang dikatakan oleh ibunda Sulastri, ibu guruku tercinta waktu SMA, yang nggak mengizinkan siswanya contekan bahkan saat UN, yang selalu ku ingat sampai sekarang. “Kalau kamu nggak bisa jawab, cukup berdo’a, percaya sama Allah, Allah maha tahu, Allah maha benar, nggak usah tengok kanan kiri, percaya saja sama Allah, Allah pasti bantu kamu sesuai dengan ikhtiarmu, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya yang sudah bersungguh-sungguh belajar berada dalam kesulitan..”
5. Menyontek itu munafik. Seperti yang kukatakan diawal. Koruptif, manipulatif. Menipu diri sendiri, menipu orang tua, menipu Tuhan. Dikira Tuhan nggak tahu apa? Gitu masih bangga?
6. Menyontek itu bagaimanapun juga adalah perbuatan yang tidak halal. Nilai hasil ujianmu akan diproses menjadi nilai IP, IP akan diakumulasi menjadi IPK, IPK lah yang akan kamu gunakan untuk melamar pekerjaan, dari pekerjaan itulah kamu digaji dan kamu gunakan untuk menghidupi anak dan istri. Lalu bagaimanakah jika nilai yang kau peroleh saja tidak halal? Seluruh prosesnya menjadi tidak halal? Hartamu?? Mau memberi makan anakmu dengan harta yang tidak halal? Kau tahu, salah satu sebab tidak dikabulkannya doa adalah karena terhalang oleh makanan yang tidak halal. Masih mau menyontek?
Tulisan ini saya tujukan untuk semua mahasiswa yang mengaku masih memiliki idealisme. Terutama untuk aktivis dakwah. Apa yang akan kamu dakwahkan ketika perbuatanmu sendiri saja sudah tidak mencerminkan Islam??
Billahi fii sabilil haq. Fastabiqul khoirot!

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selasa, 02 Desember 2014

Scriptsweet~

Hello niestarry lovers, udah lama nungguin postingku yah?? hahaha... maap banget nih lama nggak blogging karena sibuk scriptsweet alias skripsian. wkwkwk... :p

Nah, mumpung lagi skripsian, kali ini aku akan berbagi sedikit cerita tentang skripsi di fakultas kedokteranku tercintah ini.. :)

Skripsi, merupakan tugas besar sebagai syarat bagi setiap mahasiswa S1 yang pengen wisuda. Disini skripsi bobotnya 5 SKS. Lumayan gede lah... tapi nggak usah khawatir, skripsi nggak sebegitu nyeremin kok..

Sebelum mulai skripsian, kita dibekali dengan kuliah metodologi penelitian di semester 5. Setelah itu semester 6 diadakan ujian metodologi penelitian, ujian ini bobotnya 2 SKS. Jika lulus (minimal nilai B) kalian boleh cari-cari judul skripsi. Nah, untuk penentuan judul skripsi dan konsultasi, akan dibagi validator yang akan mengampu kalian. Satu validator untuk 7 - 8 mahasiswa. Setelah kalian konsultasikan judul kalian ke validator dan judul kalian divalidasi, kalian akan direkomendasikan ke bagian yang sesuai dengan judul kalian. Disini, kepala bagian akan menunjuk salah satu dosen di bagian tersebut untuk menjadi pembimbing utama kalian. Setelah dosen pembimbing utama ditentukan, kalian tinggal mencari dosen pembimbing pendamping, penguji utama dan penguji pendamping. Setelah itu kalian bisa langsung mulai berkonsultasi tentang proposal penelitian dengan pembimbing kalian.

Konsultasi pembimbing, minimal 4 kali untuk masing-masing pembimbing. Setelah 4 kali konsultasi, kalian baru bisa menyerahkan proposal penelitian ke bagian skripsi untuk disetujui melaksanakan ujian proposal.

Pada waktu ujian proposal, yang perlu kalian persiapkan adalah proposal penelitan kalian yang telah ditandatangani oleh keepat pembimbing-penguji dan telah divalidasi oleh validator, slide presentasi, LCD proyektor, leptop dan snack.. :)

Setelah ujian proposal, jika direvisi, maka kalian harus menyelesaikan revisi tersebut dan menyerahkan hasil revisian ke bagian skripsi, kemudian kalian boleh meminta dibuatkan surat ijin penelitian. Oh iya, jika penelitian kalian melibatkan manusia, maka kalian juga harus membuat ethical clearance. Setelah surat ijin penelitian dan ethical clearance kalian fix, kalian boleh melakukan penelitian. Sekali lagi, jika subyek penelitian kalian adalah manusia, kalian juga harus membuat informed consent.

Karena belibetnya proses pre-penelitian ini, saya sarankan untuk tidak menunda-nunda waktu skripsi. Karena kita nggak pernah tahu apakah administrasinya akan mulus atau sama belibetnya, apakah dosen pembimbing mudah ditemui untuk konsultasi, apakah proposal kita langsung layak uji atau harus melalui serangkaian proses revisi, dan apakah penguji kita mudah dimintai jadwal ujian dan tidak bentrok antara satu dosen dengan dosen lainnya.

Fiuh...
Akhirnya, sekian dulu tulisan tentang skripsi saya, karena saat ini saya juga masih dalam tahap penelitian.. hehehe... ternyata penelitian juga lama dan belibet..
insyaallah lain waktu akan saya sambung lagi ceritanya jika saya sudah selesai skripsian. :)


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Senin, 22 Juli 2013

Tips jadi asisten anatomi

Sejenak agak geli ketika ada adik tingkat bertanya gimana sih caranya jadi asisten anatomi? Antara bangga dan bingung mau jawab apa, takut konyol dan mengecewakan jawabannya atau justru malah membuat harapan mereka pupus. :p

Aku sebenarnya bukan mahasiswa yang super pinter, yah walaupun IQ-ku diatas 130 lah *oposih* , dan aku gak suka menampilkan diri untuk terlihat pintar. Aku jarang menjawab pertanyaan kecuali bila memang benar-benar ditanya atau dimintai pendapat. Jadi banyak yang gak percaya ketika aku diterima sebagai asisten anatomi. Yah.... kadang disepelekan itu manis.. :p 

Sejujurnya tidak ada tips khusus untuk menjadi asisten anatomi. Mungkin agak berbeda dengan asisten lab lain, tapi di lab ini insyaallah pemilihan asistennya bener-bener murni pilihan dosen. Jadi keinget dulu pas daftar asisten di lab lain, sebenernya udah pede banget itu, nilai bagus, CV penuh, tapi gagal pas tahap 1 (seleksi berkas), padahal aku lihat salah satu yang keterima IPK-nya gak lebih tinggi dari aku, jadi aku agak "curiga" dengan metode "seleksi berkas" yang dipakai. Mungkin itu pikiranku saja sih, mungkin seleksi berkas gak semata-mata dilihat dari IPK, tapi faktanya, asisten yang diterima itu sedikit mengecewakan. Karena ada yang hampir di semua lab (bahkan labnya sendiri) kena inhal, dan menurut beberapa orang juga gak pinter, dan menurut rumor yang beredar juga bahwa asisten yang diterima di lab itu adalah mereka yang dekat dengan asisten senior. Yah.... itu sudah rahasia umum dan berlaku hampir di semua lab sih..... Tapi gapapa, mungkin memang jalannya harus seperti itu, seandainya dulu aku keterima ya mungkin aku nggak berada disini. :)

Duh.. OOT nih.. kembali ke tips jadi asisten anatomi... hehehe...

Tips pertama: DAPATKAN FEEL-NYA
Syarat pertama dan paling utama untuk mau mendaftar jadi asisten anatomi adalah CINTA ANATOMI. Walaupun berkali-kali dikecewakan sama anatomi, di-PHP-in, dibikin patah hati, jagan pernah menyerah untuk mencintainya. Aku lho, seumur-umur pretes anatomi lulus baru sekali, inhaaaaaallll semua, tapi itu bukan masalah buat aku, tetep balajar dan abis itu malah makin ngerti. Dan hasilnya pas responsi yaaa.... hmmm... gak pernah nilaiku dibawah 80, dan pernah juga dapet nilai tertinggi seangkatan.. eeaaa..... *songong banget dah..* Soalnya kita udah punya feel, semakin ditinggi tantangannya kita akan lebih bersemangat untuk berjuang menaklukkannya. Tapi jika kamu gak cinta sama anatomi, jangan sekali-kali mendaftarkan diri jadi asisten, karena itu justru akan memberatkan kamu sendiri. Anatomi butuh banyak pengorbanan.

Tips kedua: YAKIN
Setelah kamu punya rasa cinta yang mendalam terhadap anatomi, dan kamu merasa dirimu sanggup menerima konsekuensi menjadi asisten anatomi, sekarang yang dibutuhkan adalah keyakinan. Yakin bahwa kamu mampu dan pantas untuk diterima. Walaupun orang bilang apa tentang kamu, jangan dengarkan. Walaupun gak ada yang dukung kamu, selama kamu punya tekad, tetep harus daftar jadi asisten. Kesempatan cuma sekali, kalo emang udah ditakdirkan kamu akan masuk jadi asisten, kenapa harus takut dengan gunjingan orang sekitar? Toh bukan mereka yang menentukan.. Buat kejutan terhadap mereka yang memandang sinis dan buktikan bahwa kamu tidak boleh dipandang sebelah mata. Jangan pernah minder sekalipun sanginganmu mahasiswa jenius tingkat dewa, Tuhan tidak pernah salah memilih wakilnya, bisa jadi kamulah yang nanti akan terpilih. Setidaknya jangan sia-siakan kesempatan, ambil dan manfaatkan sebaik-baiknya.

Tips ketiga: MAU BELAJAR
Seperti yang aku bilang di atas, bahwa aku bukan orang yang super pinter dan malah biasa saja dimata temen-temen, tapi aku punya kemauan untuk belajar dan lebih banyak mendalami ilmu terutama anatomi. Kegagalan bukan alasan untuk berhenti belajar karena justru itulah pemantik agar belajar lebih banyak lagi. Apalagi sebagai asisten nanti kamu harus mengajarkan ilmunya pada adik-adik, maka sebelumnya kamu harus mau belajar sungguh-sungguh dan harus benar-benar memahami apa yang akan kalian sampaikan nanti.

Mungkin itu aja tipsnya. Selebihnya sama seperti kalau mau mendaftar lab lain, kalau bisa IPK bagus, CV penuh prestasi membanggakan, banyak karya tulis yang pernah dibuat, dan berkomitmen. Sukses ya buat adik-adik yang berminat mengikuti jejakku di anatomi. ^^

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sabtu, 13 Juli 2013

From Zero to Hero

Bismillahirrohmanirrohim....
Sebelumnya mohon maaf karena dalam tulisan ini melibatkan beberapa orang, semata-mata hanya untuk menginspirasi dan memotivasi pembaca.

Melanjutkan ceritaku di tulisan sebelumnya. seperti yang anda telah ketahui bahwa aku terlahir dikeluarga sederhana dan dibesarkan dalam kesederhanaan. Sejak kecil aku sudah terbiasa menahan keinginan, menghilangkan rasa iri dan dengki kepada teman apabila mereka memiliki mainan yang banyak sementara aku tidak. Aku harus membantu ibu dirumah, menjaga adik, mencuci, menyapu lantai, dll saat teman-teman asik bermain. Masa kecil kurang bahagia? tentu tidak.... justru masa kecilku sangat bahagia karena aku bisa belajar lebih banyak tentang kehidupan dibanding teman-teman seusiaku.

Pada diriku telah ditanamkan kemandirian, tanggung jawab, keprihatinan dan kemauan untuk berusaha sejak aku kecil. Dan satu hal, aku tidak hidup dalam pujian, dalam kehormatan atau dalam kemewahan.

Sejak SD, setiap aku tidak bisa mengerjakan soal, ayah dengan sabar mengajariku sampe bisa, kalo aku tetap gak bisa ayah gak pernah mengerjakan pekerjaanku dan membiarkanku mendapat nilai jelek kemudian menyuruhku belajar lagi. Aku juga ditanamkan kejujuran, aku tidak pernah diizinkan mencontek barang sekalipun, jadi saat menerima raport, nilai itulah nilai murni usahaku sendiri. Ayah dan ibu tidak pernah marah bila aku mendapat nilai jelek, begitupun saat aku mendapat nilai bagus, mereka juga gak pernah memuji. Bagi mereka nilai jelek atau bagus itu sama saja, yang penting prosesnya dan ilmu yang didapat.


Ayah dan ibu tidak pernah marah bila aku mendapat nilai jelek, begitupun saat aku mendapat nilai bagus, mereka juga gak pernah memuji. Bagi mereka nilai jelek atau bagus itu sama saja, yang penting prosesnya dan ilmu yang didapat.

Aku beruntung memiliki orang tua terpelajar. Walaupun saat itu perekonomian keluargaku saat sulit dan ibuku sangat pelit saat aku minta mainan atau jajan, tapi ibu tak pernah menolak saat aku minta dibelikan buku dan alat tulis. Dan satu lagi, nenekku saat itu masih bekerja sebagai guru SD, setiap hari beliau pasti membawa buku bacaan baru dari perpustakaan, mulai dari komik sampai ensiklopedi. Dan karena itu aku suka membaca. Bahkan dalam sehari aku bisa menghabiskan 3-4 buku bacaan, lumayan banyak kan menurut ukuran anak kelas 3 SD??

Aku juga beruntung memiliki orang tua kreatif. Semua bajuku saat itu hasil jahitan ibuku, dari kain perca atau baju bekas yang dimodifikasi. Tapi tetap cantik kok. :) Kursi, meja, rak buku, dan hampir semua perabotan rumah itu bikinan ayahku. Juga kuda-kudaan dan ayunan yang suka aku mainkan saat kecil itu bikinan kakekku. Jadi darah kreatifitas mereka menurun padaku, hampir setiap aku ingin sesuatu seperti punya teman, aku pasti membuatnya sendiri. Tas, tempat pensil, kalung, boneka, dll dari barang-barang bekas yang tersedia dirumah. Hampir semua barang bisa aku manfaatkan, bahkan aku suka mengambil sesuatu yang menurutku menarik dijalan untuk didaur ulang. Dan asyiknya teman-teman pada suka dengan kerajinan tanganku, jadi kadang mereka beli dari aku. Lumayan buat nambah uang saku. :)

Sebetulnya aku termasuk anak yang pendiam namun supel dan ramah dikelas. Aku tak suka menonjolkan diri. Setiap guru melempar pertanyaan aku tak terlalu suka menjawab kecuali pertanyaan itu memang ditujukan kepadaku. Jadi aku dianggap sebagai anak yang biasa saja dikelas. Oiya, aku juga bernah digoblok-goblokkan didepan teman-teman oleh guru kelasku saat SD. Ummm.. sebenernya beberapa kali dan gak cuma oleh satu guru. Hmm... itu cukup membuatku menangis gak mau sekolah besoknya. hehehe...... Tapi entah ini namanya dendam atau tidak, kejadian itu gak pernah aku lupakan bahkan sampai sekarang, dan itu memotivasiku untuk membuktikan bahwa aku tidak bodoh. Dan saat pengumuman kelulusan SD, akulah siswa lulusan terbaik dengan nilai tertinggi sekecamatan. :)

Saat SMP hal itu terulang lagi, saat baru pertama masuk aku sering dibodoh-bodohkan dan diejekin oleh teman-teman. yah maklum mereka berasal dari SD kota dan aku SD desa. Tapi ya aku biasa saja, sudah biasa lebih tepatnya. Yang penting pembuktian saja bahwa aku tidak bodoh. Selama di bangku SMP aku memenangkan hampir semua lomba yang aku ikuti, banyak piala yang aku sumbangkan ke sekolah. Tapi bagiku itu biasa saja. Begitupun bagi orang tuaku, kehidupan tetap berjalan biasa, tak ada pujian ataupun hadiah dari mereka. Ya gapapa, hadiah dari lomba sudah cukup banyak kok. hehehe... :)

Terus saat SMA, no much story, intinya disini pendidikanku sejak kecil mulai diaplikasikan. berada ditengah-tengah menusia borjuis membuatku lebih sering menahan diri, menghilangkan iri dan belajar mengimbangi. Disini semua siswanya cerdas, manusia-manusia terbaik dari berbagai daerah berkumpul menjadi satu. Adalah hal yang sangat maklum bila aku menerima cap "bodoh" hampir setiap hari di tahun pertama. Bahkan sampai di tahun ketiga saat mendekati ujian akhir, ada satu anak yang secara tajam mengatakan kalimat sensitif itu didepan wajahku. Namanya selalu kuingat. Dan padanya kubuktikan bahwa aku tidak bodoh. Sejak itu tekadku menggebu untuk belajar, setelahnya aku berhasil menjadi peringkat pertama dikelas, kemudian peringkat 5 besar hasil tryout SNMPTN yang diadakan di sekolah dan pada akhirnya aku lolos SNMPTN dan diterima di Fakultas Kedokteran.


Semua kritik itu membangun, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Apakah mau diam menerima atau bangkit membuat pembuktian? Jadikan kelemahanmu sebagai kekuatan, dan jangan biarkan kekuatanmu menjadi sebuah kelemahan, apalagi menjadi bumerang untuk menjatuhkan diri sendiri

Dan dari semua pelajaran-pelajaran hidup itu aku tumbuh menjadi manusia yang saat ini tengah menapaki dunia. Aku tak menjadi besar ketika mendapat pujian, tak juga gentar ketika mendapat cercaan. Kejujuran dan kemandirian adalah prinsip utamaku hingga sekarang. Dan kesadaran akan setiap perbuatan pasti dimintai pertanggungjawaban, membuatku semakin berhati-hati dalam melangkah.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perjalanan Panjangku

Bismillahirrohmanirrohim....
Sebelumnya mohon maaf karena dalam tulisan ini melibatkan beberapa orang, semata-mata hanya untuk menginspirasi dan memotivasi pembaca.

Pada waktu subuh tanggal 5 September 1993, pada sebuah gubug sederhana milik seorang bidan desa (sekarang sudah tidak ada), lahirlah yang seorang bayi perempuan yang kemudian diberi nama Nisa'u Luthfi Nur Azizah oleh almarhum kakek saya. Bayi ini terlahir dari pasangan yang sangat sederhana, ibu yang saat itu masih mahasiswa dan ayah yang baru saja lulus dan bekerja serabutan. Saat itu keadaan ekonomi keluarga kami sedang sangat sulit, ayah rela bekerja apa saja untuk menghidupi kami sekeluarga dan ibu juga meninggalkan bangku kuliahnya untuk membantu ayah bekerja. Saat itu kami juga belum memiliki tempat tinggal sendiri jadi harus tinggal di rumah simbah dari ayah dan ibu bergantian. Barakallah untuk ayah dan ibu, semoga kerja kerasmu diganti dengan jannah.

Saat aku berumur hampir 4 tahun, tepatnya tahun 1997, lahirlah adikku. Saat itu keadaan ekonomi bertambah sulit, ayah harus resign dari perusahaannya karena sebuah konspirasi orde baru (yang tidak bisa dijelaskan disini), namun saat itu ayah sudah mempu memberi rumah sederhana untuk kami tinggal. Saat itu rumah kami hanya ada 3 ruangan, tanpa kamar mandi, tanpa daun jendela dan pintu, berlantai tanah, temboknya pun baru sebatas batu bata tanpa cat maupun pelitur, jadi kalau malam kami menutup pintu dan jendela dengan gedeg (anyaman bambu untuk penutup), dingin memang, apalagi kalau hujan pasti bocor. Seingatku, untuk menyokong kehidupan keluarga kami ayah pernah berjualan es lilin keliling kampung, jualan gethuk, telur puyuh, kurma (saat ramadhan), dan akhirnya punya kios di pasar untuk jualan makanan kecil. Oiya, ibu saat itu mengajar di TK Aisyiyah desaku. Hal itu berlangsung selama beberapa tahun. Sampai akhirnya saat aku SD ayah bekerja di KUD Jaten, walaupun gajinya tidak seberapa namun perekonomian keluarga kami sedikit membaik.

Saat aku SMP alhamdulillah aku berprestasi di sekolah, jadi tidak membayar sama sekali dan cukup meringankan beban orang tua. Saat itu ibuku merangkap mengajar di 3 tempat: TK, MI, dan SMP sebagai guru wiyata bhakti. Setiap bulan gajinya hanya 100-200 ribu rupiah. Jadi ibu dirumah juga masih harus menerima jahitan untuk menutup kebutuhan dan menabung sedikit-sedikit.

Saat aku lulus dari SMP, orang tuaku bingung mencari sekolah untukku. Bukan karena aku bodoh tapi ya sekali lagi karena masalah biaya. Tapi dasar aku bandel saat itu, belum ngerti kesulitan orang tua, aku ngotot kalo gak sekolah di SMA 1 pilih gak sekolah, itu juga harus yang program RSBI. Astaghfirullah.... Tapi saking sayangnya orang tuaku sama aku ya mereka mengiyakan aku mendaftar di SMA 1, alhamdulillah...  ayah bilang setiap orang punya rejekinya masing-masing, rejekimu pasti dijamin sama Allah, kalau Allah mengizinkan kamu diterima di SMA 1, Allah pasti memberi jalan untuk membayar biaya sekolahmu. Subhanallah bijaksana banget....

Setiap orang punya rejekinya masing-masing, rejekimu pasti dijamin sama Allah, kalau Allah mengizinkan kamu diterima di SMA 1, Allah pasti memberi jalan untuk membayar biaya sekolahmu.

 Benar saja, segala puji bagi Allah, saat tahun pertama di SMA, ibu ikut pendaftaran CPNS, dari seluruh pesera Kabupaten Karanganyar (>100 peserta) lowongannya hanya 1 kursi. Dan Alhamdulillah ibukulah yang berhasil lolos seleksi. Tapi tetep saja gaji CPNS kan belum penuh seperti gaji PNS, namun setidaknya SK CPNS dapat digunakan untuk mengajukan pinjaman di bank. Sudah rutin bagiku dipanggil wali kelas karena nunggak SPP 3 bulan, kadang lebih, bahkan sudah terkenal di kalangan guru-guru kalau aku nggak dipanggil ya nggak akan akan bayar. Hehehe... lha gimana, wong ya orang tua belum punya uang... :-D 

Sekali lagi, aku bersyukur pada Allah karena dilahirkan sebagai seseorang yang cukup cerdas. Seandainya aku tak mendapat karunia itu, aku pasti sudah dikeluarkan dari SMA 1 sejak dulu, tapi karena karunia itu aku dipertahankan, bahkan wali kelasku sampai berniat membiayaiku, namun aku menolak. Aku percaya, seperti yang kupelajari dari ayah bahwa hanya kepada Allah tempat kita meminta belas kasihan, selama Allah masih sayang sama kita, kita tak perlu minta belas kasihan terhadap makhluk. Allah pasti memberi rejeki dari jalan yang terhormat.

Hanya kepada Allah tempat kita meminta belas kasihan, selama Allah masih sayang sama kita, kita tak perlu minta belas kasihan terhadap makhluk. Allah pasti memberi rejeki dari jalan yang terhormat.

Saat aku lulus SMA, aku pengen banget mendaftar di fakultas kedokteran UI. Tapi melihat kedua orang tuaku aku tak tega memaksakan kehendakku lagi. Saat itu SNMPTN, melihat rincian biaya kuliah, ayah menyuruhku mendaftar FKIP di pilihan pertama dan perpustakaan di pilihan kedua. Aku gak mau, aku bersikeras mendaftar di kedokteran, sudah menjadi mimpiku sejak TK untuk menjadi seorang dokter, dan akhirnya setelah melaui tawar menawar yang panjang akhirnya aku memutuskan pilihan di pendidikan dokter UNS. Aku nggak mau mengisi pilihan kedua, bagiku kalau tidak masuk di kedokteran ya nggak kuliah. Astaghfirullah.. Aku masih saja ngotot sampai saat hari H aku mendaftar ibu memintaku mengisi pilihan kedua di FKIP, terserah aku pilih pendidikan apa, yang penting FKIP. Yasudah saat itu aku mengisi pilihan kedua di Pendidikan Matematika FKIP UNS. Saat itu aku mendaftar program beasiswa bidik misi namun entah kenapa dari pihak sekolah pengajuanku tidak diloloskan. Jadi aku tetap masuk dari jalur reguler tanpa beasiswa, gak papa, aku masih percaya, kalau seandainya aku diizinkan menimba ilmu lebih banyak di Fakultas Kedokteran, aku ditakdirkan untuk berjihad melalui jalan kesehatan, Allah pasti memberi rizki dari arah yang tak disangka-sangka.

Hmm...... dari situlah aku belajar menghadapi kerasnya kehidupan. Bagaimana harus bersikap ketika keinginan tak menjadi kenyataan. Bagaimana memilah antara keinginan dan kebutuhan. Dan bagaimana memegang erat sebuah prinsip, mewujudkan keyakinan menjadi sebuah jalan menuju keseksesan. Betapa berartinya orang tua sebagai penyokong utama terwujudnya mimpi, dari dari sini aku mengerti betapa pentingnya birrul walidain.

And it's me now! Seorang mahasiswi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran UNS, semester 4, dengan kuliah lancar, organisasi lancar, asisten Laboratorium Anatomi dan Embriologi FK UNS. Selangkah lebih dekat untuk merealisasikan mimpi, siap membanggakan orang tua dan siap berbakti untuk negeri. :)

Sekarang saatnya melanjutkan mimpi, mau jadi apa aku setelah ini? Kita lihat saja nanti. Yang jelas perjuanganku belum selesai di sini. Masih ada amanah orang tua yang belum kutunaikan dan jasa mereka yang belum kubalas. Sampai saat ini hanya doa yang terlantun disetiap sujud yang bisa kuberikan untuk mengganti jasa orang tuaku. Tunggulah sebentar lagi ayah, ibu. Sebentar lagi tanamanmu akan memberikan panen yang memuaskan. Insyaallah..

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rabu, 10 Juli 2013

Yakin mau nikah muda?


Pernikahan adalah hal yang sakral dan suci, namun sejenak merasa risih tiap kali ada teman-teman (bahkan adik tingkat) mulai menggalau mengenai pernikahan. Udah pada pengen nikah semua. Apalagi ditambah akhir-akhir ini banyak ustadz yang baru naik daun pada ngompor-ngomporin nikah. Nikah muda enak katanya.. hmmm......

Sebenernya nikah muda itu apa sih? Nikah muda itu ketika menikah wanita berusia kurang dari 22 tahun dan pria kurang dari 25 tahun. Lalu mengapa kalau nikah muda? Bukankah itu syar'i? Nikah muda kan sunah Rasul, bisa secepatnya menyempurnakan separuh agama, bisa menghindari zina, bisa tiap pagi dibangunin istri, dimasakin istri, capek dipijitin istri, tidur bisa peluk istri, dan bla.. bla.. bla...... Emang sih nikah muda ada sukanya, tapi itu buka berarti gak ada dukanya.

Menurut kompasiana, suka duka nikah muda itu:
Sukanya :

1. Bisa pacaran setiap hari dan tidak was-was digrebeg hansip.

2. Karena sudah halal dan tinggal serumah, tidak tersiksa lagi dengan perasaan rindu yang menggebu.

3. Bisa bermain bersama setiap hari (kan masih amat sangat muda), hangout bareng, main gundu, main layangan, pokoknya bermain bersamalah.

4. Kalau langsung punya anak, dan anaknya ntar sudah gede, dikira adek kakak, jadi merasa awet muda terus.

Dukanya :

1. Sudah milik orang, sehingga gak bisa lirik-lirik lagi, eh..maksudnya karena sudah berstatus menikah, jadi repot mau hangout bareng teman, karena sudah ada yang melarang-larang.

2. Apalagi kalau sudah punya anak, pasti repot banget membagi waktu antara bermain/ kuliah (yang kuliah) dan mengurus rumah tangga, atau istilahnya kehilangan masa mudanya.

3. Apalagi kalau penghasilan masih pas-pasan, pasti tambah repot untuk mengatur jalannya roda perumahtanggaan, misalnya nih :

istri : Pipi, susu adek habis, trus tagihan listrik belom dibayar tiga bulan, belom lagi biaya kuliah mimi, dan bulan ini mimi belom beli baju satupun, masa kuliah bajunya itu-itu aja, malu pi *sambil berlinang air mata

suami : Mimi sayang, sabar ya…pipi lagi usaha kecil-kecilan nambah pemasukan, mimi bisa kan hidup prihatin? *sambil kedip-kedip mata menahan tangis

istri : Sampai kapan kayak gini pi, kemarin mimi main kucing-kucingan sama orang, cape pi…

Suami : Kalau cape ya istirahat mi, emang main kucing-kucingan sama siapa sih?

istri : penagih utang!

suami : OoooooO

4. Menjadi bangsa nomaden. Biasanya sebagian besar yang menikah muda, si suami belum mapan benar (baca : belum punya rumah sendiri), jadi tinggalnya masih berpindah-pindah dari rumah mertua yang satu kerumah mertua yang lain. Kalau jauh dari mereka, biasanya ngontrak atau cari kos-kosan, sehingga repot boyongan kesana kemari. Capek kan.

5. Sulit berkembang. Meskipun menikah bukanlah mengikat aktifitas kita, tapi dengan menikah di usia yang relatif muda, mau tidak mau prioritas kita jadi terpecah, sehingga hal ini bisa saja menghambat cita-cita dan bisa saja apa yang diinginkan tidak kesampaian alias mendeg jegreg karena sulit fokus kembali.

6. Biasanya sih, di usia yang masih muda, organ fisik masih belum matang, ditambah dengan psikologis yang belum mantap/stabil, sehingga hal ini bisa berdampak kurang baik pada fisik maupun psikis pelaku nikah muda/dini.

Menurutku, masa muda itu cuma sekali, dan ini adalah masa puncak semangat kita buat berprestasi. Masa muda memegang pengaruh penting buat masa depan kita nanti, masa ini adalah  saat-saat kita menyusun fondasi kesuksesan dan kebahagiaan di masa tua. Di masa ini kesempatan buat kita belajar terbuka seluas-luasnya, dimana kalo kita salah kita tidak malu dan masih banyak waktu buat mencoba kembali. Banyak hal yang bisa diraih karena energi kita dalam masa puncak, dan kesempatan berkarya lebih banyak.

Saat masih kuliah misalnya, kita bisa fokus ke akademis dan mengembangkan skill non akademis. Kita bisa ikut berbagai organisasi mahasiswa, bisa ikut berbagai aksi, bermacam lomba, sampe ke luar negeri. Kan gak lucu kalo kita udah nikah, kita ikut organisasi mahasiswa dan saatitu sedang mengerjakan proker besar, kita dituntut beraktifitas seharian bersama tim, kebetulan suami kita pecemburu pasti marah-marah: "kamu kok pulang larut terus sih? Gak pernah siapin makanan? Kalo sama suami aja gak nurut tapi kalo disms mas itu langsung dateng, udah gak usah ikut organisasi...!!!" Lha? Terus gimana caranya kita mau berkembang? Gak dapet dong pengalaman organisasi.....

Terus saat kita mau aksi turun ke jalan misalnya, dan kita punya baby yang rewel. Boro-boro mau orasi atau ikut long march, ngurusin anak aja capek...

Yaudah gak usah ikut organisasi gak papa, yang penting kuliahnya jalan. Begitu?
Aku nih sebagai mahasiswi kedokteran yang masih single aja merasa kadang kerepotan ngurusin kuliah. Tiap hari harus bangun jam setengah 4 pagi, terus siap-siap karena nanti mau masuk jam 5.30, masih banyak yang harus disiapin dan kadang ada tugas yang belum kelar, sarapan aja gak sempet. Terus kuliah sampe jam 15.40, belum kalo ada tambahan asistensian sore, belum kalo ada amanah disana sini, bisa-bisa sampe rumah maghrib (biasanya aku sih sampe rumah ba'da isya). Abis itu ngerjain laporan, brk, belajar pretas, posttest, responsi, nyiapin tutorial, dll, biasanya baru bisa tidur diatas jam 10 malem, dan besok pagi harus bangun setengah 4 pagi lagi. Itu aja udah cuapek banget. Tidur sehari cuma 3-5 jam sehari. Masih sempet ngurusin anak? ngurus diri sendiri aja gak sempet...

Apalagi kalau menikah dengan seorang ikhwan garis keras, yang melarang istri kuliah/bekerja. Ada nih temen aku yang nikah waktu kuliah semester 3, baru 19 tahun saat itu (kalo gak salah), suaminya melarang dia lanjutin kuliah. Kasian banget kan, padahal dianya pengen banget lanjutin kuliah, tapi karena suami tidak ridho dan kewajiban istri patuh pada suami jadi dia terpaksa mengubur mimpi-mimpinya.. hiks...

Dan tau gak temen-temen kalo pengen anak kita berkembang optimal ibu harus memberi ASI ekslusif selama 6 bulan. Mau kuliah sambil menyusui?????

Jadi mikir lagi kan kalo mau nikah muda?
Sudahlah..... manfaatkanlah dulu masa mudamu untuk hal lain yang lebih besar dan membanggakan. Kita harus punya target prestasi yang harus dicapai sebelum menikah. Misalnya nih: aku pengen bisa ke luar negeri dengan memenangkan lomba ini, aku pengen bisa bikin organisasiku ini go internasional, aku pengen bikin komunitas pecinta bumi, aku pengen menaikkan haji ortu dulu sebelum menikah, aku pengen punya usaha dengan omset >1M sebelum menikah, dll. Kan prestasi itu juga bisa dibanggakan dan memotivasi anak kita nanti. Memang sih makna prestasi bagi setiap orang berbeda, dan bagi sebagian orang menikah muda saat kedua pasangan belum matang itu juga prestasi. Yah.. kembali ke diri masing-masing. Mau pasang target prestasi sebelum menikah setinggi apa?


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tuntunan Idul Fitri

1. Memperbanyak takbir pada malam Hari Raya ‘Idul Fitri, sejak matahari terbenam, hingga esok, ketika shalat ‘Id dimulai.
Dasarnya adalah firman Allah SWT yang artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” [QS. Al-Baqarah (2): 185].

2. Sebelum berangkat ke tempat shalat, hendaklah memakai pakaian yang terbaik yang dimilikinya, memakai wangi-wangian, makan secukupnya. Pada waktu berangkat shalat hendaklah selalu membaca takbir. Dan pada waktu pulang hendaklah mengambil jalan lain ketika berangkat. Semua kaum muslimin dan muslimat dianjurkan mendatangi tempat shalat untuk mendengarkan khutbah. Para wanita yang sedang haidl cukup mendengarkan khutbah, tidak mengerjakan shalat.
Dasar-dasarnya adalah:
a. Hadits Nabi Muhammad saw: “Dari Anas r.a. (diriwayatkan bahwa) Rasulullah saw menyuruh kami pada dua hari raya [Idul Fitri dan Idul Adlha] agar memakai pakaian yang terbaik yang kami miliki, memakai wangi-wangian yang terbaik, dan menyembelih binatang yang paling gemuk.” [HR. Al-Hakim].

b. Hadits Nabi Muhammad saw: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw apabila keluar ke tempat shalat dua Hari Raya, pulangnya selalu mengambil jalan lain dari ketika beliau keluar.” [HR.Ahmad dan Muslim].

c. Hadits Nabi Muhammad saw: “Dari ‘Ali r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Termasuk sunnah Nabi, pergi ke tempat shalat ‘Id dengan berjalan kaki dan makan sedikit sebelum keluar.” [HR at-Tirmidzi].

d. Hadits Nabi Muhammad saw: “Dari Ummu ‘Athiyyah (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw memerintahkan kami supaya menyuruh mereka keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adlha: sedang haid dan wanita pingitan. Adapun wanita-wanita sedang haid supaya tidak memasuki lapangan tempat shalat, tetapi menyaksikan kebaikan hari raya itu dan panggilan kaum Muslimin. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana salah seorang kami yang tidak mempunyai baju jilbab? Rasulullah menjawab: Hendaklah temannya meminjaminya baju kurungnya.” [HR. Al-Jama‘ah].

3. Lafadz Takbir
Lafadz takbir untuk Hari Raya adalah:
اَللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أكْبَرُ، اَللهُ أكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ

Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad saw: “Dari Salman (dilaporkan bahwa) ia berkata: Bertakbirlah dengan: Allaahu akbar, Allaahu akbar kabiiran. Dan dari Umar dan Ibnu Mas‘ud (dilaporkan): Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.” [HR. ‘Abdur-Razzaq, dengan sanad shahih].

4. Zakat Fitri
Zakat fitri diwajibkan kepada setiap orang muslim/muslimah, tua muda, dan anak kecil, yang pada menjelang Hari Raya mempunyai kelebihan makanan pokok. Zakat fitri berupa makanan pokok sebanyak 1 sha‘ (!2,5 kg). Zakat fitri ditunaikan pada akhir Ramadhan, dan selambat-lambatnya sebelum shalat 'Id dilaksanakan. Apabila zakat tersebut ditunaikan sesudah shalat ‘Id, maka berubah menjadi shadaqah biasa. Sebaiknya zakat fitri dikumpulkan pada Panitia Zakat (Amil Zakat), agar dapat dibagikan secara merata dan teratur. Adapun tujuan zakat fitri ialah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari dosa-dosanya, karena ketika berpuasa, baik sengaja maupun tidak sengaja, telah melakukan hal-hal yang dilarang oleh Syari‘ah, dan juga untuk menyantuni para fakir miskin.

Dalam hadits Nabi saw disebutkan sebagai berikut: “Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitri untuk mensucikan diri orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia dan kotor serta untuk memberi makan kepada orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum shalat ‘Id, maka itu adalah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya sesudah shalat ‘Id, maka itu hanyalah sekedar sedekah.” [HR. Abu Dawud, Ibnu Majah].

“Dari Abdullah Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitri pada bulan Ramadhan atas setiap jiwa orang Muslim, baik merdeka ataupun budak, laki-laki ataupun wanita, kecil ataupun besar, sebanyak satu sha’ kurma atau gandum. [HR. Muslim].

5. Shalat dan Khutbah ‘Idul Fitri
a. Shalat Idul Fitri dikerjakan secara berjama‘ah di tanah lapang. Jumlah rakaat shalat Idul Fitri adalah dua rakaat, dengan tujuh kali takbir setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama, dan lima kali takbir pada rakaat kedua.
Dasar-dasarnya adalah: “Dari Abu Sa‘id al-Khudri (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Nabi Muhammad saw selalu keluar pada hari Idul Fitri dan hari Idul Adlha menuju lapangan, lalu hal pertama yang ia lakukan adalah shalat ...” [HR. Al-Bukhari].

“Dari Ibnu Abbas (diriwayatkan) bahwasanya Rasulullah saw pada hari Idul Adlha atau Idul Fitri keluar, lalu shalat dua rakaat, dan tidak mengerjakan shalat apapun sebelum maupun sesudahnya. [Ditakhrijkan oleh tujuh ahli hadis].

“Dari Aisyah (diriwayatkan bahwa) Rasulullah saw pada shalat dua hari raya bertakbir tujuh kali dan lima kali sebelum membaca (al-Fatihah dan surat). [HR Ahmad].

b. Khutbah Idul Fitri dikerjakan satu kali sesudah melaksanakan shalat Idul Fitri, dimulai dengan bacaan hamdalah.
Dasarnya adalah: “Dari Abu Sa‘id al-Khudri (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw keluar pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adlha menuju lapangan tempat shalat, maka hal pertama yang dia lakukan adalah shalat, kemudian manakala selesai beliau berdiri menghadap orang banyak yang tetap duduk dalam saf-saf mereka, lalu Nabi saw menyampaikan nasehat dan pesan-pesan dan perintah kepada mereka; lalu jika beliau hendak memberangkatkan angkatan perang atau hendak memerintahkan sesuatu beliau laksanakan, kemudia lalu beliau pulang. [HR. Muttafaq ‘Alaih].

“Dari Jabir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya menghadiri shalat pada suatu hari raya bersama Rasulullah saw: sebelum khutbah beliau memulai dengan shalat tanpa azan dan tanpa qamat. Lalu manakala selesai shalat beliau berdiri dengan bersandar kepada Bilal. Lalu ia bertahmid dan memuji Allah, menyampaikan nasehat dan peringatan untuk jamaah, serta mendorong mereka supaya patuh kepada-Nya ... [HR. an-Nasa’i].

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tuntunan Qiyamu Ramadhan (Shalat Tarawih)


1. Pengertian Qiyamu Ramadhan (Shalat Tarawih)
Qiyamu Ramadhan (Shalat Tarawih) ialah shalat sunnat malam pada bulan Ramadhan.

2. Waktu Qiyamu Ramadhan (Shalat Tarawih)
Adapun waktunya ialah sesudah shalat ‘Isya hingga fajar (sebelum datang waktu Shubuh), sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad saw: “Dari ‘Aisyah r.a. isteri Nabi saw (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw selalu mengerjakan shalat (malam) pada waktu antara selesai shalat ‘Isya, yang disebut orang “‘atamah” hingga fajar, sebanyak sebelas rakaat.” [HR. Muslim].

3. Pelaksanaan Qiyamu Ramadhan (Shalat Tarawih)
a. Qiyamu Ramadhan (Shalat Tarawih) sebaiknya dikerjakan secara berjama‘ah, baik di masjid, mushalla, ataupun di rumah, dan dapat pula dikerjakan sendiri-sendiri. Dasarnya adalah hadis Nabi Muhammad saw: “Diriwayatkan dari Aisyah Ummul Mukminin ra, bahwasanya Rasulullah saw pada suatu malam salat di masjid. Lalu salatlah bersama salatnya (berjamaah) sejumlah orang. Kemudian
orang satu kabilah (dalam jumlah besar) juga ikut salat, sehingga jumlah jamaah semakin banyak. Pada malam ketiga atau keempat, para jamaah telah berkumpul, namun Rasulullah saw tidak keluar ke masjid menemui mereka. Ketika pagi tiba beliau berkata: “Aku sungguh telah melihat apa yang kalian lakukan (salat tarawih berjamaah). Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian, kecuali sesungguhnya aku takut, (kalian menganggap) salat itu diwajibkan atas kalian.” Komentar Aisyiah: Hal itu terjadi di bulan Ramadan.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]

b. Apabila dikerjakan secara berjama‘ah, maka harus diatur dengan baik dan teratur, sehingga menimbulkan rasa khusyu‘ dan tenang serta khidmat; shaf laki-laki dewasa di bagian depan, anak-anak
dibelakangnya, kemudian wanita di shaf paling belakang. Kalau perlu dapat diberi tabir, untuk menghindari saling memandang antara laki-laki dan wanita. Dasarnya adalah hadis Nabi Muhammad
saw: Artinya: “Dari Anas ibn Malik r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya mendirikan shalat di rumah saya bersama anak yatim di belakang Nabi saw, sedang ibuku, Ummu Sulaim di belakang kami.” [HR. Ibnu Khuzaimah].

c. Qiyamu Ramadhan (Shalat Tarawih) dikerjakan antara lain dengan cara 4 raka‘at, 4 raka‘at tanpa tasyahud awal, dan 3 raka‘at witir tanpa tasyahud awal, sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Nabi Muhammad saw: “Dari ‘Aisyah (diriwayatkan bahwa) ketika ia ditanya mengenai shalat Rasulullah saw di bulan Ramadan. Aisyah menjawab: Nabi saw tidak pernah melakukan shalat sunnat di bulan Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat tiga rakaat.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

d. Sebelum mengerjakan Qiyamu Ramadhan, disunnatkan mengerjakan shalat sunat dua raka‘at ringan (Shalat Iftitah), sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad saw: “Diriwayatkan dari Makhramah bin Sulaiman sesungguhnya Kuraib hamba ibnu Abbas telah menceritakan bahwa dirinya berkata: Saya bertanya kepada Ibnu Abbas, bagaimana salat Rasulullah saw pada malam hari dimana saya bermalam di tempatnya sedang beliau (Rasulullah) berada di tempat Maimunah. Beliau tidur, lalu sampai waktu telah memasuki sepertiga malam atau setengahnya beliau bangun dan menuju ke griba (wadah air dari kulit) kemudian beliau berwudlu dan aku pun berwudlu bersama beliau, lalu beliau berdiri (untuk melakukan salat) dan aku pun berdiri di sebelah kirinya, maka beliau menjadikan aku berada di sebelah kanannya, kemudian beliau meletakkan tangannya di atas kepalaku, seolah-olah beliau memegang telingaku, seolah-olah beliau membangunkanku, kemudian beliau salat dua rakaat ringan-ringan, beliau membaca ummul-Qur’an pada setiap rakaat, kemudian beliau mengucapkan salam sampai beliau salat sebelas rakaat dengan witirnya, kemudian beliau tidur. Maka sahabat Bilal menghampirinya sambil berseru; waktu salat wahai Rasulullah, lalu beliau bangkit (bangun dari tidurnya) dan salat dua rakaat, kemudian memimpin salat orang banyak.” [HR Abu Dawud, kitab as-Salat, bab fi salat al-Lail, hadis no. 1157]

f. Salat iftitah dilakukan dengan cara: pada rakaat pertama setelah takbiratul-ihram membaca doa iftitah “Subhanallah dzil malakuti wal jabaruti wal kibriya-i wal-‘adzamah”, kemudian membaca surat al-fatihah, dan pada rakaat kedua hanya membaca surat al-Fatihah (tanpa membaca surat lain). Dasarnya adalah hadis Nabi saw: “Diriwayatkan dari Hudzaifah bin al-Yaman ia berkata: Aku pernah mendatangi Nabi saw pada suatu malam. Beliau mengambil wudlu kemudian shalat lalu aku menghampirinya dan berdiri di sebelah kirinya lalu aku di tempatkan di sebelah kanannya, kemudian beliau bertakbir dan membaca: Subha-nallah dzil malakuti wal-jabaruti wal-kibriya-i wal-‘adzamah.” [HR. ath-Thabrani dalam kitab al-Ausath dengan mengatakan bahwa perawinya orang terpecaya, juz 1: 107]

g. Bacaan surat yang dibaca setelah membaca Al-Fatihah pada 3 raka‘at shalat witir, menurut Rasulullah saw adalah sebagai berikut: Pada raka‘at pertama membaca surat Al-A‘la, pada raka‘at kedua membaca surat Al-Kafirun, dan pada raka‘at ketiga membaca surat Al-Ikhlash. Dalam hadits Nabi disebutkan sebagai berikut: “Dari Ubay bin Ka‘ab (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Bahwa Nabi saw pada shalat witir pada rakaat yang pertama selalu membaca Sabbihisma Rabbikal-A‘laa, dan pada rakaat yang kedua membaca Qul Yaa Ayyuhal-Kaafiruun, dan pada rakaat yang ketiga membaca Qul Huwallaahu Ahad.” [HR. An-Nasa’i, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah].

h. Setelah selesai 3 raka‘at shalat witir, disunatkan membaca doa:  سُبْحَانَ اْلمَلِكِ اْلقُدُّوسِ
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih.”

Dibaca tiga kali, dengan suara nyaring dan panjang pada bacaan yang ketiga.

Lalu membaca: رَبُّ اْلمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ
Artinya: “Yang Menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril.”

Berdasarkan hadis: “Dari Ubayy Ibnu Ka‘ab (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Adalah Rasulullah saw membaca Subhanal- Malikil-Quddus [Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih]”
[HR. AbuDawud].

“Dari Ubayy Ibnu Ka‘ab (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Adalah Rasulullah saw melakukan witir dengan membaca Sabbihis—marabbikal-a‘la, qul ya ayyuhal-kafirun dan qul huwallahu ahad; dan apabila selesai salam ia membaca Subhanal-Malikil-Quddus [Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih] tiga kali dan menyaringkan suaranya dengan yang ketiga, serta mengucapkan rabbulmala’ ikati war-ruh [Tuhan Malaikat dan ruh]” [HR ath-Thabarani, di dalam al-Mu‘jam al-Ausath].

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tuntunan Puasa 2

Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Sanksinya

1. Makan dan minum di siang hari pada bulan Ramadhan, puasanya batal, dan wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar ...” [QS. Al-Baqarah (2): 187].

2. Senggama suami-isteri di siang hari pada bulan Ramadhan; puasanya batal, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan, dan wajib membayar kifarah berupa: memerdekakan seorang budak;
kalau tidak mampu harus berpuasa 2 (dua) bulan berturut-turut; kalau tidak mampu harus memberi makan 60 orang miskin, setiap orang 1 mud makanan pokok. Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Ketika kami sedang duduk di hadapan Nabi saw, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki, lalu berkata: Hai Rasulullah, celakah aku. Beliau berkata: Apa yang menimpamu? Ia berkata: Aku mengumpuli isteriku di bulan Ramadhan sedang aku berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw: Apakah engkau dapat menemukan budak yang engkau merdekakan? Ia menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Mampukah engkau memberi makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: Tidak. Abu Hurairah berkata: Orang itu berdiam di hadapan Nabi saw. Ketika kami dalam situasi yang demikian, ada seseorang yang memberikan sekeranjang kurma (keranjang adalah takaran), Nabi saw bertanya: Dimana orang yang bertanya tadi? Orang itu menyahut: Aku (di sini). Maka bersabdalah beliau: Ambillah ini dan sedekahkanlah. Ia berkata: Apakah aku sedekahkan kepada orang yang lebih miskin daripada aku, hai Rasulullah. Demi Allah, tidak ada di antara kedua benteng-kedua bukit hitam kota Madinah ini keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku. Maka tertawalah Rasulullah saw hingga nampak gigi taringnya, kemudian bersabda: Berikanlah makanan itu kepada keluargamu.” [HR. Al-Bukhari].

Masalah Orang yang Lupa

Orang yang makan atau minum karena lupa di siang hari pada bulan Ramadhan, dalam keadaan berpuasa, tidaklah batal puasanya, dan harus meneruskan puasanya tanpa adanya sanksi apapun. Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa lupa sedang ia berpuasa, lalu makan dan minum, maka sempurnakanlah puasanya, karena sesungguhnya Allahlah yang memberi makan dan minum itu
kepadanya.” [HR. Al-Jama‘ah].

Hal-hal yang Harus Dijauhi Selama Berpuasa

1. Berkata atau melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti: berbohong, memfitnah, menipu, berkata kotor, mencaci maki, membuat gaduh, mengganggu orang lain, berkelahi, dan segala perbuatan yang tercela menurut ajaran Islam. Dasarnya adalah:
a. Hadits Nabi Muhammad saw: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa ia berkata: Rasulullah
saw telah bersabda: Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan suka mengerjakannya, maka Allah tidak memandang perlu orang itu meninggalkan makan dan minumnya.” [HR. Al-Khamsah].

b. Hadits Nabi Muhammad saw: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: Jika seseorang di antara kamu berpuasa, maka janganlah berkata kotor pada hari itu, dan janganlah berbuat gaduh. Jika dimarahi oleh seseorang atau dimusuhinya, hendaklah ia berkata: ‘saya sedang berpuasa’.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

2. Berkumur atau istinsyaq secara berlebihan. Dasarnya adalah hadits Nabi saw: “Dari Laqith bin Saburah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya berkata: Hai Rasulullah terangkanlah kepadaku tentang wudlu. Rasulullah saw bersabda: Ratakanlah air wudlu dan sela-selailah jari-jarimu, dan keraskanlah dalam menghirup air dalam hidung, kecuali jika engkau sedang berpuasa.” [HR. Al-Khamsah].

3. Mencium isteri di siang hari, jika tidak mampu menahan syahwat. Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad saw: “Dari Aisyah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Pernah Rasulullah saw mencium dan merangkul saya dalam keadaan berpuasa. Tetapi beliau adalah orang yang paling mampu menahan nafsunya.” [HR. Al-Jama‘ah dan An-Nasa’i].

Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Berpuasa

1. Mengerjakan Qiyamul-Lail di malam bulan Ramadhan (Qiyamu Ramadhan/ Shalat Tarawih). Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad saw: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw menganjurkan (shalat) qiyami Ramadhan kepada mereka (para shahabat), tanpa perintah wajib. Beliau bersabda: Barangsiapa mengerjakan (shalat) qiyami Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

2. Mengakhirkan makan di waktu sahur.
Dasarnya adalah hadits Nabi saw: Dari Sahl Ibnu Sa!ad r.a. (diriwayat-kan bahwa) ia berkata: Saya makan sahur di keluarga saya, kemudian saya berangkat terburu-buru sehingga saya mendapatkan sujud (pada shalat subuh) bersama Rasulullah saw [HR al-Bukhari, dalam Kitab ash-Shiyam Bab Ta'khir as-Sahr]. “Dari Abu Dzarr (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Umatku senantiasa dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka dan menta’khirkan sahur” [HR Ahmad].

3. Menyegerakan berbuka sebelum shalat Maghrib (ta‘jil). Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad saw: “Dari Sahl bin Sa‘ad (diriwayatkan bahwa) Rasulullah saw bersabda: Orang akan selalu baik (sehat) apabila menyegerakan berbuka.”  [Muttafaq ‘Alaih].

4. Berdoa ketika berbuka puasa, dengan doa yang dituntunkan yang menunjukkan kepada rasa syukur kepada Allah SWT. Misalnya do’a Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah. Hal ini diterangkan dalam hadis berikut: “Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Apabila Rasulullah saw berbuka, beliau berdoa: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah [Hilanglah rasa haus dan basahlah uraturat (badan) dan insya Allah mendapatkan pahala” [HR. Abu Dawud].

5. Memperbanyak shadaqah dan mempelajari/ membaca Al-Qur’an. “Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan.” [Muttafaq ‘Alaih].

6. Mendekatkan diri kepada Allah dengan cara i‘tikaf di masjid, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah saw. “Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan
bahwa) ia berkata: Rasulullah saw selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadhan.” [Muttafaq ‘Alaih].


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selasa, 09 Juli 2013

Tuntunan Puasa 1

Pengertian Shiyam (Puasa)

a. Shiyam menurut bahasa: menahan diri dari sesuatu.
b. Shiyam menurut istilah: menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual suami isteri dan segala yang membatalkan sejak dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah. Dasar keharusan niat berpuasa karena Allah:

1) Firman Allah SWT yang artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus …” [QS. Al-Bayyinah (98): 5].

2) Hadits Nabi Muhammad saw yang artinya: “Dari Umar r.a. (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya semua perbuatan ibadah harus dengan niat, dan setiap orang tergantung kepada niatnya …” [Ditakhrijkan oleh Al-Bukhari, Kitab al-Iman].

3) Hadits Nabi Muhammad saw yang artinya: “Dari Hafshah Ummul Mu’minin r.a. (diriwayatkan bahwa) Nabi saw bersabda: Barangsiapa tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” [Ditakhrijkan oleh Al- Khamsah, lihat Ash-Shan‘aniy, II, 153].

Jumlah Hari Shiyam (Puasa)

a. Shiyam dimulai pada tanggal 1 bulan Ramadhan dan diakhiri pada tanggal terakhir bulan Ramadhan (29 hari atau 30 hari, tergantung pada kondisi bulan tersebut). Untuk itu, maka harus mengetahui awal bulan Ramadhan.

b. Dasar keharusan mengetahui awal bulan Ramadhan:
1) Firman Allah SWT yang artinya: “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya
kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).” [QS.Yunus (10): 5]

2) Hadits Nabi Muhammad saw yang artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Puasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya, apabila kamu terhalang penglihatanmu oleh awan, maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban tiga puluh hari.” [HR. al-Bukhari, dan Muslim].

3) Hadits Nabi Muhammad saw yang artinya: “Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Datanglah seorang Badui kepada Nabi saw seraya katanya: Saya telah melihat hilal. Beliau bersabda:
Maukah kamu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah? Ia berkata: Ya. Nabi saw bersabda: Maukah
kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah? Ia berkata: Ya. Bersabdalah Nabi saw: Hai Bilal, umumkanlah kepada semua orang supaya mereka besok berpuasa.” [HR. Ibnu Hibban, Ad-Daruquthni, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim].

4) Hadits Nabi Muhammad saw yang artinya: “Dari Ibnu Umar r.a. dari Rasulullah saw, (diriwayatkan
bahwa) beliau bersabda: Bila kamu melihatnya (hilal) maka berpuasalah, dan bila kamu melihatnya maka berbukalah (berlebaranlah). Dan jika penglihatanmu tertutup oleh awan maka kira-kirakanlah bulan itu.” [HR. Asy-Syaikhani, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah].

Dasar Kewajiban Shiyam Ramadhan

1. Firman Allah SWT yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2):
183].

2. Hadits Nabi Muhammad saw yang artinya: “Dari ‘Abdullah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Islam dibangun di atas lima dasar, yakni bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan mengerjakan haji; dan berpuasa pada bulan Ramadhan.” [HR al-Bukhari, Muslim, at- Turmudzi, an-Nasa’i, dan Ahmad, dan lafal ini adalah lafal Muslim].

Orang yang Diwajibkan dan yang Tidak Diwajibkan Berpuasa

1. Orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan Orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan adalah  semua muslimin dan muslimat yang mukallaf. Dasarnya adalah hadits Abdullah di atas.

2. Orang yang tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan, dan wajib mengganti puasanyadi luar bulan Ramadhan adalah perempuan yang mengalami haidl dan nifas di bulan Ramadlan. Para ulama telah sepakat bahwa hukum nifas dalam hal puasa sama dengan haidl. Dasarnya adalah:
a. Hadits Nabi Muhammad saw yang artinya: “Rasulullah saw bersabda: Bukankah wanita itu jika sedang haidl, tidak shalat dan tidak berpuasa? Mereka menjawab: Ya.” [HR. Al-Bukhari].
b. Hadits Nabi Muhammad saw yang artinya: “‘Aisyah r.a. berkata: Kami pernah kedatangan hal itu [haid], maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat. [HR. Muslim]. * Ketika mensyarah hadis ini an-Nawaw³ menjelaskan, Ungkapan "maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat" adalah hukum yang telah disepakati. Kaum Muslimin juga telah berijmak bahwa wanita sedang haid dan nifas tidak wajib shalat dan puasa, dan tidak wajib mengqadla shalat tetapi wajib mengqadla puasa.

Orang yang Diberi Keringanan dan Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa

1. Orang yang diberi keringanan (dispensasi) untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadla) puasanya di luar bulan Ramadhan:
a. Orang yang sakit biasa di bulan Ramadhan.
b. Orang yang sedang bepergian (musafir).
    Dasarnya adalah:
1) Firman Allah SWT yang artinya: “Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam  perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu
pada hari-hari yang lain ...” [QS. Al-Baqarah (2): 184].
2) Sabda Nabi Muhammad saw yang artinya: “Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sungguh Allah Yang
Maha Perkasa dan Maha Mulia telah membebaskan puasa dan separo shalat bagi orang yang bepergian,dan membebaskan pula dari puasa orang hamil dan orang yang menyusui.” [HR. Al-Khamsah].

2. Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan fidyah 1 mud (0,5 kg) atau lebih makanan pokok, untuk setiap hari:
a. Orang yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena tua dan sebagainya.
b. Orang yang sakit menahun.
c. Perempuan hamil.
d. Perempuan yang menyusui.
    Dasarnya adalah:
1) Firman Allah SWT yang artinya: “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” [QS. Al-Baqarah (2): 184].
2) Hadits Nabi Muhammad saw yang artinya: “Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sungguh Allah Yang
Maha Perkasa dan Maha Mulia telah membebaskan puasa dan separo shalat bagi orang yang bepergian, dan membebaskan pula dari puasa orang hamil dan orang yang menyusui.” [HR. Al-Khamsah].





Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minggu, 07 Juli 2013

Marhaban yaa Ramadhan 1434 H

Alhamdulillah kita dipertemukan lagi dengan bulan suci penuh rahmad dan ampunan tahun ini. Semoga kita bisa memanfaatkan kesempatan istimewa nan langka ini dengan amalan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

Berdasarkan hisab hakiki yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah ijtima' jelang Ramadhan 1434 H terjadi pada hari Senin Pon, 8 Juli 2013 pukul 14:15:55 WIB. Tinggi bulan saat terbenam matahari di Yogyakarta : +0o 44' 59" (hilal sudah wujud). Pada saat matahari terbenam 8 Juli 2013 M di sebagian wilayah barat Indonesia hilal sudah wujud dan sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud, garis batas wujudul hilal melewati wilayah Indonesia dan membagi wilayah Indonesia menjadi dua bagian. Keputusan 1 Ramadhan jatuh pada hari Selasa Wage, 9 Juli 2013 M. Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No 04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1434H dapat didownload disini.

Jadwal Imsyakiyah Ramadhan 1434 H (33 Propinsi) dapat didownload disini.

Dan tuntunan ibadah Bulan Ramadhan dapat didownload disini.

Semoga bermanfaat. ^^


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sabtu, 08 Juni 2013

OSMARU FK kaya apa sih?

Tahun ajaran baru sebentar lagi dimulai. Seperti biasa adik - adik yang baru lulus SMA pasti galau mau masuk perguruan tinggi mana. Yang udah keterima di perguruan tinggi juga galau nanti gimana orientasi mahasiswa barunya. Ya kan??

Orientasi Mahasiswa Baru (OSMARU), namanya juga orientasi, kegiatan ini bertujuan sebegai "pemanasan" sebelum anak - anak jebolan SMA menjalini hari - harinya sebagai mahasiswa sesungguhnya. Kegiatannya masing-masing program studi pasti berbeda, tiap tahun juga pasti berbeda. Tapi intinya kegiatan tersebut berisi pengenalan kampus, kegiatan mahasiswa, pengenalan tugas, dll.

Dibawah ini ada video orientasi mahasiswa baru tahun 2012 di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. Video tersebut memberikan gambaran secara garis besar apa saja yang dikerjakan mahasiswa selama osmaru. mulai dari hari pertama saat apel bersama seluruh mahasiswa baru semua fakultas di lingkup Universitas Sebelas Maret sampai hari terakhir dilaksanakannya osmaru.

Apel besar dilaksanakan di halaman rektorat UNS, sebelumnya mahasiswa datang dulu di FK untuk diberi pengarahan dan nanti akan berangkat bersama-sama seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran dari 5 Prodi. Setelah apel selesai mahasiswa diberi pengarahan dari pihak fakultas di dalam gedung rektorat. Selanjutnya baru OSMARU Prodi dimulai, pembukaan dilakukan di gedung 8 lantai yang belum jadi, rencananya gedung ini akan selesai pembangunannya tahun 2014 nanti. Nah setelah osmaru prodi dibuka, maka resmilah perpeloncoan dimulai dan segala peraturan ala osmaru diterapkan. :)

Hari kedua osmaru adalah hari terberat bagi maru. Selain karena mereka sudah harus datang pagi - pagi, juga tugas yang diberikan cukup banyak. Dan kalau terlambat, salah mengerjakan tugas, melanggar peraturan, dll, ada tugas tambahan dan pastinya dapen "jeglog" dari panitia. Tapi tenang aja, disini tidak ada hukuman fisik kok. :)

Hari ketiga osmaru adalah hari yang paling menyenangkan. Disini ada Tour d'lab, yaitu berkeliling lab - lab yang ada di FK, dan yang paling berkesan pastinya adalah lab anatomi karena disini ada bermacam-macam jenis cadaver. Hehehe... Dihari ketiga juga diberikan simulasi bencana dan game - game seru.. :)

Demikian gamabaran osmaru di FK UNS. Semoga bermanfaat. :)




Baca juga:
Osmaru FK UNS 2014

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sabtu, 27 April 2013

Nasihat

Sebuah nasihat dari Ketua HMPD FK UNS:
Kehidupan mahasiswa mencakup 4 aspek: sosial (eg. teman dan keluarga), akademis, organisasi dan religius.
"Mahasiswa biasa" cuma bisa menguasai 2 dari 4 aspek tersebut.
"Mahasiswa luar biasa" bisa menguasai 3 dari 4 aspek tersebut.
Sedangkan "orang sukses" bisa menguasai keempat aspek tersebut.
Dan hal itu hanya bisa diraih dengan belajar.


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minggu, 14 April 2013

Semester 4 FK UNS

Memasuki semester 3, yang konon katanya adalah semester paling hectic selama belajar di FK, awalnya adalah menggebu-gebu dengan semangat membara *halah*. Apalagi blok pertama adalah reproduksi, dimana blok ini adalah blok yang spesial untuk wanita, jelas aku semangat banget buat jalaninnya. Di blok ini yang paling "sesuatu" adalah praktikum anatominya, pasti yang cowok2 pada semangat banget. Seperti biasa tiap pretes anatomi aku belum pernah lulus, pasti inhal, udah langganan, padahal juga udah belajar keras semaleman, yaa mungkin gara2 belajarnya "cuma semaleman" itu kali yaa.. tapi kegagalan di pretes anatomi terbayar lunas dengan hasil responsiku yang sangat memuaskan, 86, paling tinggi seangkatan.. *yeay* :D

Walaupun di blok ini udah sangat sibuk, tapi masih bisa bernafas lah buat aku yang termasuk mahasiswa "santai". Aku masih bisa ikut kuliah full (yah, walaupun obsgyn 2 aku bolos gara2 jadwal pindah dan aku ketiduran dirumah), tapi aku masih lumayan bisa sempet pijit (walaupun berangkatnya subuh) dan nyuci baju sendiri dirumah (walaupun malem dan seminggu sekali).

Bagi sebagian besar mahasiswa yang sudah merasa "keberatan" dengan blok reproduksi, mereka akan lebih "tergampar" lagi ketika memasuki blok kedua yaitu urologi. Ada seorang temen yang bilang: "blok repro yang praktikum 5 lab aja udah bolos separo kuliah, gimana blok uro yang praktikumnya ada 6 lab???". Di blok ini memang kalian akan menemukan hari dimana kemarin sore asistensi, sekarang praktikum, besok ngumpulin laporan dan lusa responsi. Tiap hari kalian berangkat dari rumah subuh dan itu juga pake kebut-kebutan dijalan (rumahku jauh mamen) karena masuk antara jam 5.15-6 pagi. Tiap hari!! Telat refrat!!!

Gak ada waktu buat tidur kecuali weekend, soalnya tiap hari pretes/responsi, kalian harus milih antara belajar atau tidur, kalo belajar kalian gak tidur, kalo tidur yaa gak belajar, kalo gak belajar ya inhal, ngerjain tugas, ending-endingnya juga gak jadi tidur. Masih mending kalo inhal pretes, kalo responsi?? lebih gawat lagi, bisa-bisa remed dan mengancam kelulusan blok. Belum lagi BRK praktikum, skills lab, fieldlab, laporan, tutorial, dll, apalagi kalo kalian aktivis yang dikejar proposal/LPJ/proker, terus PKM, semua menghantui. Mampus beneran kalian kalo gak siap fisik mental!

Bener-bener gak ada waktu buat tidur, rebahin badan sejenak aja gak tenang, apalagi sakit, jelas di semester ini apapun yang terjadi gak boleh sakit, gak ada waktu buat sakit, kalo sampe sakit hancur semuanya!

Kalian bener-bener ngerasa gimana sakitnya saat ada temen fakultas sebelah dengan entengnya bilang: "Makul ini doang, dapet A lah ya.." disini, boro-boro berharap dapet A, kita bisa lulus aja udah perjuangan banget. Ada juga yang bilang "sama nis, tugasku juga banyak, udah langganan malah". enak banget ngomongnya, mo tukeran tugas? Situ dengan mudahnya dapet nilai A, dengan mudahnya dapet IP tiga koma,  dengan mudahnya berkeluh kesah dengan laporan yang cuma 4 kali seminggu, dengan entengnya mengumpat-umpat dosen karena masuk jam 7. Pliss, kita disini jauh lebih berat. Kita masuk tiap hari antara jam 5.15 - 6.00 pagi, kita dikejar deadline laporan/BRK tiap hari, kita ada pretes-responsi tiap hari. Dan kita bukan mahasiswa abal-abal, yang masuk FK karena keberuntungan, kita dulu disaring, di angkatanku SNMPTN paling rendah yang diterima nilainya 92, gak main-main. Kita dulu saat bangku sekolah bukan siswa rata-rata, walaupun kita saat itu masih belajar santai, kita bisa bilang semua pelajaran itu mudah dan dapet nilai bagus saat yang lain merasa kesulitan dan gak bisa mengerjakan. Tapi sekarang, saat kami bilang susah, saat kami merasa berat, apa yang bisa kalian katakan? "sama, gua juga" pantes ngomong gitu?? gak malu????

ini ada satu screenshoot jadwalku selama 2 minggu terakhir:

Lihat dan cermati, itu hanya jadwal kuliah "mikir" yang tertulis, terlepas dari segala kuliah teori, kegiatan organisasi, UKM, PKM, baksos, dan kegiatan rumah (aku anak rumah, jadi ada pertemuan karang taruna, nyinom, kerja bakti, dll). Sampe-sampe bapakku aja gak tega lihat anaknya berangkat sendiri dan mau nganterin subuh-subuh, padahal bapakku biasanya paling ogah nganterin aku soalnya beliau sendiri juga sibuk sekarang, nganterin adik juga berangkat pagi...... beliau takut aku kenapa-kenapa dijalan kan diburu waktu, jalanan masih gelap, kalo bensin habis/ban bocor belum ada bengkel yang buka, kondisi fisik sempoyongan karena kurang tidur dan kecapean, ngeri deh pokoknya!

Ujian blok itu bobotnya 4 sks. dan nilai C adalah "tidak kompeten" alias "ngulang". Padahal kapan waktu kita buat belajar ujian blok???? Bahkan sebelum UB kita responsi, tentu prioritas belajar kita terbagi, dan sebelum-sebelumnya sama sekali gak ada waktu luang.

Jadi bagi anda yang bukan mahasiswa FK, jangan sekali-kali mencela, menghujat atau meremehkan mahasiswa FK! Apalagi mencela, menghujat, atau meremehkan dokter, karena mereka jauuuuhhh lebih sibuk daripada mahasiswa FK, melihat perjuangan mereka selama menjadi mahasiswa, koass, internship dan pengabdian mereka sebagai dokter. Dimana kompetensi mereka sangat dituntut namun tidak dihargai. Jangan samakan profesi dokter dengan profesi lain!!! Pressure mereka lebih tinggi. Resiko jauh lebih besar. Tuntutan sangat berat. Namun penghargaan sangat minimal.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamis, 31 Januari 2013

Cerita Kehidupan Mahasiswa Kedokteran

Gak bakal habis cerita tentang suka duka menjadi mahasiswa FK kalau diceritakan. Tapi paling gak, ada sedikit yang bisa dibagi kepada adik-adik calon mahasiswa yang masih bingung memilih jurusan. Mau jadi dokter tapi takut, atau gak mau jadi dokter tapi dipaksa orang tua. hehe.. Disini ada 2 video yang menggambarkan garis besar kehidupan mahasiswa fakultas kedokteran UNS.

Video pertama bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=UNeOT9nK9vo&feature=player_embedded . Video tersebut dibuat oleh mahasiswa FK UNS angkatan 2009. Dalam video tersebut diceritakan bagaimana kehidupan sehari-hari mahasiswa, bagaimana suasana kuliahnya, praktikum, tutorial, kegiatan mahasiswa, dll. Juga ada tips-tips bagaimana agar sukses menempuh studi preklinik di FK UNS. Pokoknya inspiratif banget.

Ada juga video di http://vimeo.com/56375054. Kalu video ini menceritakan tentang kehidupan koass. Apa itu koass? Koas adalah masa transisi dari sarjana kedokteran menuju profesi dokter. Jadi disini kita sudah wisuda tapi belum boleh praktek. Ketika kuliah kedokteran kalian belajar teori penyakit kemudian diwisuda jadi S.Ked (namanya pendidikan preklinik). lalu masuklah pendidikan klinik alian koass, jadi kita juga masih mahasiswa tapi hanya belajar prakteknya jadi dokter itu seperti apa.

Tapi jangan kalian terlalu menganggap enteng kuliah di FK, karena sebenarnya kehidupan aslinya gak seindah yang ada di video. hehehe... Diperlukan niat dan semangat yang seribu kali lebih kuat dari Baja untuk menjadi mahasiswa FK, harus sejuta kali lebih rajin daripada masa-masa SMA, harus memiliki mata yang lebih jeli, telinga yang lebih peka dan hati yang lebih perasa untuk menjalani hari-hari sebagai mahasiswa. Dan yang paling penting adalah modal mental dan attitude. Jangan pernah menyerah bagaimanapun hasil pahit yang akan kalian dapat selama belajar, karena bagaimanapun itu bukan kegagalan tapi pembelajaran. Kalian benar-benar akan merasakan bagaimana irinya bilang temen dari fakultas lain bilang "Mata kuliah ini pasti dapet A lah.." karena disetiap sujud dan doa kalian hanya satu harapan "semoga lulus". Dapet nilai A adalah sebuah anugerah yang luar biasa dan kalian akan merasakan betapa bahagianya dapet nilai itu karena memang perjuangannya begitu luar biasa.

Satu kata untuk calon mahasiswa FK, calon dokter, calon sejawat (insyaallah).. Nikmatilah!

Baca juga:
1. Soal tes masuk kuliah kedokteran
2. Tips dan trik lolos ujian masuk kedokteran
3. Biaya kuliah kedokteran dari waktu ke waktu
4. Osmaru FK kayak apa sih?


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kamis, 24 Januari 2013

Semester 3, benar-benar FK

Tak terasa sudah satu setengah tahun aku menempuh studiku di sebuah fakultas kedokteran. Masih segar dalam ingatan bagaimana manisnya masa-masa SMA dan masih terasa hangat pelukan teman-teman saat perpisahan dulu. Dan sekarang aku sudah... yah.... mahasiswa tingkat dua.

Waktu tahun pertama di FK aku masih gak percaya kalau aku mahasiswa FK, kuliah gak ada bedanya sama sekolah, paling suma beda masuknya lebih pagi kalau ada asistensi atau pretest, masih sering maen, nonton, jalan-jalan, tidur siang. Cari nilai itu gak butuh perjuangan, toh pelajarannya gampang. Kalo ternyara tesponsi gak lulus enjoy aja, toh temennya banyak, mo bolos maen ke mall pacaran, free.. bahagianya jadi anak tahun pertama FK, dapet gengsi, dapet hepi.. :-D

Tapi ketika sudah menginjak semester tiga... jeng.. jeng.. jeng.......... segalanya berubah!

Blok neoplasma, dimana kita belajar tentang neoplasma. Apa itu neoplasma? Semua jaringan baru yang tumbuh abnormal di tubuh itu neoplasma, kanker salah satunya. Semua sel yang memiliki inti berpotensi menjadi kanker, jadi ada berapa banyak kanker? sebanyak jumlah sel di tubuhmu! Dan itu semua harus dipahami satu-persatu. Bagaimana patofisiologinya, patogenesisnya, etiologi, tanda, gejala, pemeriksaan yang diperlukan, prosedur penegakan diagnosisnya dan penatalaksanaan serta terapinya. Di laboratorium Patologi Anatomi dan Histologi aku belajar bagaimana membedakan SEL kanker dan SEL normal. Di laboratorium farmakologi aku belajar obat-obatan untuk kanker, dll.

Blok musculoskeletal, disini pertama kali dilaksanakan praktikum anatomi. Pertama kalinya aku menghadapi mayat manusia sungguhan, yang masih utuh. Mempelajari setiap seluk-beluk tulang manusia, sampai pada cekungan, alur, lubang dan tonjolan-tonjolan kecil yang ada pada tulang itu, harus hafal! Anatomi otot, namanya, origo isersio dan sistema nervosa yang menginervasinya. Pokoknya di blok ini tiada hari tanpa Sobotta dan Cadaver! Karena blok ini hilang segala rasa takutmu terhadap mayat, karena disini kamu gak cuma megang mayat yang udah dipotong-potong tapi kamu juga motong-motong sendiri. Bayangin kalau si mayat itu adalah tubuhmu sendiri, bisa apa? Disini aku sadar akan betama kecil dan lemahnya diriku, aku merasa semakin dekat dengan Allah, aku aku makin ingat dengan kematian. Cadaver itu dulu juga hidup, pria gagah dan wanita cantik. Mungkin dulu juga sombong sepertiku. Tapi sekarang ketika nyawa sudah berpisah dari raganya, bisa apa? Dikuliti diam saja, dipotong potong diam saja, dikeluarkan isi perutnya.... hmm.... mereka dulu juga manusia yang hidup dan berjalan di muka bumi ini. Itulah kenapa kita harus hormat kepada cadaver, mereka merelakan tubuhnya untuk dijadikan objek belajar, semoga setiap sayatan yang kami berikan menjadi penebus dosa mereka semasa hidup dan mereka diberikan tubuh pengganti yang lebih indah dan sempurna. Oiya, ada satu cadaver perempuan yang posisi meninggalnya agak aneh dan kulitnya hitam seperti hangus terbagar. Aku berspekulasi kalau beliau itu korban tenggelam, dari wajahnya terlihat beliau masih muda dan cantik, semoga beliau menjadi bidadari disana. Aamiin...

Blok respirasi, menurutku ini blok yang paling mudah di semester tiga, di awal blok aku berharap disini aku bisa dapat A, tapi ternyata usahaku tak sebanding dengan harapanku, atau mungkin aku terlalu meremehkan blok ini jadi tetap saja aku dapet B. Ashhhhh.......

Blok terakhir, neurologi, masyaallah ini blok yang paling susah seumur-umur. Ilmunya abstrak! Pertama kalinya aku remed praktikum ya di blok ini, itupun semua praktikum. Farmakologi yang dulu aku pretest aku dapet 91 ternyata gagal juga pas response entah kenapa. Patologi Klinik, dan Anatomi juga gagal, Hanya histologi yang lulus. Belum lagi ujian bloknya, soalnya susaaaahhh banget menurutku, gak ngerti, aku gagal juga. Pertama kalinya aku ikut ujian ulang, dan ternyata ujian ulangnya itu soalnya lebih susah dari pada ujian utamanya, ada sebuah sindrom yang dikeluarkan padahal seumur-umur baru sekali aku denger nama sindrom kayak begituan. Blok ini juga yang bikin aku harus ikut semester pendek. Astaghfirullah...

Pokoknya semester tiga adalah semester yang baru bikin aku bener-bener jadi mahasiswa FK. Tiap hari berangkat subuh dan pulang malem. Pertama kali jalanin asistensi jam 5 pagi, gerbang depan aja belum buka, apalagi parkiran, orang adik aku aja belum bangun. Tiap hari ada aja tugas yang harus dikerjain, BRK, laporan, bahan tutorial, belajar pretest, posttest response, dll adalah tugas sehari-hari yang gak pernah lowong. sabtu minggu gak bisa lagi asik jalan-jalan, pilihannya cuma ngerjain tugas atau belajar. Gak pernah lagi yang namanya nyuci baju sendiri di semester ini, semua laundry, gak sempet! Dan di blok ini berat badanku secara fantastis turun 4 kg!

Inilah cerita mahasiswa kedokteran semester tiga.
Doakan agar semester pendek saya lancer, dan tidak harus menempuh semester padat.
Sepertinya aku berjodoh sekali dengan neurologi, mungkin ini adalah jalan dari-Nya agar aku bisa lebih memperdalam ilmu ini, karena cita-citaku adalah jadi dokter spesialis bedah saraf.

Baca juga:
Osce semester 3 FK UNS
Semester 4 FK UNS

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS